Salah satu relawan Tzu Chi, Fahira, mengajak anak-anak bermain kuis dan berbagi keceriaan.
Bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 lalu meninggalkan duka dan keprihatinan mendalam bagi warga. Arus deras Sungai Gerenggam menerjang permukiman, menghanyutkan sejumlah rumah, sementara sebagian lainnya hanya menyisakan puing-puing bangunan.
Sebanyak 450 kepala keluarga di Desa Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang terdampak dan terpaksa mengungsi ke bukit yang lebih tinggi di belakang rumah mereka. Di sana, mereka mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat berlindung sementara. Sekolah pun tak luput dari terjangan banjir setinggi empat meter. Lumpur setinggi lutut orang dewasa memenuhi ruang kelas, merendam bangku dan meja tempat anak-anak biasa menimba ilmu.
Perlahan, harapan mulai tumbuh kembali seiring dengan bantuan yang berdatangan. Warga bergotong royong membersihkan rumah dan berusaha menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda. Anak-anak pun kembali bersemangat untuk belajar. Meski belum bisa kembali ke ruang kelas, mereka mengikuti pelajaran di lapangan sepak bola dengan perlengkapan seadanya. Banyak peralatan dan sarana belajar yang hanyut terbawa arus, namun dengan penuh rasa syukur, semangat mereka tidak ikut tenggelam.
RelawanTzu Chi menurunkan 314 paket perlengkapan sekolah yang dibawa menggunakan mobil pick up dari Medan.
Budiyati, relawan Paguyuban Sinar Mas Sumatera Utara memberikan bantuan peralatan sekolah secara simbolis kepada anak-anak di Desa Tanjung Mancang.
Kondisi inilah yang menggerakkan hati para relawan Tzu Chi. Pada 8 Februari 2026, relawan Tzu Chi kominitas Xie Li Sumut Utara dan Selatan bersama Paguyuban Sinar Mas Sumatera Utara, dengan dukungan Sinarmas LDA Maritime, berangkat dari Kota Medan menuju Desa Tanjung Mancang, Aceh Tamiang. Perjalanan ditempuh selama tiga jam.
Setibanya di Kantor Datuk Penghulu Desa Tanjung Mancang, relawan menyalurkan 314 paket perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi TK, SD, SMP, hingga SMA di lima dusun. Paket tersebut berisi tas sekolah, buku, alat tulis, seragam, dan sepatu. Selain itu, relawan juga membawa pakaian layak pakai untuk warga.
Abdul Muis, relawan setempat yang juga menjadi korban banjir, menjadi penggagas kegiatan ini. Ia tak kuasa menahan haru saat bantuan tersalurkan. “Saya kira ini adalah satu kesempatan, satu momen yang sangat indah bagi saya. Bisa berbagi rasa bersama mereka, bisa berbagi kebahagiaan dan membuat saya sangat haru. Saya cuma hanya mampu itu, mengajak temen-temen, dan mengajak temen sejawat. Itu yang sangat membuat saya berbahagia dan sangat terharu,” ujar Muis dengan mata berkaca-kaca.
Anak-anak di Desa Tanjung Mancang, Aceh Taming mendapatkan paket perlengkapan sekolah yang berisi tas, buku, alat tulis, seragam, dan sepatu.
Warga Desa Tanjung Mancang merasa bahagia mendapatkan bantuan perlatan dari relawan Tzu Chi dan Paguyuban Sinar Mas Sumatera Utara.
Mayanto, relawan dari Tzu Chi komunitas Xie Li Sumut Utara, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian agar anak-anak kembali memiliki motivasi untuk meraih masa depan. “Bantuan ini diberikan kepada anak-anak sekolah adalah untuk memotivasi belajar mereka ke depan, supaya belajar lebih giat lagi,” terang Mayanto.
Apresiasi juga disampaikan oleh Tengku Syaiful Bahri, Datuk Penghulu (kepala desa) Kampung Tanjung Mancang yang mendampingi kegiatan tersebut. “Saya Tengku Syaiful Bahri, Kepala Desa Kampung Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan ini mengucapkan jutaan ribuan terima kasih kepada Tzu Chi Indonesia yang telah membantu kami, khususnya anak-anak Tanjung Mancang dalam memberikan peralatan sekolah mereka. Semoga ini sangat bermanfaat bagi mereka dan memulihkan penderitaan mereka,” ujar Tengku Syaiful Bahri.
Tak hanya membagikan perlengkapan sekolah, relawan juga menghadirkan keceriaan. Anak-anak diajak bermain kuis berhadiah serta menuliskan harapan dan cita-cita mereka di “Pohon Pendidikan”. Suasana yang semula tenang berubah menjadi kegembiraan dengan sorak sorai penuh semangat.
“Tadi waktu tebak-tebakan, menyenangkan. Tadi temen saya ada juga yang bilang seru kali, karena hari ini akhirnya bisa tebak-tebakan lagi,” ujar Iqbal Arkaf, siswa kelas 5 SDN Tanjung Mancang yang ikut menerima paket perlengkapan sekolah. “Terima kasih kepada relawan yang telah memberikan bantuan, semoga bermanfaat untuk kami,” tambahnya.
Salah satu relawan Tzu Chi, Mayanto, menggendong anak untuk menempel kertas berisi harapan dan cita-cita anak di Pohon Pendidikan.
Rasa bahagia juga diungkapkan Khaila, siswa kelas 6 SDN Tanjung Mancang yang bersyukur atas kepedulian para relawan. “Terima kasih Tzu Chi dan SLM yang telah memberikan kami perlengkapan sekolah. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami belajar di sekolah.”
Bagi para relawan, kebahagiaan anak-anak menjadi balasan yang tak ternilai.
“Kita merasa bahagia, melihat mereka juga senang menerima bantuan kita. Kita juga berterima kasih kepada mereka, karena kita sudah diberikan kesempatan untuk membantu mereka,” ujar Budiyati, relawan dari Paguyuban Sinar Mas Sumatera Utara.
Di tengah sisa-sisa lumpur yang belum sepenuhnya hilang, semangat untuk bangkit terus menyala. Dari lapangan sepak bola hingga pohon penuh harapan, anak-anak Desa Tanjung Mancang membuktikan bahwa mimpi dan cita-cita tidak pernah tenggelam oleh banjir.
Editor: Fikhri Fathoni