Pengalaman mendampingi ayah mertuanya menjalani cuci darah meninggalkan kesan mendalam bagi Edo Saputro. Kebaikan hati banyak orang yang hadir membantu kala itu menginspirasinya untuk bersyukur dengan mendonorkan darah.
Sejak pagi, langkah kaki para pendonor mulai memenuhi area Living Plaza Puri Mall, Kembangan, Jakarta Barat. Pada Sabtu, 18 Juli 2026, tempat yang biasanya menjadi ruang untuk berbelanja dan berkumpul bersama keluarga, berubah menjadi ruang berbagi harapan melalui kegiatan donor darah.
Sebelum kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, masyarakat telah berdatangan untuk melakukan pendaftaran. Mereka hadir dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan mal, masyarakat umum, pengemudi ojek online, hingga relawan Tzu Chi. Meski memiliki cerita yang berbeda, mereka dipertemukan oleh satu niat yang sama, yaitu membantu sesama melalui tetes-tetes darah yang didonorkan dengan tulus.
Kegiatan donor darah ini telah rutin dilakukan sejak 2014 di berbagai tempat di Jakarta barat. Kali ini, merupakan kegiatan donor darah ketiga di tahun 2026 yang diselenggarakan oleh relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 2 bersama Palang Merah Indonesia (PMI), dan Living Plaza Puri Mall.
Selain memberikan kemudahan akses untuk mendonorkan darah bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian dan memperpanjang jalinan kasih antarsesama.
Salah satu pendonor yang hadir adalah Edo Saputro (28), karyawan Living Plaza Puri Mall. Dengan penuh semangat, ia kembali mengikuti kegiatan donor darah bersama relawan Tzu Chi. Baginya, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi sebuah cara untuk meneruskan kebaikan yang pernah ia terima.
“Selama ini saya telah banyak menerima kebaikan dari orang-orang. Ketika ayah mertua saya sakit, saya mendapatkan kemudahan untuk memperoleh sumbangan darah. Itu sebabnya saya ingin menyalurkan kembali kebaikan tersebut dengan melakukan donor darah,” ujar Edo.
Pengalaman tersebut membekas dalam dirinya. Ia menyadari bahwa bantuan yang diberikan seseorang mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi penerimanya dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti. Karena itu, Edo memilih untuk menjadi bagian dari rantai kebaikan tersebut.
Bagi Christine Prabowo, donor darah telah menjadi bagian dari gaya hidupnya. Selain membuat tubuh terasa lebih segar dan bugar, kegiatan ini juga menghadirkan kebahagiaan karena dapat berbagi harapan dan kehidupan bagi sesama.
Semangat berbagi juga dirasakan oleh Christine Prabowo yang telah empat kali berpartisipasi dalam kegiatan donor darah bersama Tzu Chi Indonesia. Selain ingin membantu mereka yang membutuhkan darah, Christine juga merasakan manfaat positif bagi kesehatannya.
“Saya senang sekarang kegiatan donor darah yang diselenggarakan Yayasan Buddha Tzu Chi rutin diadakan di mal. Tempatnya nyaman dan aksesnya juga lebih mudah. Biasanya saya melihat informasi donor melalui aplikasi PMI dan pergi ke tempat yang cukup jauh, seperti di Tangerang,” ungkap Christine.
Agar dapat terus menjadi pendonor, Christine berusaha menjaga kondisi tubuhnya dengan beristirahat dan tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta berolahraga secara rutin. Baginya, menjaga kesehatan diri merupakan bentuk tanggung jawab agar dapat terus bersumbangsih.
Kegiatan donor darah yang diselenggarakan relawan Tzu Chi di Living Plaza Puri Mall, menarik minat Fery Meldiansyah, pengemudi ojek online yang dulu pernah dibantu oleh Tzu Chi Indonesia.
Kisah lainnya datang dari Fery Meldiansyah (37), seorang pengemudi ojek online yang sering menunggu pesanan penumpang di kawasan Puri. Ketika relawan Tzu Chi mengajaknya untuk ikut donor darah, Fery bersama rekannya langsung menyambut ajakan tersebut.
Sayangnya, sang rekan belum dapat mendonorkan darah karena kadar hemoglobin yang rendah. Sementara itu, Fery berhasil menyumbangkan satu kantong darah.
“Saya sudah rutin donor darah sejak dua tahun lalu. Menurut saya, donor darah itu kegiatan yang bermanfaat karena bisa saling menolong sesama manusia. Bonusnya, badan kita juga terasa lebih sehat,” kata Fery dengan gembira.
Kesibukannya sebagai pengemudi ojek online sempat membuat Fery tidak melakukan donor darah selama hampir satu tahun. Karena itu, ia merasa bersyukur ketika kembali mendapatkan kesempatan untuk berbagi.
Lebih dari sekadar membantu orang lain, bagi Fery kegiatan ini juga menjadi bentuk ungkapan terima kasih kepada Tzu Chi Indonesia yang pernah hadir membantu keluarganya.
“Saya senang sekali waktu diajak donor oleh relawan Tzu Chi. Selain ingin membantu sesama, saya juga mau membalas kebaikan Tzu Chi. Dulu anak saya sakit karena ada kelainan pada saluran pernafasannya. Anak saya lalu dirujuk ke Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng. Alhamdulillah, berkat bantuan Tzu Chi, anak saya bisa sembuh dan sekarang sudah sehat kembali,” tuturnya.
Kolaborasi yang terjalin antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama PMI menghadirkan kegiatan donor darah yang berlangsung rutin setiap bulan.
Kisah Edo, Christine, dan Fery menunjukkan bahwa sebuah kebaikan tidak pernah berhenti pada satu orang. Ketika seseorang menerima pertolongan dengan penuh syukur, sering kali muncul keinginan untuk meneruskan kebaikan tersebut kepada orang lain.
Di balik setiap kantong darah yang terkumpul, terdapat kepedulian, rasa syukur, dan harapan. Melalui kegiatan donor darah ini, Tzu Chi Indonesia mengajak masyarakat untuk terus menghadirkan cinta kasih melalui tindakan nyata. Karena sebuah kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan terus mengalir, menyentuh lebih banyak kehidupan, dan menjadi rangkaian kebajikan yang tidak pernah terputus.
Editor: Fikhri Fathoni