Uluran Cinta Kasih di Pulau Perlis

Jurnalis : Rahma Mandasari (DAAI TV Medan), Fotografer : Pieter Chang (Tzu Chi Medan)
 
 

fotoSeorang dokter di poli THT sedang memeriksa kesehatan warga Pulau Perlis.

 

Yayasan Buddha Tzu Chi menggelar baksos yang meliputi pemeriksaan kesehatan mata, kulit, THT, dan gigi di Pulau Perlis Kecamatan Brandan Barat, Pangkalan Brandan Sumatera Utara pada Minggu 10 Juli 2011. Ratusan relawan Tzu Chi yang juga terdiri dari Tzu Ching (relawan remaja) beserta tim dokter RSU Adam Malik dan tim Medis Tzu Chi melayani pengobatan gratis bagi 1.087 penduduk Pulau perlis yang rata-rata taraf kehidupan ekonominya masih rendah.

 

Belum lagi lingkungan tempat tinggal mereka yang dikelilingi sampah akibat terbawa air laut pasang sebagai indikator pencemaran laut.Minimnya fasilitas umum seperti jembatan penghubung dermaga dan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan tenaga medis spesialis semakin memperburuk kondisi kesehatan warga.

Baksos perdana ini dipusatkan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Perlis dan didukung penuh oleh Pemkab Langkat dengan mengambil tema ''Sehat Dimulai Dari Sikap Hidup dan Nurani Bersih Serta Menjalin Silaturahmi''. Ribuan warga dari berbagai usia yang telah mendapat kupon langsung memadati lokasi baksos sejak pagi.

foto  foto

Keterangan :

  • Sampah yang terbawa oleh air laut pasang menumpuk di kolong rumah warga sehingga menjadi ancaman bagi kesehatan warga. (kiri)
  • Sejumlah warga tinggal di rumah panggung di atas air. Kondisi jembatan tempat tinggal warga yang dibuat dari papan kayu bekas sangat memprihatinkan.(kanan)

Dari ribuan pasien baksos, jumlah penderita penyakit mata adalah yang terbanyak, yakni 495 orang. Ada beberapa yang terjaring sebagai pasien operasi katarak pada pemeriksaan awal yang dijadwalkan menjalani operasi di Puskesmas Stabat pada Sabtu 16 Juli 2011. Kebanyakan warga menderita rabun jauh dan dekat sehingga panitia juga membagikan 226 kacamata. Sementara jumlah pasien poli gigi sebanyak 189, kulit 247, dan THT 156 orang. Rata-rata pasien menderita berbagai penyakit dalam kurun waktu yang cukup lama. “Tujuan baksos ini sebenarnya mengamalkan ajaran Master Cheng Yen, yaitu memperhatikan khalayak bawah dan meningkatkan kesehatan masyarakat pesisir,” ungkap Mimi selaku koordinator baksos.

foto  foto

Keterangan :

  • Di sela kegiatan baksos, para relawan juga melakukan pembagian paket cinta kasih Tzu Chi kepada para pasien. (kiri)
  • Secara simbolis Ketua Tzu Chi Kantor Penghubung Medan Mujianto (tengah) menyerahkan suvenir pada Sekda Kab. Langkat Surya Dzaisah (kiri) dalam acara pembukaan baksos.
    (kanan)

Pada kesempatan ini relawan juga membagikan paket cinta kasih yang terdiri dari beras dan bahan pokok lainnya kepada pasien baksos. Uluran tangan penuh cinta kasih dari relawan telah menyentuh banyak jiwa di pulau ini karena bantuan yang diberikan sangat berarti bagi mereka. ''Sebenarnya bagus juga sih untuk orang yang tidak mampu, karena kalau mau ke spesialis mata kan mahal,'' ujar Ilin, salah satu pasien poli mata saat ditanyai pendapatnya tentang baksos Tzu Chi.

  
 

Artikel Terkait

Menginspirasi Para Siswa Melalui Lomba Budaya Humanis

Menginspirasi Para Siswa Melalui Lomba Budaya Humanis

05 April 2019

Setelah pada tahun 2018 Lomba Budaya Humanis dilaksanakan untuk pertama kalinya di Xie Li Semitau, pada tahun 2019 perlombaan tersebut kembali dilaksanakan di sekitar wilayah komunitas relawan lainnya, seperti Xie Li Kalimantan Selatan 1 dan Xie Li Kalimantan Selatan 2.

Suara Kasih : Pertemuan Para Bodhisatwa

Suara Kasih : Pertemuan Para Bodhisatwa

01 Desember 2010
Insan Tzu Chi di Indonesia sungguh mengikuti jejak langkah Tzu Chi Taiwan dengan rapat. Mereka telah mengemban misi amal, kesehatan, pendidikan, budaya humanis, dan Delapan Jejak Dharma. Kita dapat melihat mereka mengemban misi Tzu Chi dengan penuh ketulusan dan berlandaskan pada pandangan, keyakinan, serta pikiran yang benar.
Gempa Jepang : Gerak Sigap Tzu Chi

Gempa Jepang : Gerak Sigap Tzu Chi

15 Maret 2011 Yayasan Buddha Tzu Chi telah mendirikan pusat koordinasi bantuan di Hualien, Taiwan untuk mengikuti perkembangan di daerah bencana dan mengoordinasikan upaya-upaya pertolongan bagi korban gempa bumi besar yang mengguncang Jepang.
Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -