Sharing Inspiratif dalam Suasana Hangat Gathering Gan En Hu

Jurnalis : Lestin Trisiati (He Qi Jakarta Utara 3), Fotografer : Henny Yohannes, Lestin Trisiati (He Qi Jakarta Utara 3)

Andrew Ng, relawan Tzu Chi, membawakan materi Kisah Biksu Tua dan mengungkapkan rasa harunya setelah mendengarkan kisah para Gan En Hu yang tetap menebar kebaikan serta menjalin jodoh baik di tengah berbagai ujian kehidupan.

Suasana hangat menyelimuti Basement Gedung DAAI, Tzu Chi Center PIK, Jakarta Utara, saat 16 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 3 menyambut kehadiran 26 Gan En Hu (penerima bantuan) dalam acara gathering yang penuh kekeluargaan pada Minggu, 07 Juni 2026. Dengan mengangkat tema "Master Cheng Yen Bercerita: Mengubah Jalinan Jodoh Buruk Menjadi Baik", kegiatan ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi semua yang hadir untuk belajar menyikapi setiap tantangan hidup dengan kelapangan dada.

​Dalam kesempatan tersebut, Andrew Ng, relawan Tzu Chi, membawakan materi Kisah Biksu Tua.  Andrew Ng juga menyampaikan rasa takjub dan harunya saat mendengar langsung sharing dari para penerima bantuan. Baginya, kisah yang diceritakan para penerima bantuan dapat menjadi cermin dan pelajaran.

"Saya sangat terkesan dengan sharing dari para Gan En Hu. Di tengah ujian hidup yang mereka lalui, mereka justru aktif menjalin jodoh baik, seperti ikut bersumbangsih melalui celengan bambu dan berdonasi rutin ke Tzu Chi. Meskipun beberapa di antara mereka bercerita pernah menghadapi jalinan jodoh buruk dengan sesama, mereka memilih menyikapinya dengan keikhlasan dan kelapangan dada. Ketulusan hati mereka menjadi cermin dan pelajaran berharga bagi saya hari ini," ungkap Andrew Ng dengan rasa syukur.

Siti Ngaenah,  membagikan kisah perjuangannya membesarkan anak berkebutuhan khusus, yang melalui kasih sayang dan kesabaran akhirnya mengalami perubahan positif hingga menjadi lebih tenang dan mandiri.

Nola Sumondakh, relawan Tzu Chi selaku pemandu acara, merasakan kehangatan dan kedekatan yang terjalin selama acara, hingga ia merasa seperti mendapatkan keluarga baru melalui interaksi bersama relawan dan para Gan En Hu.

Salah satu kisah yang menyentuh datang dari Siti Ngaenah, ia menceritakan perjuangannya membesarkan anak berkebutuhan khusus yang saat kecil sangat hiperaktif dan sulit dikendalikan. Kondisi tersebut sempat menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan sekitar. Bahkan, ada tetangga yang ingin melaporkannya kepada pihak kepolisian dan mengusulkan agar anaknya dikurung karena perilakunya yang dianggap mengganggu.

Menghadapi situasi tersebut, Siti memilih untuk bersabar, memohon pengertian, serta meminta maaf kepada para tetangga. Seiring berjalannya waktu, berkat kasih sayang, kesabaran, dan pendampingan yang terus diberikan, anaknya mengalami perubahan yang sangat baik. Kini, sang anak menjadi lebih tenang, lebih penurut, dan mampu beraktivitas dengan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa ketulusan dan kesabaran dapat mengubah jalinan hubungan yang semula penuh tantangan menjadi lebih harmonis.

​Kehangatan acara ini juga dirasakan oleh Nola Sumondakh, relawan Tzu Chi, yang bertugas sebagai pemandu acara. Melalui interaksi yang erat, ia merasakan ikatan emosional yang tulus. "Melalui interaksi dengan relawan dan para Gan En Hu, saya merasa hubungan kami menjadi semakin dekat dan akrab. Saya bahkan merasa seperti mendapatkan keluarga baru melalui kegiatan ini," tutur Nola.

Sebagai relawan yang baru pertama kali membantu pembagian susu dan pampers, Ferdiansyah melihat secara langsung bahwa bantuan Tzu Chi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para penerima.

Sebanyak 16 relawan Tzu Chi bersama 26 Gan En Hu menyanyikan lagu isyarat tangan Satu Keluarga, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan dalam acara gathering kali ini.

​Di sudut lain, kepedulian nyata terlihat saat pembagian bantuan susu dan pampers untuk para Gan En Hu. Ferdiansyah, relawan Tzu Chi, yang bertugas membagikan susu dan pampers merasa bahagia dapat turut serta dalam kegiatan ini.

"Saya sangat senang bisa ikut di acara gathering hari ini. Melalui kegiatan ini, saya bisa tahu dan melihat langsung seperti apa tindakan nyata Tzu Chi dalam memberikan bantuan kepada para penerima yang memang membutuhkan," ujarnya penuh semangat.

​Keberhasilan jalinan jodoh hari ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim di balik layar. Herman Lo, selaku koordinator kegiatan, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kerja sama seluruh relawan yang bertugas.

"Terima kasih kepada seluruh relawan yang telah memberikan bimbingan serta kesempatan kepada saya menjadi PIC, dan atas kerjasamanya dalam melayani melalui kegiatan Gathering Gan En Hu ini. Tetap semangat untuk kita semua," ucap Herman.

Melalui kebersamaan yang terjalin dalam gathering ini, para relawan dan Gan En Hu kembali belajar bahwa setiap tantangan hidup dapat menjadi kesempatan untuk menumbuhkan pengertian, kesabaran, dan menjalin jodoh baik yang membawa manfaat bagi sesama.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Memberikan Teladan dan Motivasi kepada Para Gan En Hu

Memberikan Teladan dan Motivasi kepada Para Gan En Hu

13 Februari 2024

Meski hanya memiliki satu lengan, Karmani yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek daring ini tetap semangat. Kisahnya pun menginspirasi para Gan En Hu lainnya.

Senyum Sehat, Kebersamaan Hangat

Senyum Sehat, Kebersamaan Hangat

07 April 2026

Relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Jakarta Utara 3 melakukan Gathering Gan En Hu sekaligus memberikan edukasi tentang kesehatan mulut dan gigi untuk membentuk kebiasaan sederhana yang menyehatkan sejak dini bagi masyarakat luas.

Sukacita Tahun Baru Bersama Penerima Bantuan

Sukacita Tahun Baru Bersama Penerima Bantuan

13 Januari 2016 Minggu pertama di awal tahun 2016 ini relawan Tzu Chi kembali mengadakan kegiatan pembagian bantuan kepada para penerima bantuan Tzu Chi (Gan En Hu). Selain melakukan pembagian bantuan, pada hari yang spesial ini relawan Tzu Chi mengadakan acara tahun baru dan sekaligus merayakan Hari Ibu, Maulid Nabi dan Natal bersama para Gan En Hu.
Jangan takut terlambat, yang seharusnya ditakuti adalah hanya diam di tempat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -