Tetesan Cinta Kasih
Jurnalis : Indah Natalina (He Qi Timur), Fotografer : Fammy (He Qi Timur)|
|
| ||
Pada pukul 13.20 WIB, tim dari PMI yang dipimpin oleh seorang dokter tiba di lokasi. Setelah mempersiapkan semua alat yang akan dipergunakan, mereka mulai memeriksa peserta-peserta yang sudah mendaftar sejak pukul 12.30 WIB. 47 orang mendaftar untuk kegiatan donor darah kali ini. Meski harus menunggu cukup lama untuk diperiksa, para peserta tampak sangat antusias dan sabar menunggu. Para relawan Hu Ai Gading pun terlihat sibuk membantu tim dari PMI untuk memanggil dan membawa peserta ke dalam ruangan. Bapak Sutanto yang datang pukul 13.00 WIB sabar menunggu gilirannya. Meski diam saja, tapi ekspresinya terlihat gugup sekali. “Saya sebenarnya takut jarum,” ungkapnya. Namun demi kesehatannya, istrinya membujuknya untuk mendaftar. Ditemani oleh sang istri saat menunggu, Bapak Sutanto tidak banyak berbicara, hanya diam saja. Untungnya, relawan Hu Ai Gading duduk di sampingnya dan berbincang santai dengannya. Dengan adanya pendampingan dari relawan, Bapak Sutanto pun mulai melepas ketegangannya sedikit demi sedikit. Seusai donor, Bapak Sutanto mengatakan bahwa ternyata tidak seburuk yang dibayangkannya. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada relawan yang telah mendampinginya. Karena adanya niat yang baik dari relawan tersebut, peserta pun dapat melepaskan rasa takutnya terhadap jarum suntik.
Keterangan :
Meski kali ini peserta yang mendaftar 47 orang, tetapi yang bisa donor hanya 41 orang. Kegiatan pun berjalan dengan lancar dan selesai pukul 16.00 WIB. Para relawan Hu Ai Gading merasa sangat senang seusai kegiatan dan berharap kegiatan donor darah lain kali juga bisa sesukses kali ini. | |||
Artikel Terkait
Ingin Mencoba Komposcing di Rumah
28 Oktober 2009Berbagi Berkah Melalui Baksos Kesehatan
27 Mei 2015 Berawal dari jalinan jodoh dari pertemanan anggota Korem dengan relawan Tzu Chi, maka tercetus ide untuk melakukan bakti sosial pengobatan massal di Biak.








Sitemap