Banjir Sumatera: Baksos Kesehatan Lanjutan di Telaga Meuku II Aceh Tamiang

Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi), Fotografer : Erik Wardi, Lidyawati (Tzu Chi Tebing Tinggi)

Kondisi lapangan yang penuh rintangan dan tantangan tidak menyurutkan semangat relawan dan tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada 249 warga terdampak bajir di Telaga Meuku II.

Di tengah pemulihan pascabencana banjir badang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025, cinta kasih dan kepedulian dari relawan Tzu Chi terus mengalir kepada para korban bencana. Rasa tidak tega melihat penderitaan para korban bencana yang harus kehilangan harta benda dan bahkan ada yang kehilangan anggota keluarga menumbuhkan perasaan empati dan welas asih yang terus berkibar dalam menyalurkan bantuan kepada para korban bencana.

Minggu, 11 Januari 2026, relawan Tanjung Balai yang berjumlah 12 relawan bersama relawan Tebing Tinggi sebanyak 16 relawan, dan Tzu Ching Medan yang berjumlah 5 orang dengan didukung oleh 12 Tim Medis (TIMA) Sumut dan Tzu Chi Medan, kembali mengadakan Baksos kesehatan bagi warga terdampak bencana di Desa Telaga Meuku II Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang. Baksos kesehatan ini melibatkan 5 Dokter Umum, 3 Paramedis, dan 4 Apoteker.

Kegiatan yang diadakan di Mesjid Hidayahtullah ini memberikan pelayanan kesehatan kepada 249 pasien. Banjir badang yang menimpah Aceh telah menghancurkan infrastruktur dasar, termasuk akses kesehatan masyarakat di daerah Telaga Meuku II sehingga banyak warga yang belum mendapatkan layanan medis secara memadai setelah bencana. Apalagi daerah Telaga Meuku II termasuk daerah yang lumayan jauh dari perkotaan dimana relawan harus menempuh perjalanan selama 4.5 jam dari Tebing Tinggi ke Telaga Meuku II.

“Daerah Telaga Meuku II ini agak jauh dari kota, penduduk terdampak juga banyak sehingga banyak rintangan bagi warga untuk berobat ke Kota. Makanya untuk baksos kali ini kita memilih daerah ini. Tadi pasien yang datang yang paling banyak adalah paruh baya dan anak–anak dimana mereka kebanyakan menderita penyakit degeneratif, diabetes, hipertensi karena kesulitan berobat ke Puskesmas akibat rusaknya fasilitas kesehatan disana,” jelas dr. Liana, M.Biomed selaku PIC TIMA dari kegiatan baksos ini.

Selain penyakit degeneratif, banyak anak-anak yang batuk pilek akibat cuaca yang tidak menentu dan pengaruh dari banjir kemarin.

Warga yang datang berobat kali ini kebanyakan paruh baya yang menderita penyakit degeneratif, hipertensi, dan diabetes. Anak-anak juga banyak yang menderita batuk pilek.

Nurasiah merasa sangat terbantu dengan adanya baksos kesehatan ini karena ia menderita hipertensi dan asam lambung harus teratur mengkonsumsi obat. Bencana yang merusak fasilitas kesehatan, menjadi rintangan baginya untuk mendapatkan obat.

Relawan bukan hanya memberikan pelayanan Kesehatan, tetapi relawan juga memberikan pendampingan dan perhatian kepada para warga penerima bantuan. Cerita-cerita penuh keharuan terus mengalir dari para penerima bantuan dimana sambil menunggu giliran, mereka membagi pengalaman mereka menghadapi banjir bandang yang melanda desa mereka. Salah satunya adalah Sumadi.

Sumadi (68 tahun) yang datang berobat bersama istrinya mengenang kembali detik-detik rumah mereka diterjang banjir sehingga mereka harus melarikan diri dengan menggunakan batang pisang yang diikat dengan tali dan dijadikan rakit. Menurut Sumadi, di tengah bencana, rasa kepedulian sesama warga tumbuh dimana para warga saling bahu-membahu untuk menolong warga lain yang terjebak di dalam rumah mereka.

