Tekun, Bersemangat, dan Bersuka Cita di Jalan Berkah dan Kebijaksanaan

Jurnalis : Yennie (He Qi Jakarta Barat 1), Fotografer : Jenny Tandika, Rachmat sudarmanto, Merry lie (He Qi Jakarta Barat 1)

Linda Budiman membimbing peserta memahami dan mempraktikkan budaya humanis dan tata krama. Mulai dari cara berpakaian yang rapi, sikap berjalan, hingga kebersamaan saat makan siang, peserta belajar menghadirkan rasa hormat, kesadaran, dan ketulusan. Latihan sederhana ini menanamkan nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pagi itu, Minggu, 29 Maret 2026, ruang Fu Hui Ting, Tzu Chi Center Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dipenuhi suasana hangat dan penuh makna dengan kehadiran relawan Tzu Chi. Sejak pukul 08.00 WIB, 64 peserta Pelatihan Abu Putih 2 dari komunitas He Qi Jakarta Barat 1 memasuki ruangan, masing-masing membawa niat yang sama untuk menata diri dan belajar menjadi relawan yang bijaksana.

Para peserta Pelatihan Abu Putih 2 didampingi 54 panitia He Qi Jakarta Barat 1 yang dengan tulus melayani, memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan tertib hingga pukul 15.00 WIB. Pelatihan Abu Putih 2 He Qi Jakarta Barat 1 menjadi momen mendalami ajaran Tzu Chi sekaligus meneguhkan tekad relawan dalam menapaki jalan kebajikan.

Acara diawali dengan penghormatan kepada Cheng Yen, dilanjutkan dengan lantunan Mars Tzu Chi, serta pembacaan 10 Sila Tzu Chi yang dipandu oleh Yuni Gunawan. Keheningan itu menjadi kesempatan bagi peserta untuk menenangkan pikiran, menata niat, dan bersiap menyelami rangkaian kegiatan. Ajaran Master Cheng Yen tentang menjaga satu niat baik terasa hidup di setiap detik pembukaan.

Ivana membuka materi dengan memperkenalkan Master Cheng Yen. Peserta tidak sekadar mendengar kisah, tetapi diajak merenung dan meneladani kehidupan beliau yang sederhana, teguh, dan penuh welas asih. Prinsip “hal yang benar, lakukan saja” beserta tiga resolusi hidup kejernihan pikiran, keteguhan menghadapi ujian, dan kesiapan memikul tanggung jawab menjadi pedoman bagi relawan dalam menghadapi tantangan dengan bijak.

Andy Wang mengajak peserta menyelami latihan batin dalam pelayanan. Tidak selalu ada penerimaan dan tidak selalu mudah, namun melalui rasa cukup, syukur, pengertian, dan kelapangan hati, setiap kesulitan menjadi ladang latihan batin. Hati ditempa agar tetap kuat sekaligus lembut, menumbuhkan ketenangan dan ketulusan dalam tindakan sehari-hari.

Materi Sì Shén Tāng (Empat Bahan Ramuan Tzu Chi) yang dibawakan Andy Wang mengajak peserta menyelami latihan batin dalam pelayanan. Tidak selalu ada penerimaan dan tidak selalu mudah, namun melalui rasa cukup, syukur, pengertian, dan kelapangan hati, setiap kesulitan menjadi ladang latihan. Hati ditempa agar tetap kuat sekaligus lembut, menumbuhkan ketenangan dan ketulusan dalam tindakan sehari-hari.

Kebersamaan semakin terasa saat sesi breakout per Hu Ai. Dalam lingkaran kecil, kisah sederhana mengalir secara alami. Beberapa peserta berbagi pengalaman, sementara yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian. Jarak seolah hilang, yang tersisa hanyalah rasa saling memahami dan merangkul, membangun kedekatan yang hangat dan tulus.

Materi pelestarian lingkungan yang dibawakan Suseno menekankan bahwa cinta kasih juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap bumi. Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan membawa dampak. Menjaga bumi menjadi bentuk nyata kepedulian yang lahir dari hati.

Linda Budiman membimbing peserta memahami dan mempraktikkan budaya humanis serta tata krama. Dari cara berpakaian yang rapi, sikap berjalan, hingga kebersamaan saat makan siang, peserta belajar menghadirkan rasa hormat, kesadaran, dan ketulusan. Latihan sederhana ini menanamkan nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Shao Qian Shao Yu” menekankan arti hidup sederhana dengan mengurangi keinginan. Gerakan tangan yang lembut menjadi bahasa tanpa kata, mengungkapkan kebersamaan, keselarasan, dan ketenangan batin. Momen ini membuat hati peserta terasa lebih ringan dan damai.

