Setetes Darah, Semangat Kebajikan dari Perawang

Jurnalis : Lina Violin (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Hong Thay, Herman, Lina (Tzu Chi Pekanbaru)

Relawan Tzu Chi Komunitas Perawang mengadakan kegiatan Donor Darah Perdana di Sunny Learning Center, Perawang, pada 16 Agustus 2026. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari warga sekitar yang datang untuk mendonorkan darah sebagai wujud kepedulian dan upaya membantu mereka yang membutuhkan.

Semangat kemerdekaan mengalir dalam kebersamaan relawan Tzu Chi Komunitas Perawang saat mengadakan kegiatan Donor Darah Perdana pada 16 Agustus 2026 di Sunny Learning Center. Sejak persiapan, relawan bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari meja, kursi, konsumsi sehat, hingga menyebarluaskan informasi melalui media sosial dan ajakan kepada masyarakat.

Sebanyak tujuh relawan Tzu Chi Pekanbaru turut hadir mendampingi kegiatan. Sebelum dimulai, Hongthay dan Jennie memberikan briefing mengenai alur pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah, hingga proses donor. Setelah itu, para relawan menjalankan tugas masing-masing dengan penuh semangat.

Antusiasme masyarakat pun terlihat sejak kegiatan berlangsung. Salah satunya Siti Mubarokah (37), yang mengetahui kegiatan ini dari grup UMKM. Donor darah kali ini menjadi pengalaman pertamanya. Meski sempat merasa takut dan panik, keramahan relawan membuatnya lebih tenang hingga akhirnya berhasil mendonorkan darah.

“Pelayanan di sini sangat baik, ramah, menyenangkan, dan membuat kita tidak takut. Kalau ada kegiatan seperti ini lagi, saya akan kembali. Semoga darah yang diberikan bisa membantu orang yang membutuhkan,” ujar Siti.

Siti Mubarokah (37) mengikuti kegiatan donor darah setelah memperoleh informasi dari grup UMKM. Sebagai pendonor untuk pertama kalinya, Siti sempat merasa takut dan panik sebelum proses donor. Namun, perhatian dan dukungan relawan membuatnya lebih tenang hingga akhirnya berhasil menyumbangkan darahnya.

Antusiasme warga terlihat dalam kegiatan Donor Darah Perdana yang digelar menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Para pendonor datang dengan semangat dan penuh sukacita untuk berbagi melalui setetes darah yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sesama.

Semangat berbagi juga ditunjukkan pasangan suami istri, Gik Tong (59) dan Anie (61). Selama ini mereka sengaja pergi ke Pekanbaru untuk mendonorkan darah. Menurut mereka, adanya kegiatan donor darah di Perawang sangat membantu karena tidak perlu menempuh perjalanan jauh setelah donor.

“Kalau bisa kegiatan ini rutin, minimal setahun dua kali,” ujar Anie. Bertepatan dengan bulan Ulambana, ia juga merasa donor darah menjadi kesempatan untuk melakukan kebajikan sekaligus melimpahkan jasa bagi para leluhur.

Kegiatan ini turut mempertemukan relawan dengan Salehin dan Budi Nuryono, anggota Sabhara Polri dari Minas dan Tualang. Salehin yang memiliki golongan darah A- mengaku beberapa kali tidak dapat mendonorkan darah karena golongan darahnya yang jarang. Karena itu, ia merasa bahagia ketika akhirnya berhasil berdonor dalam kegiatan ini. “Pelayanannya sangat baik. Pengarahan dari relawan jelas, sehingga semuanya rapi, cepat, teratur, dan penuh perhatian,” kata Salehin.

Budi pun berharap kegiatan donor darah dapat dilakukan secara rutin dan informasi kegiatan berikutnya dapat disebarkan melalui lingkungan kepolisian agar semakin banyak orang yang tergerak untuk berdonor.

Salehin (kiri) dan Budi Nuryono (kanan), anggota Sabhara Polri dari Minas dan Tualang, turut berpartisipasi dalam kegiatan Donor Darah Perdana di Perawang. Keduanya menyempatkan diri mendonorkan darah setelah mengetahui adanya kegiatan tersebut.

Kegiatan yang didukung 23 relawan, 20 sukarelawan, 15 tenaga medis PMI, serta Sunny Learning Center ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebanyak 157 orang mendaftar dan berhasil terkumpul 130 kantong darah.

Donor darah perdana di Perawang menjadi bukti bahwa kepedulian dapat tumbuh dari langkah sederhana. Setetes darah yang diberikan dengan cinta kasih dapat menjadi harapan dan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Seperti perenungan Master Cheng Yen, menggunakan tubuh pemberian orang tua untuk bersumbangsih kepada masyarakat dan melimpahkan jasa kebajikannya kepada orang tua merupakan sebuah bentuk bakti.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

“Ayo Donor Darah”

“Ayo Donor Darah”

17 September 2010 Sabtu, 4 September 2010 lalu, bertempat di Jing Si Books and Café Pluit, Jakarta Utara, Tzu Chi mengadakan kegiatan donor darah. Karim Baharuddin, relawan He Qi Utara yang menjadi koordinator kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini rutin diadakan setiap 3 bulan sekali.
Cinta Kasih Melalui donor Darah

Cinta Kasih Melalui donor Darah

09 Desember 2014 “Petugas PMI sudah datang”, terdengar suara seorang relawan di depan pintu Sekolah Tzu Chi memberitahu  relawan yang sedang berada di dalam untuk segera membantu petugas PMI. Jam sudah menunjukkan pukul 9, kegiatan donor darah rutin diselenggarakan setiap 3 bulan sekali oleh Hu Ai PIK.
Menanam Kebajikan Melalui Donor Darah

Menanam Kebajikan Melalui Donor Darah

02 Desember 2015
Minggu, 22 November 2015, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun kembali mengadakan kegiatan Donor Darah yang rutin setiap 4  bulan sekali.
Tiga faktor utama untuk menyehatkan batin adalah: bersikap optimis, penuh pengertian, dan memiliki cinta kasih.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -