Tzu Ching Bandung Hibur Anak-anak Penyintas Longsor Cisarua

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung) , Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Tzu Ching Bandung menghibur anak-anak penyintas bencana longsor di Cisarua Kab. Bandung Barat.

Bencana longsor yang melanda wilayah Cisarua Kab. Bandung Barat meninggalkan jejak duka dan trauma, terutama bagi anak-anak. Di tengah kondisi tersebut, relawan muda Tzu Ching Bandung hadir membawa kehangatan dan harapan melalui kegiatan trauma healing di posko pengungsian.

Dengan semangat cinta kasih dan kepedulian, para relawan menyapa anak-anak satu per satu, mengajak mereka bermain, bernyanyi, serta berkreasi melalui kegiatan mewarnai dan membuat karya sederhana. Aktivitas ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan perlahan melepaskan ketakutan yang masih tersimpan akibat bencana.

Perli (tengah) relawan BNN (Badan Narkotika Nasional) Kab. Bandung Barat yang juga sebagai Koordinator Posko Trauma Healing sangat mengapresiasi kedatanngan Tzu Ching untuk menghibur anak-anak.

Keceriaan mulai terlihat saat tawa anak-anak kembali mengisi area posko. Di balik permainan sederhana, terselip perhatian tulus dari para relawan yang dengan sabar mendampingi, mendengarkan cerita, serta memberikan sentuhan kasih agar anak-anak merasa aman dan diperhatikan.

“Kami membantu dan memberikan perhatian kepada anak-anak yang terkena bencana. Kami bawa mainan buat anak-anak, bawa bola dan mobil-mobilan, terus ada makanan ringan juga. Semoga mereka happy dan mainan yang kita bawa bisa bermanfaat untuk anak-anak” ujar Riska Purwasari relawan Tzu Ching.

Selain pendampingan psikososial, Tzu Ching Bandung juga membagikan makanan kepada anak-anak dan keluarga penyintas. Sajian sederhana ini menjadi wujud kepedulian nyata, sekaligus penguat bagi para penyintas yang tengah berjuang bangkit dari keterbatasan.

Dalam kegiatan ini, relawan mengajak anak-anak penyintas bencana dengan berbagai aktifitas, seperti bernyanyi, menggambar dan bercerita

Warga menyambut hangat kegiatan tersebut dan mengapresiasi kehadiran para relawan. Bagi mereka, perhatian terhadap kondisi batin anak-anak sama pentingnya dengan pemulihan fisik pascabencana.

“Terima kasih juga ada kunjungan dari teman-teman Tzu Chi untuk menghibur anak-anak di sini. Awalnya mereka sulit untuk berbaur tapi dengan adanya teman-teman, mereka sangat ceria diajak bermain, buat karya, menggambar. Mereka sangat terhibur,” cerita Perli, relawan BNN (Badan Narkotika Nasional) Kab. Bandung Barat yang juga sebagai Koordinator Posko Trauma Healing.

Sebanyak 40 anak yang berada di posko pengungsian ini, mereka termasuk ke dalam zona merah. Dimana wilayah tersebut merupakan zona paling terdampak bencana, tidak sedikit dari mereka yang kehilangan keluarga, kerabat dan saudarnya.

Anak-anak diajak untuk mendengarkan cerita yang dibawakan oleh Tzu Ching.

Salah satunya Bilqis, anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas empat, bersyukur keluarganya terselamatkan dari bencana namun ia kehilangan teman-temannya. “Iya teman aku banyak meninggal mereka suka main sama aku, sekarang udah gak bisa main lagi,” lirih Bilqis.

Selama sepuluh hari Bilqis dan anak-anak lainnya harus menempati pokos pengungsian di halaman Masjid. selama itulah mereka menghabiskan waktu dengan kondisi seadanya. “Sepuluh hari aku di sini ya aku main barang sama yang lain dan makan dimasakin sama tentara. Seneng ada kakak tadi bisa main nyanyi juga dan pakai topeng juga. Makasih kakak,” lanjut Bilqis.

Antusias anak-anak begitu semangat ketika mereka diajak bermain Bersama.

Bencana tanah longsor yang terjadi secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah Desa Pasirlangu pada Sabtu, 24 Januari 2026 lalu membuat trauma yang mendalam bagi warga terutama anak-anak.

Diharapkan melalui kegiatan ini, Tzu Ching Bandung meneladani semangat Tzu Chi dalam mengamalkan cinta kasih universal, hadir bukan hanya untuk memberi bantuan materi, tetapi juga untuk menyentuh hati dan menumbuhkan harapan. Di tengah luka akibat bencana, benih-benih kebahagiaan kembali disemai, menguatkan langkah kecil anak-anak menuju masa depan yang lebih baik.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Sumbangsih Tzu Chi Padang untuk Palu dan Lombok

Sumbangsih Tzu Chi Padang untuk Palu dan Lombok

09 November 2018

Tzu Chi Padang menggalang dana untuk membantu mewujudkan 3.000 rumah di Lombok dan Palu dengan mengadakan Bazar Amal. Mereka juga menggalang dana dengan datang langsung ke berbagai pusat keramaian di Padang.


Banjir Manado: Para Pahlawan Hati

Banjir Manado: Para Pahlawan Hati

14 Februari 2014 Kalimat di atas adalah kutipan lirik lagu “Satu Keluarga” yang sudah sangat sering kita dengar di Tzu Chi, tetapi baru kali ini benar-benar saya rasakan keindahannya.
Atlet Bulu Tangkis Kenamaan Indonesia Lelang Bersama Tzu Chi

Atlet Bulu Tangkis Kenamaan Indonesia Lelang Bersama Tzu Chi

26 November 2018

Yayasan Buddha Tzu Chi bekerja sama dengan Komunitas Bulu tangkis Indonesia (KBI) menyelenggarakan penggalangan dana, lelang amal, dan eksebisi bertajuk “Bulu tangkis Indonesia Peduli Palu Donggala” yang diadakan di Fountain Atrium, West Mall Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (24/11). Sejumlah atlet bulu tangkis kenamaan Indonesia melelang jersey dan raket mereka.


Sikap jujur dan berterus terang tidak bisa dijadikan alasan untuk dapat berbicara dan berperilaku seenaknya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -