Baksos Kesehatan di Tallo
Jurnalis : Henny Laurence (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Edy Go (Tzu Chi Makassar)|
|
| ||
Menurut Solihin Salim, salah satu tim survei yang juga adalah ketua pelaksana baksos, baksos ini diadakan karena masih banyak bayi dan balita yang status gizinya masih di bawah standar. Selain itu, baksos ini juga diadakan untuk memberikan pelayanan kesehatan di kelurahan yang belum terjangkau program pemerintah. M. Ali Harpan, Lurah Buloa, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Tzu Chi yang telah menyelenggarakan kegiatan baksos kesehatan ini. Ali mengakui masih banyak warga kelurahan Buloa yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Ia berharap kegiatan yang diadakan oleh Tzu Chi tidak berhenti di sini saja, melainkan dapat menginspirasi organisasi-organisasi lainnya untuk melakukan kegiatan serupa yang telah diadakan Tzu Chi.
Keterangan :
Sejak pukul 7 pagi hingga 2 siang, sebanyak 40 dokter, 6 perawat, 2 apoteker, dan 73 relawan Tzu Chi memberikan pengobatan gratis bagi 896 pasien. Pengobatan meliputi poli gigi, umum, dan balita. Adapun pasien gigi sebanyak 103 orang, gizi balita 481 orang, dan umum sebanyak 312 orang.
| |||
Artikel Terkait
Menjadi sebuah Panutan
24 Juli 2013 Setelah mendengar presentasi singkat dari Tjhin Hong Ling, relawan komite Tzu Chi, para tamu dan relawan bergerak menuju Kali Angke. Mereka ingin melihat kondisi Kali Angke setelah warga yang tinggal di sana dinormalisasi dan pindah ke Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi.Baksos Kesehatan Balita dan Anak: Bersama-Sama Menjadi Penolong Sesama
17 Juni 2015Diadakannya baksos adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada balita dan anak-anak di daerah yang terpencil dan jauh dari pusat kota. Selain itu, berdasarkan temuan awal, sedikitnya 47 balita di tiga desa ini tercatat mengalami gizi buruk.
Menjenguk Gavin yang Kini Tumbuh Sehat
30 Desember 2021Jajaran Tzu Chi Hospital dan relawan Tzu Chi mengunjungi Gavin Adriel Admito, bayi pertama yang lahir di Tzu Chi Hospital pada Kamis, 30 Desember 2021.








Sitemap