Para peserta kegiatan kepulangan Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) Tzu Chi Medan menyaksikan video Ceramah Master Cheng Yen di Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning.
Relawan Tzu Chi Medan komunitas Titi Kuning mengadakan acara kegiatan kepulangan Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) yang diikuti oleh 42 keluarga di Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning pada Minggu pagi, 2 Februari 2026. Kegiatan ini diadakan agar para Gan En Hu dan relawan lebih saling mengenal sekaligus mempererat kekeluargaan.
Acara ramah-tamah kali ini dibagi menjadi beberapa sesi yakni dari menonton bersama video Ceramah Master Cheng Yen, dialog interaktif tentang bahaya narkoba, minuman keras dan rokok, serta pemberian penghargaan kepada para anak asuh Tzu Chi yang berprestasi.
Pada saat dialog interaktif, relawan berbagi pengetahuan tentang bahaya narkoba, minuman keras dan rokok. Narkoba dan alkohol mengandung zat yang merusak otak dan tubuh serta menimbulkan kecanduan serta menghilangkan kesadaran. Sedangan seperti yang telah diketahui, rokok mengandung ribuan zat beracun. Menjaga tubuh dari narkoba, minuman keras, dan rokok berarti menjaga masa depan, kesehatan, serta kebahagiaan diri dan keluarga. Melindungi diri dapat dilakukan dengan prinsip kuat, pergaulan sehat, pengetahuan serta gaya hidup yang positif.
Relawan Tzu Chi Medan, Jumin membawa pesan kepada para hadirin untuk senantiasa waspada dengan efek yang disebabkan oleh narkoba, minuman keras dan rokok.
Selain diskusi, para peserta juga diajak untuk mendengarkan sharing dari salah satu relawan yang berhasil mengajak pasangan hidupnya berhenti merokok guna mewujudkan sebuah masa depan berkeluarga yang baik. Walaupun dari latar belakang yang berbeda, Luimona tulus ingin membina masa depan berkeluarga dengan Dedy Lam yang waktu itu masih perokok berat dan kurang memiliki arah kehidupan yang pasti.
“Tabiat buruk seseorang itu sulit dirubah. Tetapi pikiran adalah pelopor segalanya. Dengan kekuatan tetesan cinta kasih yang terus menerus saya curahkan, akhirnya beliau berhasil berhenti merokok selamanya. Selain itu, saya juga berhasil mendampingi beliau hingga terwujudnya sebuah kehidupan rumah tangga yang harmonis dan lebih layak,” kenang Luimona dengan penuh sukacita.
Dalam sesi dialog interaktif, Dedy Lam dan Luimona berbagi kesaksian tentang mewujudkan sebuah keluarga yang harmonis.
Selain anak asuh, kegiatan kali ini juga diikuti para menerima bantuan biaya hidup, pengobatan, dan lainnya. Para Gan En Hu ini juga ikut berbagi kisahnya. Alya yang saat ini duduk di bangku XI SMK sudah sekitar dua tahun menerima bantuan anak asuh dari Tzu Chi. Ia pun bersyukur dengan bantuan yang diberikan Tzu Chi dan bertekad untuk terus berjuang mengarungi kehidupan. Alya juga berharap untuk bisa melanjutkan ke jenjang kuliah dan mulai meniti sebuah kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya kelak. Ia pun sudah mulai menabung dengan bekerja paruh di setiap kesempatan.
“Sangat bersyukur dengan bantuan Tzu Chi dan juga pendampingan relawan selama ini. Ulasan bahaya narkoba tentunya sangat menambah wawasan. Sebagai seorang perempuan, kita juga bisa terus memperdaya hidup ini melalui contoh keteladanan relawan Luimona,” Ucap Alya penuh syukur.
Jocelyn, salah satu anak asuh yang berprestasi merasakan sukacita dan bersyukur selalu mendapatkan manfaat setiap mengikuti acara kepulangan para penerima bantuan Tzu Chi.
Anak asuh lainnya yang turut hadir adalah Jocelyn yang saat ini duduk di bangku 9 SMA. Ia adalah seorang anak yang berprestasi. Sejak orang tuanya berpisah, Jocelyn juga harus membantu ibunya menyambung hidup dengan berjualan makanan dan juga merawat kakek-neneknya yang sudah jompo. Sama hal dengan Alya yang tidak gampang menyerah dengan keadaan, Jocelyn bertekad untuk terus kuat, meniti asa dan turut membantu keluarga keluar dari keterpurukan.
“Dari relawan Tzu Chi, saya belajar untuk selalu semangat dan maju terus walau apapun itu hambatannya. Acara kepulangan penerima bantuan ini banyak memberikan wawasan dan yang terpenting adalah curahan perhatian dari semuanya. Hidup ini tidak selalu sesuai kenyataan, tetapi cinta kasih adalah kekuatan terbesar untuk terus lanjut berjuang,” ungkap Jocelyn.
Yenni, salah satu relawan, berharap kedepannya dan para penerima bantuan Tzu Chi juga turut membawa pesan Master Cheng Yen dalam kehidupannya. "Selain merawat kesehatan, cara terbaik membalas tubuh pemberian orang tua kita ini adalah dengan berbuat kebaikan. Semoga ulasan yang disampaikan bermanfaat. Seperti apa yang disampaikan oleh para pembicara, tabiat buruk memang susah dikikis, tetapi semoga dengan ketulusan dan himpunan kekuatan cinta kasih dapat mewujudkan sebuah keluarga yang harmonis dan tentunya, dunia yang lebih baik buat generasi penerus," ujar Yenni menutup acara ramah-tamah hari ini.
Editor: Arimami Suryo A