Paulus dari DAAI TV menampilkan tayangan “Mengobati Batin”, mengajak peserta melihat dunia dari sudut pandang positif. Meski arus informasi di luar sering dipenuhi hal negatif, kebaikan tetap ada, dan setiap orang dapat menjadi bagian dari perubahan itu. Tayangan ini menumbuhkan harapan dan menginspirasi masyarakat untuk menyebarkan kasih dan kebajikan.

Pada sesi Shou Yi (isyarat tangan) bertema “Shao Qian Shao Yu”, peserta diajak memaknai hidup sederhana dengan mengurangi keinginan. Gerakan tangan yang lembut menjadi bahasa tanpa kata yang mengungkapkan kebersamaan, keselarasan, dan ketenangan batin. Momen ini membuat hati peserta terasa lebih ringan dan damai.

Paulus dari DAAI TV Indonesia menampilkan tayangan “Mengobati Batin”, yang mengajak peserta melihat dunia dari sudut pandang positif. Meski arus informasi di luar sering dipenuhi hal negatif, kebaikan tetap ada, dan setiap orang dapat menjadi bagian dari perubahan tersebut. Tayangan ini menumbuhkan harapan dan menginspirasi untuk terus menyebarkan kasih dan kebajikan.

Rulita Sumaningtias, yang baru pertama kali mengikuti pelatihan relawan Abu Putih 2, mengungkapkan kebahagiaannya. Ia merasa hangat dalam kebersamaan serta mendapatkan banyak pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia berharap dapat terus belajar dan berjalan di jalan Tzu Chi.

Surya, Wakil Heqi Jakarta Barat 1, mengingatkan bahwa sebagai insan Tzu Chi, kita melangkah dengan landasan welas asih dan kebijaksanaan. Dalam setiap kegiatan yang dijalani bersama, pelayanan yang dilakukan tidak hanya memberi manfaat bagi sesama, tetapi juga menumbuhkan akar kebijaksanaan secara perlahan, sambil saling menguatkan dalam satu hati untuk menyebarkan visi dan misi Tzu Chi.

Menjelang penutupan, Surya selaku perwakilan He Qi Jakarta Barat 1 menyampaikan pesan cinta kasih yang menghangatkan hati. Ia mengingatkan bahwa sebagai insan Tzu Chi, setiap langkah harus dilandasi welas asih dan kebijaksanaan. Pelayanan yang dilakukan tidak hanya memberi manfaat bagi sesama, tetapi juga menumbuhkan akar kebijaksanaan dalam diri.

Koordinator kegiatan, Susanti, mengatakan bahwa pelatihan relawan ini menjadi sarana melatih diri sekaligus memperkuat kebersamaan. Ia berharap peserta terus bersemangat, tekun, dan bersuka cita dalam menanam benih kebajikan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan menyaksikan tayangan ceramah Master Cheng Yen berjudul “Tekun, Bersemangat, dan Bersuka Cita di Jalan Berkah dan Kebijaksanaan”. Dalam tayangan tersebut disampaikan bahwa setiap detik kehidupan adalah kesempatan untuk menanam benih kebajikan yang kelak akan bertumbuh dan berbuah.

Dengan tekun, semangat, dan sukacita dalam memberi, para relawan melangkah mantap di jalan berkah dan kebijaksanaan, menjadikan setiap langkah sebagai ladang kebajikan dan setiap tindakan sebagai wujud nyata cinta kasih bagi dunia.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Menjalin Jodoh Baik Setiap Kesempatan

Menjalin Jodoh Baik Setiap Kesempatan

17 Juni 2014 Pagi itu, relawan Tzu Chi bersama-sama akan mengadakan pelatihan relawan di jing Si Books and café Kelapa Gading
Menjalin Jodoh Baik di Jalan Tzu Chi

Menjalin Jodoh Baik di Jalan Tzu Chi

09 Maret 2023

Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Pekanbaru, mengadakan Pelatihan Relawan Abu Putih ke-1 pada Minggu, 26 Februari 2023. Kegiatan ini diikuti oleh 57 relawan dari beberapa wilayah di Kota Pekanbaru.

Mempererat Kekompakan Dengan Pelatihan Relawan Abu Putih

Mempererat Kekompakan Dengan Pelatihan Relawan Abu Putih

12 Juni 2025

Relawan Tzu Chi Tebing Tinggi mengadakan Pelatihan Relawan Abu Putih ke-3 pada Minggu, 1 Juni 2025 yang diikuti oleh 51 peserta yang berasal dari Tebing Tinggi, Tanjung Balai, dan Pematang Siantar.

Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -