Tzu Chi Rampungkan Renovasi 500 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Bandung

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung) , Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Wakil Ketua Tzu Chi Bandung, Henking Wargana memberikan sambutan serta ucapan selamat kepada warga yang telah menerima bantuan renovasi rumah tidak layak huni.

Hari itu menjadi momen yang tak akan dilupakan bagi 31 keluarga penerima manfaat program renovasi rumah tidak layak huni. Pada Kamis, 18 Juni 2026, relawan Tzu Chi berkumpul di Kantor RW 13, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung untuk serah terima kunci rumah yang telah selesai direnovasi. Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni dari Tzu Chi Indonesia yang berkolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, dalam merenovasi 500 rumah tidak layak huni di empat kecamatan di Kota Bandung kini telah rampung.

Di balik setiap kunci yang diserahkan, ada cerita panjang tentang atap yang dulu bocor ketika hujan, dinding yang mulai rapuh, serta lantai yang rusak. Hari ini, semua itu telah berganti menjadi rumah yang lebih layak dan nyaman. Tujuannya bukan hanya membangun fisik rumah, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi para penerima manfaat. Rumah menjadi tempat cita-cita tumbuh dengan hangat. Setiap perjalanan kehidupan berawal dari rumah, sebagai titik awal menuju masa depan yang lebih cerah.

“Hari ini kita penyerahan kunci untuk 31 keluarga yang telah direnovasi rumahnya, puji Tuhan kita sudah selesai untuk renovasi 500 rumah. Diharapkan rumah ini bukan hanya membagun fisik tapi tumbuhnya harapan keluaga dan lebih sehat,” ucap Wakil Ketua Tzu Chi Bandung, Henking Wargana.

Perjalanan program ini tidak berlangsung begitu saja. Berbagai kendala terus dihadapi oleh para relawan. Namun, dengan tekad yang kuat untuk memberikan hunian yang layak bagi warga, relawan Tzu Chi terus bergandengan tangan dan bersatu hati hingga program ini dapat terselesaikan.

“Perjalanan program ini kita dihadapi kendala pastinya tapi relawan kita memilki tekad kuat untuk memberikan tempat tinggal yang layak. Relawan punya cinta kasih yang luar biasa sehingga program ini selesai dan semoga apa yang kita lakuakn bisa menumbuhkan cinta kasih, “tambahnya.

Lurah Babakan, Dewi Waryanti (tengah) mengapresiasi program renovasi rumah yang dijalankan oleh Tzu Chi Indonesia karena memberikan dampak baik bagi warganya.

Dengan suasana yang penuh sukacita, relawan Tzu Chi Bandung menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada warga sebagai pertanda telah dirampungkannya renovasi rumah mereka.


Hal ini turut diapresiasi oleh Lurah Babakan, Dewi Waryanti. Menurutnya, program ini memberikan dampak yang baik bagi warganya. Selain mendapatkan bantuan renovasi rumah, warga juga memperoleh kesempatan untuk hidup lebih sehat dan bersih dengan tempat tinggal yang kini lebih nyaman dan layak huni.

Alhamdulillah kita ada penyerahan kunci di kelurahan babakan ini total ada 132 penerima, senang ya mereka mendapatkan bantuan dari Tzu Chi. Program ini memberikan dampak yang baik, hunian yang layak bisa juga menunjang kesehatan yang lebih baik juga. Saya ucapkan sangat terima kasih banyak sekali pada Tzu Chi,” ucap Dewi Waryanti.

Rumah, Tempat Tumbuhnya Harapan Baru
Bagi sebagian warga, rumah sederhana ini menyimpan banyak cerita perjuangan. Atap yang dulu bocor ketika hujan, dinding yang rapuh, hingga kondisi rumah yang membuat keluarga harus menjalani hari-hari dengan penuh keterbatasan, perlahan berubah menjadi harapan baru.

Robiah, seorang ibu dengan satu anak berkebutuhan khusus, berjuang menghidupi keluarganya dengan berjualan cangkang ketupat. Usaha yang ia lakoni merupakan usaha turun-temurun dari orang tuanya. Meski begitu, penghasilannya tidak cukup untuk memperbaiki rumahnya agar menjadi layak huni.