“Saya bersama istri dan anak saya 1 ditolong tetangga untuk diungsikan ke tempat lain dengan rakit batang pisang. Kami bersama warga naik ke atap Mesjid Hidayatullah ini. Ada sekitar 100 orang yang bertahan di atas atap masjid. Warga menggunakan tali untuk mengangkat kami ke atap. Rumah saya aja airnya mencapai kepala orang dewasa. Semua surat-surat saya hilang dan 2 kendaraan saya juga hilang diterjang banjir,” tutur Sumadi.

Perasaan haru dan syukur juga dirasakan Nurasiah yang bisa berjodoh dan mendapat pelayanan medis yang ramah dari para relawan. “Saya ada darah tinggi dan asam lambung, harus teratur mengkonsumsi obat. Biasa saya mendapat obat dari Puskesmas tapi semenjak banjir saya tidak bisa mengkonsumsi obat lagi karena Puskesmasnya juga terdampak banjir. Makanya saya hari ini bahagai sekali bisa mendapat obat dari Tzu Chi.”

Tim medis juga memberikan edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit pascabencana.

Tim medis melakukan home visit ke salah satu rumah warga untuk memberikan pelayanan kesehatan karenakan pasien tersebut hanya bisa berbaring di tempat tidur pascaoperasi batu ginjal.

TIMA Tzu Chi juga melakukan home visit ke salah satu rumah warga untuk memberikan pelayanan kesehatan. Dikarenakan pasien tersebut hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tidak bisa menggerakan tangan dan kakinya pascaoperasi batu ginjal yang menyebabkan terbukanya robekkan kembali di tempat operasinya sehingga pasien tidak leluasa untuk menggerakkan anggota badannya. Dalam kesempatan ini, dokter TIMA melakukan pemeriksaan fisik juga mengajarkan pasien dan keluarga tentang fisiotherapi sendiri, menjaga pola makan dan pola hidup serta menyarankan keluarga tetap konsultasi dengan dokter di fasilitas pelayanan Kesehatan terdekat.

Dengan penuh kesabaran, Tim Medis TIMA juga memberikan edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit pascabencana dan memberikan obat sesuai dengan penyakit mereka. Sebelum pulang relawan juga memberikan roti, air mineral, dan susu kedelai kepada para penerima bantuan.

Kehadiran relawan dan TIMA Medan membawa dampak positif yang nyata untuk para warga korban bencana banjir sehingga nantinya menumbuhkan semangat dan harapan baru bagi para warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayan Aceh Tamiang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Banjir Sumatera: Relawan Tzu Chi Bantu Pemulihan SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang

Banjir Sumatera: Relawan Tzu Chi Bantu Pemulihan SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang

14 Januari 2026

Relawan Tzu Chi yang datang dari Medan, Binjai, Tanjung Pura, hingga Banda Aceh, bersama-sama membersihkan SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang yang terendam pascabencana banjir.​

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Aksi Kemanusiaan Tzu Chi Menembus Banjir Aceh Tamiang

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Aksi Kemanusiaan Tzu Chi Menembus Banjir Aceh Tamiang

10 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Medan menyalurkan bantuan ke daerah Aceh Tamiang yang sulit dijangkau. Sudah tiga kali relawan Tzu Chi Medan membawa bantuan ke kabupaten Aceh Tamiang.

Bantuan Bencana Banjir Sumatera: Kabupaten Nagan Raya, Aceh Terima Bantuan dari Tzu Chi

Bantuan Bencana Banjir Sumatera: Kabupaten Nagan Raya, Aceh Terima Bantuan dari Tzu Chi

11 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Aceh membagikan bahan makanan dan keperluan sandang untuk korban bencana banjir yang terdampak di Nagan Raya pada Minggu, 7 Desember 2025..

Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -