Suara Kasih : Menabur Benih Kebajikan
Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News| Judul Asli: Menabur Benih Kebajikan Penyaluran bantuan berjalan dengan lancar berkat jalinan jodoh yang baik
| ![]() | ||
| Kita sering berkata bahwa kita tak tega melihat bumi terluka dan melihat penderitaan semua makhluk. Namun, bagaimana cara kita membantu orang-orang yang menderita di dunia ini? Untuk menolong orang yang menderita, kita harus melindungi bumi terlebih dahulu. Ketika bumi dalam keadaan sehat dan aman, manusia akan hidup tenteram. Meski dalam kehidupan masyarakat terdapat kesenjangan sosial, namun, terlepas dari hal itu, asalkan 4 Unsur Alam dapat berjalan selaras dan bumi dalam kondisi sehat, maka kita dapat melewati setiap hari dengan tenteram. Namun, bila bumi terluka, baik orang kaya maupun miskin akan mengalami penderitaan batin dan fisik yang sama. Jadi, baik kesehatan batin maupun fisik, asalkan bumi dalam keadaan sehat, maka manusia pun dapat hidup tenteram. Kini, bumi telah terluka. Seluruh permukaan bumi penuh dengan “luka”. Bumi sungguh telah menanggung segala kerusakan yang manusia ciptakan. Namun, manusia masih tak bersyukur malah terus merusak bumi. Hal ini bagaikan anak durhaka yang tak bersyukur atas budi luhur ibunya, malah terus menyakiti sang ibu. Tanpa merasa bersalah, manusia terus merusak bumi bahkan berpikir bahwa kekuatan manusia melebihi kekuatan alam. Namun lihatlah, ketika bencana terjadi, manusia sungguh tak berdaya. Inilah buah dari karma kolektif semua makhluk. Jika manusia tak menciptakan karma baik, ia akan hidup dalam penderitaan. Lihatlah di Haiti. Kini warga setempat tengah panik akan datangnya badai tropis. Namun, apa yang dapat mereka lakukan? Mereka sangat ketakutan dan terus memikirkan cara untuk menghadapi badai tropis kali ini. Semua orang sangat ketakutan, namun mereka tak berdaya. Akibat gempa yang terjadi awal tahun ini, ibukota Haiti, Port-au-Prince, luluh lantak. Bencana ini telah berlalu hampir 10 bulan. Tenda sementara para korban bencana bahkan sulit melindungi mereka dari angin dan hujan. | |||
| |||
Namun, menjelang pemilu, banyak kegiatan pemulihan yang dihentikan. Penderitaan korban bencana tak dipedulikan. Inilah buah dari karma kolektif manusia. Warga Haiti memiliki karma yang sama sehingga mereka terlahir di negara yang penuh penderitaan ini. Mereka harus hidup dalam keterbatasan dan ketidakberdayaan. Sungguh penderitaan tak terkira. Cile juga diguncang gempa berkekuatan 8,8 skala Richter beberapa waktu lalu. Meski gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan yang parah, namun pemerintah Cile segera merespon dengan menyalurkan bantuan kepada warganya. Selain itu, pemerintah setempat juga sangat mendukung dan bekerja sama dengan organisasi lain yang menyalurkan bantuan. Karena itu, kehidupan warga Cile dapat pulih dengan cepat. Pakistan juga dilanda bencana banjir yang serius. Warga yang terkena dampaknya mencapai lebih dari 20 juta orang. Banjir melanda dari wilayah utara hingga selatan dan berlangsung dalam waktu yang lama. Mengapa warga setempat mengalami penderitaan seberat ini? Selain faktor curah hujan, pertikaian politik dan agama yang terus berlangsung membuat banyak pihak enggan menyalurkan bantuan. Meski insan Tzu Chi tak segera berangkat, namun mereka mempersiapkan diri sebaik mungkin. Jalinan jodoh ini bermula dari seorang relawan di Indonesia yang mengenal seorang pengusaha di Pakistan. Dari pengusaha tersebut, kita mengenal banyak pengusaha Taiwan yang berada di Pakistan. Setelah menghubungi banyak pihak, kita pun merencanakan penyaluran bantuan dengan seteliti mungkin agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar dan bantuan diterima langsung oleh korban bencana. | |||
| |||
Tzu Chi terus membimbing para korban bencana untuk menginspirasi lebih banyak orang. Jalinan jodoh kali ini sungguh baik. Terima kasih kepada insan Tzu Chi dari Taiwan yang datang ke Pakistan untuk menolong para korban bencana banjir. “Saya sungguh senang dapat bekerja sama dengan kalian. Semoga kami dapat melakukannya sebaik mungkin dan tidak mengecewakan kalian. Dari kalian, saya belajar bagaimana cara menolong orang yang tertimpa bencana,” ucap insane Tzu Chi tersebut. Sekelompok mahasiswa, pengusaha, dan pejabat pemerintah setempat bekerja sama dengan kita. Karena itu, kita harus berdoa dengan tulus agar penyaluran bantuan kali ini dapat berjalan dengan lancar. Semoga para korban bencana dapat menerima barang yang mereka butuhkan dengan penuh sukacita. Semua orang di dunia adalah satu keluarga. Bumi pertiwi yang penuh cinta kasih ini telah menanggung segala kerusakan yang diciptakan manusia. Melihat banyak negara yang tengah dilanda bencana alam, apakah kita tak berintrospeksi diri dan tak mengambil hikmahnya? Karena itu, kita semua harus mawas diri, berhati tulus, dan senantiasa mendoakan dunia ini. Bencana alam mengakibatkan kerusakan dan penderitaan bagi manusia. Diterjemahkan oleh: Lena | |||
Artikel Terkait
Ketulusan Yang Mengubah Segalanya
06 Maret 2014 Benih cinta kasih sudah ditanam, tinggal ketulusan jualah yang harus menyirami benih tersebut. Agar berakar kuat dan tumbuh dengan sempurna, berbuah kebajikan, menjadi perpanjangan tangan Master Cheng Yen di tanah Manado.
Menghimpun Hati dalam Doa Waisak Bersama 2024
30 Mei 2024Tzu Chi Palembang menyelenggarakan Doa Bersama Waisak di Sekolah Kusuma Bangsa untuk mengajak wong Palembang semakin damai dan berbahagia.
Waisak Penuh Cinta di Panti Jompo, Relawan Tzu Chi Hadirkan Kehangatan Batin
27 Mei 2025Tak sekadar ritual, perayaan Waisak bersama relawan Tzu Chi Medan dan para lansia di Panti Jompo Guna Budi Bakti menjadi perjalanan spiritual yang menyentuh hati.










Sitemap