Salah satu penerima bantuan renovasi rumah, Robiah bersama anaknya saat membuat cangkang ketupat. Robiah menafkahi keluarganya dari penghasilan berjualan cangkang ketupat.

“Saya jualan itu buat cangkang ketupat dari turun termurun, enggak nentu juga penghasilannya berapa, hanya cukup ya buat makan aja boro-boro (jangankan untuk) benerin rumah, mau gimana lagi yang penting bisa makan aja dulu “ucap Robiah.

Cangkang ketupat telah menjadi pegangan hidup Robiah sejak lama. Ia kerap mendapatkan pesanan hingga 3.000 cangkang ketupat dalam sehari. Akan tetapi, jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sehari bisa 3.000 cangkang tapikan enggak menentu, punya anak juga enggak kerja (berkebutuhan khusus) dia bantu saya bikin cangkang ketupat,” tambahnya.

Saat mendengar adanya program renovasi rumah tidak layak huni, Robiah yang menjadi salah satu penerima manfaat merasa sangat bahagia. Rumah yang ia tempati bersama anak dan dua saudaranya dulu hanya berdiri dengan dinding bambu dan atap yang bocor. Kini, rumah tersebut telah berdiri lebih kokoh dengan dinding bata dan atap yang tidak lagi dikhawatirkan roboh.

“Seneng sekali dapat bantuan, dulu rumah bocor kalau tidur juga ya dienak-enakin aja. Dinding juga pada rapuh enggak ada acian temboknya. Sekarang Alhamdulillah bagus sekali, enggak kebayang bisa dapat rumah sebagus ini,” haru Robiah.

Salah satu penerima bantuan renovasi rumah, Suherman (tengah) menyambut hangat kedatangan relawan Tzu Chi yang melakukan kunjungan ke rumahnya yang telah selesai direnovasi.

Hal serupa juga dirasakan oleh penerima manfaat lainnya, Suherman. Ia mengaku tidak menyangka rumahnya dapat berubah menjadi lebih layak dan nyaman.

“Saya senang sekali enggak nyangka rumah saya bisa sebagus ini. Saya enggak bisa bikin rumah senyaman ini buat keluarga saya. Sekarang anak-anak bisa tidur enak enggak takut atap rapuh lagi” ungkap Suherman.

Bekerja sebagai buruh harian, Suherman hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Terlebih lagi, dua dari tiga anaknya masih duduk di bangku sekolah. Tak jarang, istrinya juga membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan menjual makanan ringan, meski penghasilannya tidak menentu.

Penyelesaian renovasi 500 rumah tidak layak huni ini menjadi bukti bahwa kepedulian dapat menghadirkan perubahan nyata. Setiap rumah yang direnovasi membawa cerita tersendiri tentang keluarga yang kembali merasa aman, anak-anak yang memiliki ruang tumbuh lebih nyaman, serta orang tua yang dapat menjalani hari-hari dengan lebih tenang.

Tampilan bagian depan rumah Suherman yang telah selesai direnovasi oleh Tzu Chi Indonesia tampak lebih bersih dan nyaman untuk ditempati.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Serah Terima Kunci Rumah Program Renovasi Rumah Tak Layak Huni di Bandung

Serah Terima Kunci Rumah Program Renovasi Rumah Tak Layak Huni di Bandung

15 September 2025

Program Bebenah Kampung hasil kolaborasi Kementerian PKP dan Tzu Chi menyerahkan kunci rumah layak huni di Bandung. Dari total 500 target renovasi, 126 rumah sudah rampung.

Doa di Rumah Tua Itu Akhirnya Terjawab

Doa di Rumah Tua Itu Akhirnya Terjawab

05 Juni 2025

Di rumahnya yang sudah tua dan rusak parah, Iis selalu berdoa suatu saat rumahnya bisa diperbaiki. Harapannya terkabul ketika Tzu Chi datang membantu merenovasi rumahnya yang merupakan rumah warisan dari orang tuanya.

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Bagai Asa yang Terjawab

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Bagai Asa yang Terjawab

23 Juli 2025

Kisah Dede Junaedi, warga penerima bantuan Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni dari Tzu Chi Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat yang terharu karena rumahnya akan diperbaiki.

Orang yang mau mengaku salah dan memperbaikinya dengan rendah hati, akan mampu meningkatkan kebijaksanaannya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -