Bahagia dan Sedih Keluarga Cun Nyoh

Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand Yahya

Di kejauhan persawahan hijau sudah terlihat rumah dengan warna cat putih beratap biru nan bersih dengan jelasnya. Penghuni rumahnya sedang bersih-bersih. Oong anak keduanya tengah sibuk menambal jalan setapak ke rumahnya dengan puing dan papan sisa pembangunan rumahnya.


Edi Sheen dan relawan Tangerang dari Desa Simpak Jagabaya yang mendampingi bedah rumah menyerahkan kunci rumah kepada Nenek Cun Nyoh pada 6 Februari 2021.

Perhatian relawan Tzu Chi untuk keluarga Nenek Cun Nyoh (74) terus mengalir. Pada 6 Februari 2021 relawan Tangerang mengadakan syukuran atas selesainya renovasi rumah Nenek Cun Nyoh. Selain membawa nasi tumpeng, relawan juga membawa bantuan kebutuhan hidup, selimut, paket Imlek, seprei dan selimut. Beberapa hari sebelumnya pada 3 Februari 2021 relawan membawakan perlengkapan rumah tangga seperti ranjang tidur, lemari, kipas angin, perlengkapan dapur, meja dan kursi makan.

Selama mendampingi pembangunan rumah, relawan sudah berniat untuk memberikan perlengkapan rumah tangga untuk keluarga Cun Nyoh. Dalam Hal ini relawan memanfaatkan depo Pendidikan daur ulang. 


Nenek Cun Nyoh dan putranya Oong membuka pintu rumah yang telah selesai direnovasi disaksikan oleh relawan Tzu Chi Tangerang dan RT setempat.

“Hari ini kita mengadakan tumpengan dan syukuran sebagai tanda selesainya renovasi rumah ibu Cun Nyoh, selain itu kita juga memberikan perabotan-perabotan yang kita peroleh dari depo daur ulang yang masih layak pakai, seperti ranjang tidur tingkat, dua ranjang tidur, meja makan bahkan peralatan makan, ini kita menjalani prinsip Master Cheng Yen, Reuse (penggunaan kembali barang-barang),” ujar Johnny Candrina.

Edi Sheen mengatakan relawan Tangerang selalu mendampingi proses pembangunan rumah agar hasilnya baik dan cepat selesai. “Kebetulan kita akan merayakan Imlek pada tanggal 12 Februari 2021 jadi kita bantu renovasi rumah ini sebagai hadiah Imlek 2021 untuk Nenek Cun Nyoh,” ujar Edi Sheen koordinator pembangunan rumah.

Relawan Tangerang tergerak bergotong royong membantu keluarga Nenek Cun Nyoh karena menjalankan prinsip Master Cheng Yen yaitu melepaskan penderitaan. Selain Tzu Chi memberikan biaya hidup, relawan juga melihat kondisi rumahnya yang sudah tidak layak huni dan kotor. “Hal inilah yang membuat para relawan mau membantu karena mengetahui riwayat hidup keluarga Nenek Cun Nyoh” ungkap Johnny Candrina   

Cun Nyoh (74) seorang ibu rumah tangga yang memiliki dua anak, Eeng (46) dan Oong (41) keduanya sudah berkeluarga. Sepeninggal suaminya, kedua anak Cun Nyoh mengalami depresi berat. Oong yang sudah memiliki satu anak sedikit terganggu kejiwaannya dan yang sangat parah Eeng kondisi kejiwaannya dan fisiknya sangat memprihatinkan.


Relawan desa Simpak Jagabaya yang selalu mendampingi Nenek Cun Nyoh berkesempatan memberikan langsung paket Imlek pada acara syukuran selesainya renovasi rumah Nenek Cun Nyoh.

Cun Nyoh sendiri sejak sepeninggal suami bekerja memulung barang-barang di jalan hingga berkilo-kilo. Memungut kardus, botol plastik dan barang lainnya yang mempunyai nilai jual. “Dulu mah waktu saya masih kuat mulung rongsokan bisa dapat lima puluh, enam puluh ribu sehari, sekarang mah saya gak kuat, pinggul dan kaki pada sakit kalau jalan jauh” aku Cun Nyoh.  Faktor Usia renta yang menghambat pekerjaan berat yang ia lakukan sebelumnya, memulung barang rongsokan.

Pandemi saat ini semakin memorak-porandakan perekonomian keluarganya. “Saya jual barang rongsokan paling kardus sekuatnya saya aja, jualnya juga agak jauh, kalau di sini harga jualnya semau-maunya aja, jadi anak saya suka bawa pake motor, ehhh ini motor sekarang rusak, ya sudah jual di sini paling dapet lima belas ribu, dua puluh ribu sehari,” ungkap Cun Nyoh.

Kini Cun Nyoh sangat senang bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang diwakili oleh relawan Tzu Chi Tangerang sudah selesai merenovasi rumahnya yang berukuran 50 M². “Saya gak bisa ngomong apa-apa lagi selain terimakasih banyak pada Yayasan Tzu Chi, sejak saya sakit dulu sampe sekarang bangunin rumah saya lagi, biaya bulanan, semua dari Tzu Chi, terima kasih banget buat relawannya,” ungkap Cun Nyoh.


Para relawan Tzu Chi Tangerang dari Desa Simpak Jagabaya Parung Panjang membawa paket sembako dan barang-barang lainnya untuk menyambut perayaan Imlek dalam acara syukuran selesainya renovasi rumah Nenek Cun Nyoh.

Hok Cun dan Edi Sheen relawan Tzu Chi Tangerang yang mendampingi pembangunan rumah Cun Nyoh mengatakan proses merenovasi rumah ini sudah dirapatkan oleh Relawan Tzu Chi Tangerang dan diputuskan untuk direnovasi karena kondisi rumah sangat memprihatinkan.

Acun mengungkapkan bahwa Ibu Cun Nyoh tinggal di kampung yang sangat jauh dari pusat kota Tangerang maupun Kota Bogor karena kampung Ciresek ini berada di Kelurahan Jagabaya Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor, perbatasan antara Kota Tangerang dan Kabupaten Bogor.

Berjodoh dari Celengan Bambu
Sejenak mundur ke belakang awal relawan Tzu Chi membantu keluarga Cun Nyoh ketika Tzu Chi Tangerang mengadakan sosialisasi Tzu Chi celengan bambu di Kampung Simpak. salah satunya Ibu Cun Nyoh. Dari pertemuan ini Cun Nyoh bercerita kondisi ekonomi dan keluarganya. Dari sinilah relawan mulai berkunjung ke rumahnya di Kampung Ciresek.

“Ketika ia sakit relawan datang berkunjung, dan ketika di rawat relawanpun membantu mengurus BPJS dan mendampingi pengobatannya di salah satu rumah sakit di kota Tangerang” ungkap Acun.


Pada awal bulan Desember 2020 dua relawan Tzu Chi Acun dan Edi Sheen mensurvei rumah Nenek Cun Nyoh. Rumah dengan luas 50 m² ini dihuni oleh Cun Nyoh, Eeng, Oong dan Sella (cucu Cun Nyoh).

Selain membantu pengobatannya, rumah Ibu Cun Nyoh tampak tidak bersih karena kedua anaknya mengalami gangguan jiwa. “Ia tinggal bersama dua orang putranya yang mengalami gangguan jiwa, sedangkan anak yang satu lagi mengalami depresi ringan, jadi kesadaran untuk hidup bersih di rumahnya sudah tidak ada, atas dasar inilah kita bantu memperbaiki rumahnya dan biaya hidup,” ujar Acun.

Relawan Tzu Chi Tangerang berharap keluarga Ibu Cun Nyoh menjaga kebersihan rumah dan lingkungan setelah rumah ini selesai dibangun.

“Kita relawan akan selalu mendampingi anak dan Ibu Cun Nyoh untuk selalu menjaga kebersihan rumah, ini sulit karena kedua anaknya mengalami gangguan jiwa, kita ke depannya juga akan membersihkan diri Eeng namun, kita harus waspada karena emosinya tiba-tiba sering labil, jadi kita butuh relawan laki-laki bersama Pak RT nanti untuk membersihkan diri Eeng,” ujar Acun.

Program bedah rumah Cun Nyoh dimulai pada 17 Desember 2020. Relawan Tzu Chi Tangerang sempat membantu pembongkaran rumah sebagai tanda dimulainya renovasi rumah Nenek Cun Nyoh.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Memberi Harapan dan Teladan

Memberi Harapan dan Teladan

28 Oktober 2019

Bantuan program bedah rumah Tzu Chi di Kamal Muara, Jakarta Utara kini telah berjalan tiga bulan dan  mencapai tahap finishing. Sebanyak 35 guru dan murid Tzu Chi School bersama 34 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 1 dan Utara 2 bersatu hati melakukan 3 kegiatan bersama pada Minggu, 27 Oktober 2019, mulai dari pengecatan hingga pelestarian lingkungan.

Kebahagiaan Para Penerima Bantuan Bedah Rumah di Kabupaten Bandung

Kebahagiaan Para Penerima Bantuan Bedah Rumah di Kabupaten Bandung

19 Juni 2020

Tzu Chi Bandung mengadakan serah terima 11 rumah kepada warga penerima bantuan di Kabupaten Bandung Barat, 17 Juni 2020. Tujuh rumah berada di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah dan Empat rumah lainnya di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.

Impian Mikey Kafiar yang Terwujud

Impian Mikey Kafiar yang Terwujud

30 Oktober 2018

Mikey Kafiar mendapatkan bantuan bedah rumah dari Tzu Chi Biak. Rumahnya yang dulu kondisinya kurang sehat serta bocor saat hujan, kini sudah menjadi rumah baru yang sehat dan siap untuk dihuni tanpa rasa cemas.


Hadiah paling berharga di dunia yang fana ini adalah memaafkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -