Tuang Celengan di Mall

Jurnalis : Putri Wiejaya (He Qi Tangerang), Fotografer : Putri Wiejaya, Sulianti Susilo (He Qi Tangerang)

Chitrawati sedang menuangkan celengan di acara penuangan celengan yang diselenggarakan di Supermal Karawaci. Ia juga ikut serta berkeliling mall untuk memberikan penjelasan singkat serta membagikan brosur kepada para tenant.

“Berdana bukanlah hak istimewa orang kaya, melainkan partisipasi dari orang-orang berniat baik”. Kata Perenungan Master Cheng Yen

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang kembali mengadakan kegiatan penuangan celengan pada Sabtu, 20 Juni 2026 di salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Tangerang, yakni Supermal Karawaci. Kegiatan ini disambut antusias oleh para relawan, tenant, dan juga pengunjung mall. Salah satunya adalah Chitrawati yang tampak bersemangat mengikuti kegiatan penuangan celengan dengan membawa dua celengannya sekaligus. Walau tak lagi muda, tapi usia itu tidak menjadi penghalang baginya untuk terus berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan Tzu Chi. Semangatnya menjadi inspirasi bahwa kebajikan dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa mengenal batas usia.

Sama halnya seperti Chitrawati, Dominikus Yola dan Angela Ika, yang merupakan sepasang suami istri ini pun turut bersemangat mengikuti kegiatan penuangan celengan. Di sela-sela kegiatan, mereka sempat berbagi kisah tentang perjalanan jalinan jodoh dengan Tzu Chi.

"Kami pertama kali mengenal Tzu Chi melalui seorang teman yang bekerja di DAAI TV. Setelah beberapa waktu mengamati para relawan Tzu Chi yang selalu bersungguh hati, ramah, santun, dan disiplin dalam melayani sesama, kami semakin tertarik untuk bergabung,” ucap Dominikus.

“Setelah bergabung, hidup kami terasa lebih bermakna karena memiliki kesempatan untuk membantu sesama. Kami merasa beruntung dan berbahagia dapat menjadi bagian dari Tzu Chi,” tambah Angela Ika.

Dominikus Yola mengumpulkan koin cinta kasih di beberapa tenant dan mengungkapkan terima kasih atas sumbangsih mereka.

Oei Yek Tju dengan penuh sukacita mengunjungi satu persatu tenant untuk menjalin interaksi dan menyebarkan semangat cinta kasih.

Ada juga Fransiska, yang merupakan relawan muda yang berpotensi dan memiliki semangat luar biasa dalam berbagai kegiatan. Baginya, selama mengikuti kegiatan penuangan celengan, ia merasa bahagia karena bisa satu tim dengan relawan lainnya dan bersama-sama memperkenalkan celengan Tzu Chi kepada tenant yang belum mengenal celengan cinta kasih.

“Walaupun ada beberapa outlet yang menolak dan sempat membuat saya merasa sedih, semangat serta energi positif dari para relawan lain membuat saya kembali bersemangat. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa dalam melakukan kebaikan tidak selalu semuanya berjalan mulus, tetapi dengan hati yang positif dan dukungan dari teman-teman relawan, kita dapat terus melangkah dan menebarkan cinta kasih kepada lebih banyak orang,” ucapnya senang.

Anton (relawan rompi) didampingi oleh bersama relawan lainnya bersemangat berkeliling tenant untuk mempermudah penuangan celengan.

Hasil dari pengumpulan koin dari setiap tenant dituangkan menjadi satu kumpulan cinta kasih. Hasil penuangan celengan ini akan dipergunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan Tzu Chi.

Momen penuangan celengan juga selalu memberi pengingat akan sejarah berdirinya Tzu Chi Taiwan yang mana untuk membantu masyarakat membutuhkan, Master Cheng Yen mengajak 30 orang ibu rumah tangga untuk menyisihkan uang belanja mereka sebesar 50 sen setiap harinya. Dana yang terkumpul itulah yang digunakan untuk membantu masyarakat sekitar. Dari langkah sederhana tersebut lahirlah semangat “Dana Kecil, Amal Besar”, yaitu dana kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi banyak orang.

Melalui celengan, setiap koin yang dimasukkan pun bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi sarana melatih diri dan menumbuhkan hati yang penuh rasa welas asih. Kebiasaan baik ini juga mengajarkan untuk senantiasa disiplin, memiliki rasa syukur, serta kepedulian terhadap orang lain karena dana yang terkumpul dari celengan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan yang dijalankan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Dengan demikian, setiap sumbangan, sekecil apa pun, dapat menjadi harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

SMAT di STIE Trisakti

SMAT di STIE Trisakti

09 Juni 2014 Celengan Bambu sendiri memiliki makna khusus bagi Isan Tzu Chi diseluruh dunia karena awal mulanya Yayasan Buddha Tzu Chi di Taiwan berdiri melalui celengan bambu ini.
Semangat Karyawan ASG Berbagi Melalui Celengan Bambu

Semangat Karyawan ASG Berbagi Melalui Celengan Bambu

22 Januari 2025

Penuangan celengan bambu karyawan Agung Sedayu Group (ASG) tengah berlangsung sejak tanggal 20-24 Januari 2025. Selasa pagi itu, 21 Januari 2025, giliran penuangan di ASG Tower PIK, Jakarta Utara.

Koin untuk Kemanusiaan

Koin untuk Kemanusiaan

16 Desember 2015
Paulus Moleonoto, Wakil Direktur Utama PT. Salim Ivomas Pratama Tbk. (tengah) turut menuangkan celengannya bersama karyawan perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis ini.
Hadiah paling berharga di dunia yang fana ini adalah memaafkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -