Jumat, 21 Februari 2020
Indonesia | English

Mengobati Kerinduan Opa dan Oma

16 Desember 2019 Jurnalis : Moses Silitonga (Tzu Chi Sinar Mas)
Fotografer : Moses Silitonga, Lisa Kristiani (Tzu Chi Sinar Mas)


Dengan penuh keceriaan relawan mengajak opa dan oma penghuni Panti Werdha Wisma Mulia bernyanyi dan menari.

”Berbakti kepada orang tua adalah landasan dari kebajikan.”

(Master Cheng Yen)


Kerinduan untuk berbagi kasih kepada oma dan opa penghuni panti jompo kembali dilaksanakan oleh relawan Tzu Chi Sinar Mas. Setelah sebelumnya relawan Tzu Chi Sinar Mas dari wilayah komunitas Head Office Jakarta melaksanakan kunjungan kasih ke panti jompo di sekitar wilayah Jakarta Pusat, kali ini, Minggu, 8 Desember 2019 relawan berkesempatan mengunjungi opad dan oma  di Panti Werdha Wisma Mulia, Jakarta Barat.

“Pada saat awal terbentuknya Xie Li Head Office ini, kegiatan yang kita mulai yaitu dengan mengunjungi panti jompo. Senang sekali sekarang kita dapat kembali berkunjung ke panti jompo dan menghibur opa dan oma yang ada di sini,” ujar Pedy Harianto, Ketua Xie Li Head Office.

Pukul sebelas Siang relawan mulai berkumpul, mempersiapkan kegiatan siang itu bagi opa dan oma yang menyambut kehadiran 42 relawan Tzu Chi dengan sumringah.

 

Relawan memberikan bantuan berupa pakaian dan makanan, serta melayani para opa dan oma dengan memijat dan menggunting kuku mereka.

Kegiatan dibuka dengan sapaan serta sambutan perwakilan relawan yang menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Perwakilan pihak panti juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kunjungan relawan Tzu Chi ini. Dalam momen pembukaan tersebut, relawan memberikan daster, sprei, selimut serta makanan kepada 48 oma dan 23 opa yang tinggal di panti ini.

Setelah itu kegiatan pun berlanjut dengan sesi nyanyi bersama. Opa dan oma tanpa malu-malu maju ke depan untuk bernyanyi dan berjoget bersama. Berbagai tembang kenangan dinyanyikan relawan hingga beberapa oma terlihat terharu dan menangis. Dengan penuh perhatian, relawan pun menenangkan dan mendengarkan suara hati mereka.

“Puji Tuhan, senang sekali tadi nyanyi-nyanyi sambil joget. Walaupun suara saya tidak bagus, yang penting bahagia,” kata Oma Sumeni yang berusia 90 tahun dengan senyum bahagia.

Tak kuat menahan rasa haru, tangisan pun pecah ketika seorang oma menceritakan kisah hidupnya.

Selain menghibur opa dan oma, relawan juga melayani para penghuni panti dengan memberikan pijatan dan menggunting kuku. Suasana hangat dan bahagia terpancar dalam kegiatan kunjungan kasih siang itu. Baik relawan dan opa-oma merasa sangat bersyukur atas momen berbahagia ini.

“Kita dalam memberi tidak selalu dalam bentuk materi, dengan perhatian juga bisa sangat berarti bagi mereka. Seperti tadi, mereka yang merasa sepi tentu akan merasa bahagia jika kita ajak ngobrol dan bercanda,” kata Leo, salah seorang relawan yang baru pertama kali mengikuti kegiatan kunjungan kasih ke panti jompo.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 379 kali


Berita Terkait


Membahagiakan Kakek Nenek di Bulan Penuh Berkah

06 Juni 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat