Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155: Mengobati dengan Hati, Memulihkan Harapan Masyarakat Pekanbaru dan Sekitarnya
Jurnalis : Nur Al Fajar Rumsari, Fotografer : Fikhri Fathoni, Nur Al Fajar Rumsari
Relawan Tzu Chi Pekanbaru dengan penuh perhatian dan ketulusan, mendampingi salah satu pasien katarak yang sudah selesai menjalani tindakan operasi pada Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 di Kota Pekanbaru.
Kesehatan merupakan fondasi dalam keberlangsungan hidup manusia untuk dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif, bahagia, dan sejahtera. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum dapat mengakses layanan kesehatan secara memadai, terutama layanan tindakan operasi. Keterbatasan ekonomi juga akses layanan kesehatan sering kali menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang mereka butuhkan.
Berangkat dari semangat kepedulian, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia mengadakan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-155 di Kota Pekanbaru, pada 8-9 Agustus 2026. Kegiatan ini juga berkolaborasi untuk menyambut HUT ke-1 Kodam XIX Tuanku Tambusai dan berlangsung di Rs Awal Bros Hangtuah.
Sejak pagi, masyarakat tampak antusias berdatangan untuk melakukan pendaftaran. Dengan tertib, mereka menunggu giliran menjalani tindakan operasi di ruang yang telah disediakan oleh relawan Tzu Chi Pekanbaru. Para peserta yang hadir dalam kegiatan baksos ini berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Kota Pekanbaru, Dumai, Pelalawan, Siak, Kampar, hingga daerah sekitarnya.
Dengan penuh semangat dan kesabaran, mereka mengikuti setiap tahapan pelayanan yang diberikan relawan Tzu Chi, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga mendapatkan tindakan medis sesuai dengan kondisi dan penyakit yang diderita. Meski harus menempuh perjalanan dari berbagai daerah, semangat para peserta untuk mendapatkan pengobatan menjadi bukti bahwa harapan untuk hidup lebih sehat selalu memiliki arti.

Hong Thay, selaku ketua Tzu Chi Pekanbaru memberikan sambutan dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 di Kota Pekanbaru.
Kegiatan baksos itu dibuka langsung oleh Kapok (Kepala Kelompok dan Staf Ahli) Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Muhamad Yahya yang memberikan apresiasinya untuk kegiatan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155. “Kami keluarga besar Kodam XIX Tuanku Tambusai mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi dan seluruh pihak atas terselenggaranya baksos kesehatan ini,” ungkap Brigjen TNI Muhamad Yahya.
Tak hanya menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan baksos tersebut, Brigjen TNI Muhamad Yahya turut hadir meninjau para peserta dan melihat langsung kesiapan ruangan yang akan digunakan tim medis untuk menjalankan tindakan operasi.
Selaku Direktur dari RS Awal Bros, dr. Linda Desvita, MHKes juga turut memberikan sambutannya serta apresiasinya dalam kegiatan bakti sosial ini. “Rasa syukur juga kami mengucapkan terima kasih kepada Tzu Chi Indonesia serta seluruh tim medis yang terlibat dalam sinergi kolaborasi yang sangat baik dalam kegiatan ini,” ucap dr. Linda Desvita, MHKes.

Para peserta yang telah lolos screening melakukan pendaftaran ulang dengan tertib sebelum memperoleh layanan pengobatan dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155.
Hong Thay, selaku Ketua Tzu Chi Pekanbaru juga memberikan sambutannya dalam acara pembukaan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155, “Atas nama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada RS Awal Bros, Kodam XIX Tuanku Tambusai, serta seluruh pihak yang telah terlibat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata menyatukan hati, tenaga, dan ilmu untuk memberikan kepedulian kepada masyarakat, sehingga kegiatan baksos ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Hong Thay.
Pada kesempatan ini, Ketua Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pekanbaru, Mulyady Salim juga mengungkapkan rasa senangnya atas terlaksananya baksos kesehatan di Kota Pekanbaru. “Kami sangat bahagia dapat merangkul para relawan dalam kegiatan baksos kesehatan ini. Kehadiran kami di sini menjadi kesempatan untuk membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya.” kata Mulyady Salim disela-sela kegiatan.
Selain itu, kegiatan bakti sosial kesehatan ini juga mendapat dukungan penuh dari tim medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia, para relawan Tzu Chi dan Tzu Ching Pekanbaru yang turut berperan aktif dalam menyukseskan jalannya acara.

Ketua Harian TIMA Indonesia, Drg. F.X. Ganny (tengah) bersama Brigjen TNI Muhamad Yahya meninjau ruang operasi dan memastikan seluruh proses pelayanan dalam bakti sosial kesehatan berjalan lancar dan optimal.
Drg. F.X. Ganny, selaku Ketua Harian TIMA Indonesia juga menyambut kegiatan ini dengan penuh kebahagiaan. “Kita menyambut baksos kesehatan ini dengan senang, karena setiap baksos suatu ladang berkah untuk kita melayani masyarakat disini. Hal ini juga menjadi suatu kesempatan yang baik untuk kita,” ucap drg. F.X. Ganny.
Melalui kegiatan baksos ini, tim medis TIMA Indonesia berhasil memberikan layanan kesehatan kepada 131 pasen katarak, 50 benjolan, 10 hernia, dan 7 bibir sumbing dengan total 198 pasien. “Kita harapkan apa yang sudah kita lakukan hari ini, mereka mendapatkan suatu kesembuhan, serta dapat beraktivitas kembali dengan baik,” tambah drg. F.X. Ganny.
Senyum dan rasa bahagia terlihat dari wajah para pasien. Kehadiran baksos kesehatan ini menjadi harapan bagi mereka untuk memperoleh pengobatan yang dibutuhkan serta menjalani proses pemulihan dengan lebih baik.
Harapan untuk Kembali Sembuh
Salah satu peserta baksos kesehatan ini adalah Putra Depit (47), yang berasal dari Panam, Kota Pekanbaru. Sehari-hari, Depit bekerja menjadi supir ekspedisi dan sudah menderita penyakit hernia selama 10 tahun. Meski kondisi tersebut tidak mudah, ia tetap berusaha bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga dan 4 orang anaknya.
“Kalo lagi datang sakitnya itu nyeri ke seluruh badan, bahkan untuk dibawa duduk ndak bisa, dibawa tidur juga ndak bisa, pokoknya sangat mengganggu lah,” kata Depit menceritakan kondisi saat hernianya kambuh.

Salah satu pasien katarak yang telah menjalani operasi oleh tim dokter TIMA Indonesia.
Berbagai cara telah Depit coba untuk meredakan rasa sakit akibat hernia yang dideritanya. Ia beberapa kali memilih pengobatan tradisional dengan mendatangi tukang urut. Namun, rasa sakit itu hanya mereda sementara dan sewaktu-waktu kembali kambuh.
Mengetahui informasi bahwa akan diadakannya pengobatan gratis (Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 di Pekanbaru) dari sebuah grup RT, ia pun langsung mendaftar untuk melakukan proses screening pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di RS Awal Bros Hangtuah. Saat diperiksa, dokter pun menyatakan kondisi kesehatan Depit dinilai baik sehingga ia dinyatakan lolos mengikuti kegiatan baksos kesehatan.
Pada saat pelaksanaan baksos kesehatan, Depit datang dengan ditemani istrinya, Riri (40). Ia pun mengucapkan rasa syukurnya dengan adanya layanan kesehatan gratis ini “Terima kasih buat Yayasan Buddha Tzu Chi, kalo pake uang pribadi kan lumayan mahal, tapi dengan adanya baksos ini sangat membantu,” ucap Depit saat selesai dioperasi.
Sebelum dioperasi, Riri pun mengaku prihatin melihat suaminya harus tetap bekerja meski kerap merasakan sakit akibat hernia. Terlebih pekerjaannya sebagai sopir ekspedisi cukup menguras tenaga. “Sering kerja berat, kasian liatnya kalau lagi kesakitan. Alhamdulillah, terbantulah kami dari adanya program baksos Tzu Chi ini. Setelah ini semoga suami saya bisa cepat pulih dan beraktivitas kembali dengan sehat juga engga balik-balik lagi penyakitnya,” ucap Riri.

Putra Depit bersama sang istri terlihat bahagia menyambut kunjungan Mulyady Salim, Ketua Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pekanbaru di ruang pemulihan.
Selain Depit, sukacita bisa mengikuti baksos kesehatan gratis juga dirasakan oleh Anuar (50), warga Pabenaan, Riau. Selama 20 tahun, ia mengalami gangguan penglihatan pada mata kanannya akibat katarak. Sehari-hari, Anuar bekerja serabutan, mulai dari menjadi petani hingga kuli angkat di Pasar Inhil. Kondisi penglihatannya yang semakin tidak jelas membuat aktivitas dan pekerjaannya menjadi lebih sulit, terutama saat malam hari.
“Kalau mata sebelah kanan ini sangat mengganggu, jadi susah untuk bekerja. Kalau sudah malam, penglihatannya terasa semakin gelap, seperti ada sesuatu yang menempel di mata,” ungkap Anuar meceritakan kondisinya.
Karena berada di luar kota Pekanbaru, Anuar datang ke baksos kesehatan ditemani sang istri, Yusliani (48). Mereka menempuh perjalanan selama sembilan jam dari kampung halamannya menuju lokasi bakti sosial kesehatan. Meski perjalanan panjang dan melelahkan, mereka tetap datang dengan penuh semangat demi mendampingi suaminya menjalani pengobatan.
Setibanya di lokasi, Yusliani dengan sabar mengikuti proses pendaftaran hingga menunggu sang suami menjalani tindakan operasi. Baginya, perjalanan jauh bukanlah halangan, selama ada harapan agar suaminya dapat kembali sehat dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. “Senang sekali bisa mendapatkan bantuan kesehatan ini, harapannya setelah nanti di operasi bisa cepat sembuh, dapat mencari nafkah lagi untuk keluarga,” ucap Yusliani.
Rasa syukur juga dirasakan Anuar setelah mendapatkan kesempatan menjalani pengobatan. Dengan suara lirih, ia mengungkapkan rasa bahagia dan terima kasihnya atas bantuan yang diterima. “Senang sekali, sangat membantu. Saya sangat bersyukur, alhamdulillah terima kasih Tzu Chi. Semoga mata saya bisa sembuh,” ucap Anuar penuh harap.

Dengan sabar Anuar bersama istrinya Yusliani, menunggu antrian pada Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 sebelum menjalani operasi katarak pada mata kanannya.
Di balik setiap layanan pengobatan yang diberikan dengan penuh ketulusan hati, masyarakat kembali diingatkan bahwa harapan tidak pernah benar-benar hilang. Selalu ada tangan-tangan yang siap membantu bagi mereka, untuk memperoleh kehidupan yang lebih sehat.
Lebih dari sekadar memberikan pelayanan kesehatan, Tzu Chi juga memulihkan semangat, harapan masyarakat yang berhak memperoleh layanan kesehatan yang layak. Melalui kepedulian dan semangat kemanusiaan, baksos kesehatan ini menjadi wujud nyata bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan penuh cinta kasih dapat membawa perubahan besar bagi kehidupan sesama.
Editor: Arimami Suryo A
Artikel Terkait
Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155: Mengobati dengan Hati, Memulihkan Harapan Masyarakat Pekanbaru dan Sekitarnya
10 Agustus 2026Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 hadir membawa kepedulian dan cinta kasih bagi masyarakat Pekanbaru, Riau, dan wilayah sekitarnya.







Sitemap