Selasa, 13 April 2021
Indonesia | English

Kesadaran Yang Membuahkan Kebajikan

03 Maret 2021 Jurnalis : Agusmaniar Leni, Calvin (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)
Fotografer : Calvin, Abdul Rahim (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)


Minggu, 28 Februari 2021, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun bekerja sama dengan PMI mengadakan donor darah. Sebanyak 18 relawan berpartisipasi pada kegiatan ini.

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung landai di Indonesia meningkatkan kewaspadaan masyarakat saat melakukan berbagai aktivitas yang berkontak fisik dengan orang lain. Di satu sisi, hal tersebut juga menyebabkan persediaan kantong darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menurun. Untuk itu pada Minggu, 28 Februari 2021, Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun bekerja sama dengan PMI mengadakan donor darah, di Kantor Tzu Chi Karimun.

Pagi yang cerah, sekitar pukul 09.00 WIB, para relawan dan petugas PMI sudah siap menerima para pendonor. Pelaksanaan donor darah ini sangat menerapkan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, mengecek suhu tubuh dan menjaga jarak dengan orang lain.


Relawan sedang menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah kepada para pendonor mulai dari memakai masker, mencuci tangan, mengecek suhu tubuh, dan menjaga jarak.

Salah satu pendonor, Herman Akham (52), anggota DPRD Karimun, baru pertama kali mengikuti donor darah yang diadakan Tzu Chi dan PMI. Ia mengaku terkesan karena prosesnya sangat efisien dan nyaman. Ditambah lagi keramahan relawan dalam menyambut dan mendampingi para pendonor.

"Mendonorkan darah ini sangat penting untuk saling membantu sesama, masih banyak di rumah sakit yang membutuhkan kantong darah untuk penyembuhan pasien. Saling berbagi bukanlah hal yang rugi karena saling berbagi adalah suatu kebahagian bersama. Di masa pandemi ini diharapkan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi tetap selalu bersedia membantu untuk yang membutuhkan," tuturnya.


Herman Akham mengaku selalu bersedia mendonorkan darahnya untuk membantu sesama.

Tak sedikit orang yang sangat ingin mendonorkan darahnya, tetapi rasa takut dengan jarum membuat mereka ragu. Salah satu pendonor, Yenny (35) juga sangat takut dengan jarum suntik. Tetapi suatu ketika papanya membutuhkan darah, ia kebingungan mencari darah karena stok PMI yang selalu kurang atau kosong.

Saat itu ia dan adiknya tidak bisa mendonorkan darahnya karena sedang haid. Ia pun mendapatkan saran dari temannya untuk meminta bantuan kepada relawan Tzu Chi mencarikan darah yang dibutuhkan papanya. Jalinan jodohnya pun terjalin dengan Tzu Chi.

Setelah kejadian tersebut, ia sadar bahwa PMI selalu kewalahan dalam mencari darah untuk para pasien yang membutuhkan. Pintu hatinya pun terbuka untuk melawan rasa takutnya terhadap jarum suntik agar bisa membantu sesama dengan mengikuti donor darah.


Yenny melawan rasa takutnya terhadap jarum suntik dengan kesadaran bahwa masih banyak orang yang membutuhkan bantuan dengan setetes darahnya.

"Awalnya saya berpikir hal yang mengerikan tentang donor darah, rupanya mendonor darah itu tidaklah masalah jika kita selalu jaga kesehatan. Saya pun berniat untuk ikut membantu saudara-saudara yang membutuhkan darah dengan memberanikan diri untuk mengikuti kegiatan donor darah yang diadakan Tzu Chi dan PMI,” ungkapnya.

Pada kegiatan ini terkumpul 25 kantong darah yang akan disalurkan kepada para pasien yang membutuhkan darah di rumah sakit nantinya. Seperti Kata Perenungan Master Cheng Yen yang berbunyi "Bertambahnya satu orang baik di dalam masyarakat, akan menambah sebuah karma kebajikan di dunia."

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 352 kali


Berita Terkait


Relawan Pekanbaru Menebar Cinta Kasih Melalui Donor Darah

09 Maret 2021

Selalu Berupaya Sepenuh Hati

21 Januari 2021

Menjalani Tekad Di Tengah Ketidakpastian

13 November 2020

Kekuatan Kebajikan dan Semangat Kemanusiaan di Tengah Pandemi

16 September 2020

Langkah Pertama Menuju New Normal

23 Juli 2020


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Apa yang kita lakukan hari ini adalah sejarah untuk hari esok.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat