Baksos Degeneratif untuk Warga Teluk Gong

Jurnalis : Lisda (He Qi Utara 2), Fotografer : Joe Suati (He Qi Utara 2)


Baksos Degeneratif kembali diadakan pada Minggu 14 Oktober 2018, di SDN 01 Pejagalan, Teluk Gong, Jakarta Utara. Baksos ini melayani 304 pasien yang datang.

Relawan Tzu Chi He Qi Utara 2, Hu Ai Angke mengadakan Baksos Degeneratif di SDN Pejagalan 01, Teluk Gong, Jakarta Utara. Persiapan relawan dilakukan sejak jauh hari, mulai dari pembagian tugas relawan, setting lokasi, hingga pembagian kupon ke rumah-rumah warga.

Baksos diadakan hari Minggu pagi, 14 Oktober 2018. Para pasien yang datang berobat mengikuti prosedur yang ada yaitu membawa kupon baksos, mendaftar, mendapat nomor antrean, menimbang berat badan, dan menunggu pemeriksaan. Pada baksos ini selain pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, warga dapat mengenal Visi Misi Tzu Chi yang dibawakan relawan dan mendapat penyuluhan kesehatan dari dokter TIMA.

Salimah (66) salah satu pasien, datang bersama suaminya Ramli (67) yang juga ingin berobat. Selama ini, Salimah kerap merasakan sakit kepala dan rasa nyeri di pinggang. Ketika diperiksa tensinya lumayan tinggi. Walaupun tidak mempunyai sakit yang serius, dokter manganjurkannya untuk menghindari makanan asin yang berlebihan dan mengikuti pola hidup sehat.


Pada kesempatan ini relawan mengadakan Sosialisasi Tzu Chi, tentang pendiri Tzu Chi, kisah Master Cheng Yen, hingga semangat celengan bambu.


Salimah (66) salah satu pasien yang datang bersama suaminya, mengeluhkan sakit kepala dan pinggang terasa nyeri.

“Nama Tzu Chi sudah tidak asing lagi di telinga saya. Saya punya kerabat yang tinggal di rusun Cengkareng (Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi) dan entah sudah beberapa kali singgah ke sana,” kata Salimah. Walaupun begitu, baru pertama kali ini ia merasakan baksos yang diadakan Tzu Chi dan bersyukur bisa turut berdonasi untuk warga Palu yang tengah tertimpa bencana.

Niat dan Tekad adalah Kunci untuk Bersumbangsih

Selain para pasien, ada Simran (19) dan Mega (19), yang saat ini berkuliah di Akademi Perawat St. Carolus atas beasiswa Tzu Chi juga turut ambil andil dalam baksos. Sejak pagi mereka sudah harus berangkat dari tempat tinggalnya di Bintaro dan Tangerang. Dua sahabat ini mengajak teman lainnya berjanjian dan berkumpul untuk bersama menuju tempat Baksos Tzu Chi.

“Ini pengalaman kami yang pertama. Di baksos ini saya juga dapat berinteraksi langsung dengan warga, pun belajar dari hal yang kecil,” kata Mega. “Saya bersyukur bisa bersumbangsih dengan tenaga dan pikiran untuk berbagi pada sesama, lanjutnya sambil tersenyum.


Relawan mengetuk hati para warga yang berobat untuk bersumbangsih bagi warga Palu yang tengah terkena bencana.


Simran dan Mega, saat ini menempuh pendidikan Akademi Perawat atas beasiswa Tzu Chi bersyukur bisa bersumbangsih dengan tenaga dan pikiran.

Pada baksos ini, relawan Tzu Chi yang saling bahu membahu melakukan persiapan hingga acara berlangsung baik dan lancar. Ada pula 9 dokter TIMA, 10 perawat dan asisten apoteker yang telah melayani 304 pasien baksos.

Editor: Metta Wulandari


Artikel Terkait

Menjaga Kesehatan, Menghargai Kehidupan

Menjaga Kesehatan, Menghargai Kehidupan

01 November 2018
Sejalan dengan salah satu misi Tzu Chi yakni misi kesehatan, dan untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan, juga sebagai bentuk sumbangsih kepada masyarakat sekitar yang tidak mampu, relawan Tzu Chi komunitas Bogor mengadakan Baksos Kesehatan Degeneratif berkelanjutan.
Baksos Degeneratif untuk Warga Teluk Gong

Baksos Degeneratif untuk Warga Teluk Gong

19 Oktober 2018 Relawan Tzu Chi He Qi Utara 2, Hu Ai Angke mengadakan Baksos Degeneratif di SDN Pejagalan 01, Teluk Gong, Jakarta Utara, 14 Oktober 2018. Baksos ini melayani 304 pasien yang datang.
Baksos Degeneratif Tzu Chi, Menjangkau yang Tak Terjangkau

Baksos Degeneratif Tzu Chi, Menjangkau yang Tak Terjangkau

31 Mei 2023

Pulau Jaloh merupakan salah satu pulau terluar Kota Batam. Di pulau yang jaringan telekomunikasinya terbatas ini, baik informasi maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai tidak dapat dirasakan sepenuhnya oleh warga.  

Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tidak terhingga.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -