Tangis Haru Warnai Peringatan Hari Ibu

Jurnalis : Widodo (Tzu Chi Cabang Sinar Mas) , Fotografer : Widodo, Gisella Christy Dayoh (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)

Suasana penuh haru saat sepuluh anak asuh membasuh kaki orang tua atau wali mereka di Sekolah Insan Teratai.

”Mampu berbakti pada kedua orangtua merupakan berkah terbesar dalam kehidupan”
-Kata Perenungan Master Cheng Yen-

Suasana haru terasa dalam peringatan Hari Ibu di Sekolah Insan Teratai, Tangerang, Banten pada Sabtu (10/1/25). Sepuluh anak asuh (yang diberikan bantuan biaya pendidikan oleh Tzu Chi) berjalan rapi membawa nampan berisi teh dan kue menuju tempat duduk orang tua atau wali masing-masing. Mengikuti arahan pembawa acara, mereka segera meletakkan nampan di kursi sebelah orang tua atau walinya yang telah disiapkan. Setelahnya bersimpuh. Sejenak mereka memandang orang tua atau walinya.

Hari demi hari berlalu, ku sadari semuanya
Hidupku tanpamu, hampa terasa di hatiku
Sunyi kurasakan, tanpa hadirmu untukku
Dekapan hangatmu, teringat masa kecilku
Kini waktu bagai sirna, mama kaulah jiwa hatiku
Senyummu menutupi sedihmu
Tawamu, membasuh luka di hatimu
Mama...Maafkan anakmu, yang telah membuatmu terluka

Jessica Alexander bersimbuh didepan walinya saat peringatan Hari Ibu.

Joiceline Viliean Acelina bersama sang adik Gisella Fionathalia bersimpuh di depan ibunya.

Diiringi musik yang menyentuh, bait ini diantarkan pembawa acara dengan penuh keharuan. Beberapa orang tua dan anak asuh mulai berkaca-kaca. Kemudian satu per satu anak asuh mengambil kue dan menyuapi orang tua atau walinya. Dilanjutkan dengan penyajian teh dan diakhiri dengan membasuh kaki.

Setiap tahap dilakukan dengan penuh keharuan. Tak heran, meski kegiatan serupa setiap tahun digelar, tetap banjir air mata. Salah satunya terlihat pada Yohana, ibu dari Gabriel Miracle Efata Panggabean, siswa kelas 1 SMK Insan Teratai. Sejak awal matanya sudah berkaca-kaca. Tangis haru tak kuasa dibendung saat anaknya menyajikan teh dan membasuh kedua kakinya. Selain tersentuh dengan apa yang dilakukan anaknya, ia juga sedih mengingat hal yang sama belum pernah ia lakukan untuk kedua orang tuanya.

“Bersyukur anak saya ada hari ibu seperti ini meskipun dulu saya tidak, sekarang saya yang alami yang bisa memperingati hari ibu untuk dekat sama ibunya. Dan setiap kali memperingati hari ibu di Insan Teratai ini dari Yayasan Tzu Chi ini saya selalu menangis, ya terharu ya bahagia jadi senang gitu,” ujarnya menahan haru.

Manta Mahesy Darma memeluk ibu gurunya yang menggantikan orang tuanya dalam peringatan Hari Ibu.

Gabriel Miracle Efata Panggabean menyerahkan hadiah untuk ibunda tercinta.

Bagi Gabriel Miracle Efata Panggabean, peringatan Hari Ibu selalu menyentuh dan membuat haru. Juga mengajarkan untuk selalu berbakti kepada orang tua. “Untuk mama semangat terus untuk kerjanya biarlah anakmu ini terus berjuang untuk belajar agar lebih bisa bikin mama bangga. Tanpa mama saya bukan siapa-siapa,” tuturnya.

Keharuan tak hanya dirasakan orang tua. Anak-anak yang membasuh kaki juga merasakan hal yang sama. Seperti yang dirasakan Joiceline Viliean Acelina, siswa kelas 1 SMK. Bersama Gisella Fionathalia, sang adik, ia membasuh kaki ibunya. Tangis haru pecah. Terlebih papanya sudah tiada.

“Bagi saya jasa orang tua itu besar sekali kepada anak dan kita enggak bisa membayar semuanya dengan uang. Jadi kita penting berbakti untuk membalas kebaikan orang tua yang tiada taranya,” ucapnya.

Sementara bagi Manta Mahesy Darma, siswa kelas 4 SD, peringatan Hari Ibu kali ini memiliki kesan tersendiri. Karena orang tuanya sedang bekerja, ia membasuh kaki salah satu gurunya. Doa dan harapan dari sang guru membuatnya seperti membasuh kaki orang tuanya sendiri. “Iya mama lagi kerja, jadi hari ini aku membasuh kaki ibu guru. Rasanya senang karena ibu gurunya juga senang tadi waktu aku basuh kakinya,” ujar Manta.

Pedy Harianto, relawan dalam pesan cinta kasihnya berpesan kepada anak asuh untuk selalu berbakti kepada orang tua. “Jasa orang tua itu tiada taranya. Jadi meski tiap tahun kita melakukan peringatan hari ibu, sebaiknya jangan saat peringatan saja kita berbakti kepada orang tua, tapi sebaiknya bisa dilakukan setiap saat, setiap hari,” pesan Pedy Harianto.

Pedy Harianto berinteraksi saat penyerahan bantuan beasiswa kepada Jessica Alexander.

Marcus Budimulia bersama istri, Hetty Sandra berbincang dengan ibu dari Joiceline Viliean Acelina dan Gisella Fionathalia saat penyerahan bantuan beasiswa.

Hetty Sandra, relawan yang lain juga membawakan perenungan bagi anak-anak. Ia menuturkan betapa besar kasih ibu sebagai pahlawan sejati bagi anak-anak.

“Ibu adalah pahlawan sejati bagi anak-anak. Pahlawan tidak selalu memakai jubah untuk tampil di medan perang, dalam kehidupan sehari-hari. Pahlawan bisa hadir dalam sosok sederhana, seperti ibu kita yang ada di rumah. Dialah yang bangun pagi-pagi dan tidur paling akhir. Dialah yang selalu memikirkan kita meski kita kadang lupa memikirkan ibu kita. Dengan penuh kasih dia merawat kita sejak kecil, mengajarkan nilai-nilai kehidupan, dan mendorong kita menjadi pribadi yang lebih baik seutuhnya.”

“Ibu adalah pahlawan yang tidak pernah meminta penghargaan. Senyumannya adalah kekuatan ketika kita sedang lemah, pelukannya adalah tempat berlabuh ketika dunia terasa melelahkan. Ia mengorbankan waktunya, tenaganya, bahkan mimpinya agar kita tumbuh dengan baik. Pengorbanan seperti ini hanya bisa dilakukan sosok pahlawan yaitu ibu. Mari kita merenung sejenak, sudahkah kita membahagiakan ibu kita? Sudahkan kita berterima kasih atas kasih sayang yang selama ini ia berikan?” ujarnya.

Budhi Dharmawira mencatat informasi dari anak asuh yang ditemani orang tuanya.

Sementara bagi Marcus Budimulia, relawan yang lain, peringatan Hari Ibu ini sebagai pengingat bahwa anak-anak itu harus selalu berbakti kepada orang tua. Walaupun mereka hidupnya terbatas di bawah bantuan, cuma orang tua itu tetap harus dihormati dan saling bekerja sama. 

Peringatan Hari Ibu ini menjadi agenda rutin yang dilakukan relawan Xie Li Head Office sebagai rangkaian dari penyerahan bantuan beasiswa dan juga penuangan celengan bambu.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Sejuta Kasih Sayang untuk Ibu

Sejuta Kasih Sayang untuk Ibu

08 Januari 2016
Keharuan mulai menyelimuti kegiatan ini, saat sampai pada acara pemberian bunga sembari mengucapkan maaf kepada sang bunda Suasana pun semakin haru, membuat setiap insan yang hadir ikut merasakan cinta kasih universal yang sangat mulia, tak terkecuali para relawan.
Momen Kehangatan Anak dan Orang Tua

Momen Kehangatan Anak dan Orang Tua

27 Mei 2016

Sebanyak 161 anak bersama orang tua hadir dalam perayaan Hari Ibu. Moment ini memberikan kehangatan dan keharmonisan hubungan antara anak dan orang tua. Tidak sedikit dari mereka yang terharu setelah mengikuti acara ini.

Baktiku Untuk Ibu

Baktiku Untuk Ibu

06 Januari 2016

Sebagai bentuk penghormatan kepada kasih seorang ibu, Yayasan Buddha Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Lampung mengadakan acara Peringatan Hari Ibu pada 9 Desember 2015 di Balai Karyawan Sungai Buaya Estate. Kegiatan ini dihadiri oleh tujuh penerima bantuan beasiswa dari Tzu Chi Sinar Mas dengan ditemani ibunya.

Kerisauan dalam kehidupan manusia disebabkan dan bersumber pada tiga racun dunia, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -