Selasa, 21 Mei 2019
Indonesia | English

Memberikan Kasih Sayang kepada Semua Makhluk Hidup

19 Februari 2019 Jurnalis : Wais Al Kharny (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)
Fotografer : Wais, Calvin, Abdul Rahim (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)


Minggu, 17 Februari 2019, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan Kelas Budi Pekerti yang bertemakan Memberikan Kasih Sayang Kepada Semua Makhluk hidup.

Tzu Chi Tanjung Balai Karimun melakukan kegiatan rutin setiap bulannya yaitu Kelas Budi Pekerti, yang bertema "Memberikan Kasih Sayang Kepada Semua Makhluk Hidup." Pada pertemuan kali ini, Minggu 17 Februari 2019, siswa-siswi terlihat sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan yang masih diliputi suasana Tahun Baru Imlek ini.

Tepat pukul 08.30 WIB, siswa-siswi dan orang tua sudah mulai memadati Kantor Tzu Chi Karimun. Ada sebanyak 28 siswa-siswi yang mengikuti kelas budi pekerti kali ini. Kegiatan pun diawali dengan membacakan Sepuluh Sila Tzu Chi, dilanjutkan dengan isyarat tangan.


Siswa-siswi diberikan Kata Perenungan Master Cheng Yen yang berbentuk kertas untuk ditempelkan di buku mereka masing-masing. Kata perenungan yang berbunyi "Cinta kasih bukan hanya di dalam hati, juga harus ditunjukkan dalam tindakan nyata.


Lissa Mama memperagakan isyarat tangan dan diikuti oleh siswa-siswi dengan penuh semangat dan ceria. 

Setiap kegiatan kelas budi pekerti, relawan selalu memberikan satu Kata Perenungan Master Cheng Yen yang berbentuk kertas. Nantinya, kertas tersebut ditempelkan oleh siswa-siswi di buku mereka masing-masing untuk dijadikan pedoman atau motivasi mereka. "Cinta kasih bukan hanya di dalam hati. Juga harus di tunjukan dalam tindakan nyata."

Purwanto Papa selaku pembawa materi pada kegiatan kali ini memberikan contoh perbuatan yang sesuai dengan isi dari kata perenungan Master Cheng Yen dalam bentuk gambar. Ada lima gambar yang diberikan, gambar (A) dua orang anak menolong hewan yang terjatuh di kali, (B) pembagian sembako oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, (C) relawan Tzu Chi sedang menolong kakek yang akan operasi, (D) donor darah oleh salah satu relawan Tzu Chi, dan (E) pengumpulan celengan yang dilakukan relawan Tzu Chi.


Purwanto Papa memberikan materi yang bertema memberikan kasih sayang kepada semua makhluk hidup.

Kelima contoh gambar tersebut dipilih oleh siswa-siswi yang menurut mereka paling berkesan serta diberikan alasan mengapa memilih gambar tersebut. Dari siswa-siswi yang memilih gambar dan disertai alasannya, ada salah satu siswi yang pilihan gambarnya mempunyai arti yang menarik. Siswi tersebut bernama Beby Ananda Rosaldi yang saat ini berusia 8 tahun. Walaupun usia Beby baru 8 tahun, alasan dan gambar yang dipilihnya sangat menarik dan berkesan. Ia memilih gambar (A), gambar di mana dua orang anak yang menolong hewan yang dalam kesusahan karena terjatuh ke kali. Bukan tanpa alasan Beby memilih gambar (A) "Karena kita harus saling menolong sesama," jawabnya kenapa ia memilih gambar (A).


Para siswa kelas budi pekerti tampak sangat fokus menyimak tayangan Master Cheng Yen Bercerita. Dalam tayangan tersebut diceritakan balas budi si penyu yang telah ditolong oleh si pelayan.

Dari gambar dan alasan yang diberikan oleh Beby, kita dapat menarik kesimpulan, kita tidak hanya harus menolong sesama manusia, tetapi juga harus menolong sesama makhluk hidup.

Setelah itu, Purwanto Papa memberikan sebuah tayangan Master Cheng Yen Bercerita yang mana dalam tayangan tersebut memberikan kita sebuah contoh kasih sayang kepada semua makhluk hidup. Tayangan yang berjudul “Si Penyu Membalas Budi” menceritakan seorang pelayan yang ditugaskan majikannya untuk memasak seekor penyu, dan ternyata si pelayan tidak tega untuk memasak penyu tersebut. Akhirnya ia melepaskan si penyu ke dalam kolam.


Siswa-siswi mengikuti game dengan ceria.

Saat pelayan menyajikan makanan, penyu yang tadinya harus dimasak, ternyata tidak dimasak oleh si pelayan, sang majikan pun marah. Akhirnya si pelayan pun dihukum dengan dicambuk. Sang pelayan menangis menahan rasa sakit cambukan yang dilakukan oleh majikannya sehingga jatuh sakit. Majikan meminta agar pelayan itu dibiarkan di luar sampai mati karena sakit yang dirasakannya. Kenyataannya si pelayan tidak mati dan sehat-sehat saja.

Pada malam harinya, penyu yang ditolong tersebut membalas budi kepada pelayan dengan mengobati sakit yang diderita oleh pelayan. Sebab itulah kenapa si pelayan masih sehat-sehat saja, karena welas asih yang dilakukannya terhadap si penyu. Pengajaran yang bisa diambil dari animasi ini adalah manusia harus punya kasih sayang kepada makhluk hidup lainnya.


Beby berumur 8 tahun tertarik dengan gambar (A), gambar dua orang anak yang sedang menolong hewan yang jatuh ke kali. Ia juga memberikan alasan kenapa ia tertarik dengan gambar tersebut, karena kita harus menolong sesama.

Sebelum kelas budi pekerti diakhiri, Lissa Mama mengadakan game yang melatih konsenterasi siswa-siswi. Dalam game ini, Lissa Mama akan memberikan aba-aba kepada para siswa bagian tubuh mana yang harus dipegang atau di sentuh oleh mereka. Bagi siswa-siswi yang tidak konsenterasi mendengarkan aba-aba dari Lissa Mama tidak akan mendapatkan angpao sebagai hadiah dalam game tersebut.

Seperti salah satu kata perenungan Master Cheng Yen yang berbunyi “Perbuatan baik harus diwujudkan dalam tindakan nyata, kebijaksanaan yang tumbuh dari perbuatan baik ini baru benar-benar bermanfaat dalam kehidupan."


Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 299 kali


Berita Terkait


Mengigat Jasa dan Berbakti kepada Orang Tua

16 April 2019

Bukan Sekedar Bantuan Materi

12 April 2019

Belajar Mencintai Bumi dan Mempraktikkannya

15 Maret 2019

Merajut Tali Kasih Dengan Oma Opa di Panti Jompo

25 Februari 2019

Kelas Budi Pekerti: Asal Usul Tahun Baru Imlek

23 Januari 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat