Kunjungan ke Panti Tuna Sosial Babat Jerawat
Jurnalis : Ronny Suyoto (Tzu Chi Surabaya), Fotografer : Ronny Suyoto (Tzu Chi Surabaya)
Untuk kesekian kalinya, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Surabaya mengadakan kunjungan rutin ke Pondok Tuna Sosial Babat Jerawat Benowo Surabaya pada hari Kamis tanggal 17 November 2005. Panti ini merupakan tempat penampungan para penderita kusta. Dari data terakhir yang diperoleh, sejumlah 63 kepala keluarga menghuni kompleks panti seluas kira-kira 2 hektar ini. Di dalam panti ini fasilitasnya cukup lengkap meskipun sederhana, berupa rumah-rumah petak yang dihuni para kepala keluarga dan juga terdapat tempat ibadah. Ada juga ruang pertemuan yang cukup besar berada di tengah kompleks yang biasa digunakan untuk menerima para tamu panti.
Selain itu untuk mendukung pendapatan para penghuni ada juga kandang yang dipergunakan untuk memelihara beberapa ternak seperti kambing dan ayam. Disekitar panti ada juga tanah yang biasa ditanami beberapa hasil palawija yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Masih didalam suasana Idul Fitri, di bulan Syawal ini para relawan Tzu Chi mengunjungi panti ini untuk memberikan sedikit kebahagiaan bagi para penghuni yang sebagian besar dalam kondisi yang cukup menyedihkan dimana karena serangan kusta beberapa anggota tubuh para penghuni ini sudah dalam keadaan tidak utuh lagi.
Artikel Terkait
Berbakti adalah Membuat Orang Tua Tenang
06 September 2012 “Berbakti kepada orang tua adalah akar dari segala kebajikan”. Sebaris kalimat inilah yang sekiranya menjadi pedoman bagi tim pendidikan Tzu Chi Pekanbaru untuk mengawali materi di kelas Budi Pekerti Er Dong Jing Jin Ban tanggal 12 Agustus 2012 dengan tema “Berbakti Kepada Orang Tua” setelah pertemuan pertama memperkenalkan kisah Tzu Chi.Bersumbangsih Memberikan Waktu dan Tenaga
12 November 2014Berawal dari niat tulus untuk bersumbangsih, Tina Shijie berhasil memberikan satu jalan bagi orang lain untuk turut bersumbangsih dengannya. Walaupun bukan berbentuk materi, namun sumbangan tenaga tidak ada bedanya. Satu harapan yang selalu terbersit di benaknya saat tangannya bergerak lincah di tumpukan koin adalah, semoga dana yang masuk melalui celengan bambu bisa cepat tersalurkan bagi mereka yang membutuhkan.







Sitemap