Dulu Dibantu Sekarang Membantu
Jurnalis : Yuliati, Fotografer : Yuliati|
|
|
||
|
Pemuda berusia 23 tahun ini memiliki latar belakang sebagai anak asuh Tzu Chi sejak Sekolah Dasar (SD) sampai lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Setelah lulus SMA ia mencari pekerjaan, hingga ia menemukan sebuah pabrik triplek yang belum lama berdiri di daerahnya. Dan pada kesempatan ini, Joko memiliki jalinan jodoh baik dimana jadwal pembagian bantuan Tzu Chi bersamaan dengan jadwal libur sif yang dimilikinya. Mendengar kehadiran Tzu Chi di Pati untuk membagikan paket bantuan dan membutuhkan tenaga untuk membantu selama pembagian kupon dan paket bantuan banjir, ia langsung memutuskan untuk ikut tergabung dalam kerelawanan Tzu Chi. “Dari dulu sampai sekarang saya orang tidak mampu. Dulu saya dibantu (Tzu Chi) dengan cinta kasih sekarang saya bantu tenaga dengan tulus hati,” ungkap pemuda penuh rendah hati ini. Dengan penuh antusias, Joko bersama timnya menuju kantor Kepala Desa Doro Payung yang menjadi satu dari 11 titik sasaran pembagian kupon bantuan banjir yang tersebar di Kecamatan Juwana. Banyaknya jumlah penduduk di daerah ini, maka relawan dipecah-pecah berdasarkan RT (Rukun Tetangga). Joko pun memiliki jalinan jodoh dengan warga Desa Doro Payung, Juwana. Dengan didampingi ketua RT setempat, Joko menyusuri rumah-rumah warga-warga di lokasi RT 08 di Desa Doro Payung, Juwana.
Keterangan :
Senyum ramah ditunjukkan oleh Joko saat memberikan kupon bantuan paket banjir. Ia juga menjelaskan maksud kehadirannya di rumah para warga. Joko yang nampak masih kurang percaya diri terus menunjukkan budaya humanis yang dimiliki oleh Tzu Chi. Bahkan ia selalu mengingatkan warga yang menerima kupon bantuan mengenai waktu pengambilan bantuan paket banjir. Warga pun membalas keramahan yang dilakukan oleh Joko kepada mereka. Joko sangat terlihat antusias dengan apa yang telah dilakukannya bersama Tzu Chi. “Saya merasa senang bisa bantu orang-orang yang terkena bencana,” ungkap pemuda yang saat kecil bercita-cita menjadi polisi ini. “Dan semoga bisa bermanfaat untuk mereka (warga penerima bantuan),” tambahnya. Joko juga berharap agar Tzu Chi di Pati bisa berjalan seperti dulu. Semangat sumbangsih Joko terlihat kuat, seperti yang dilakukannya saat ia masih menjadi seorang pelajar. Walaupun dari keluarga ekonomi kurang mampu namun ia terus ingin bersumbangsih untuk membatu orang lain melalui celengan bambu. “Bisa nabung sedikit demi sedikit untuk membantu orang lain. Nggak merasa keberatan, karena (celengan) untuk membantu orang lain lagi,” kenang anak bungsu dari lima bersaudara ini. Sekarang ia ingin kegiatan Tzu Chi di pati bangkit kembali. Walaupun Joko sudah tidak memiliki kedua orang tua sejak masih belia dan hidup sendiri, namun jiwa menolong orang lain terus ia kembangkan. Bahkan ia juga menyatakan kesanggupannya untuk turut merapatkan barisan kerelawanan Tzu Chi untuk menebarkan cinta kasih ke seluruh penjuru Pati, daerah kelahirannya. |
|||
Artikel Terkait
Rumahnya Direnovasi, Oma Vonny Kini Tak Khawatir Lagi
23 Desember 2020Melalui program Bedah Rumah, Tzu Chi Bandung memberikan bantuan renovasi rumah kepada Vonny (79), warga Kelurahan Kebun Jeruk, Andir, Kota Bandung. Rumah Oma Vonny kini terlihat indah dan sehat. Ia pun tak perlu khawatir ketika hujan tiba, atap yang kokoh berlapis baja ringan siap menangkal air hujan masuk ke dalam rumahnya.
Menyapa Warga Lewat Ribuan Paket Cinta Kasih Natal
22 Desember 2025Menyambut Natal 2025, Tzu Chi Pekanbaru memberikan 1.796 paket cinta kasih kepada masyarakat Kota Pekanbaru yang membutuhkan. Paket berisi 10 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula, dan 5 bungkus mi Daai.
Indahnya Kasih di Dunia
21 Juli 2020Setelah mengetahui barang bantuan yang dibutuhkan pasca kebakaran di Panti Asuhan Pondok Taruna, Senin 20 Juli 2020, pukul 15.00 WIB, Edi Sheen, relawan Tzu Chi segera membawa barang bantuan menuju panti asuhan dan diserahkan ke pengurus panti.








Sitemap