Bantuan Sembako ke Empat Desa di Kabupaten Bener Meriah

Jurnalis : Mariana, Ronaldo (Tzu Chi Aceh), Fotografer : Zhen Shan Mei Aceh

Tanah dan lumpur masihh menutupi sebagian perkampungan di Kec. Bener Meriah. Jalan dan jembatan di beberapa titik di wilayah Bener Meriah, termasuk di sekitar Wih Pesam, mengalami kerusakan berat atau putus total akibat longsor dan banjir, sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.

Pada 25 Januari 2026, tim relawan Tzu Chi dari Komunitas Aceh Tengah bergerak menuju Kabupaten Bener Meriah untuk menjalankan misi kemanusiaan. Bantuan disalurkan kepada warga di empat desa yang terdampak banjir bandang, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.

Paket sembako yang dibagikan berisi minyak goreng, beras, biskuit, serta perlengkapan mandi. Bantuan tersebut disalurkan kepada 69 kepala keluarga di Desa Bukit, 298 kepala keluarga di Desa Wih Pesam, 468 kepala keluarga di Desa Timang Gajah, serta 61 kepala keluarga di Desa Gajah Putih.

Relawan kembang Tzu Chi dari dari Komunitas Aceh Tengah menyerahkan secara simbolis kepada warga di posko pengungsi. Penyerahan bantuan dengan prinsip Syukur, menghormati dan cinta kasih.

Kondisi salah satu rumah warga di kecamatan Wih Pesa Kab. Bener Meriah yang masih tertutup tanah longsor. Desa dan kecamatan Wih Pesam termasuk salah satu yang terdampak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor. Bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, rumah, dan lahan pertanian.

Kehadiran relawan Tzu Chi dari Komunitas Aceh Tengah menjadi wujud perhatian bagi siapa pun yang membutuhkan uluran tangan. Meski akses jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten Bener Meriah mulai dibuka, sejumlah desa masih tergolong terisolasi. Para petani pun menghadapi kesulitan besar untuk kembali mengolah ladang dan kebun mereka. Dampak ekonomi pascabanjir bandang menjadi ujian berat yang harus dijalani dari hari ke hari.

Di tengah situasi tersebut, bantuan sembako yang disalurkan diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi mereka yang masih berada di pengungsian. Relawan berharap bantuan ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa para penyintas tidak sendirian menghadapi cobaan ini.

Para warga yang menerima paket sembako menerima dengan rasa syukur. Banyak warga dari Wih Pesam dan sekitarnya tetap berada di tenda pengungsian atau tempat saudara yang aman. Lahan huntara (hunian sementara) sedang direncanakan di sejumlah titik, termasuk di Kecamatan Wih Pesam, untuk mendukung proses relokasi dan pemulihan.

Adi, salah satu penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas kehadiran relawan Tzu Chi. “Saya sangat bersyukur atas kehadiran relawan. Sudah beberapa minggu tidak ada yang menyalurkan bantuan ke sini,” ujarnya.

Semoga saudara-saudara kita di Kabupaten Bener Meriah senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran, serta wilayah ini dapat segera pulih dan bangkit kembali.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Pulihkan Kesehatan Warga Pascabanjir, Tzu Chi Gelar Baksos di Medan Marelan

Pulihkan Kesehatan Warga Pascabanjir, Tzu Chi Gelar Baksos di Medan Marelan

18 Desember 2025

Tzu Chi Medan bersama tim medis TIMA menggelar bakti sosial kesehatan untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan serta meringankan beban masyarakat pasca bencana.

Bantuan Bencana Banjir Di Sumatera: Tak Kenal Lelah, Relawan Salurkan Bantuan Hingga Wilayah Pelosok Banjir

Bantuan Bencana Banjir Di Sumatera: Tak Kenal Lelah, Relawan Salurkan Bantuan Hingga Wilayah Pelosok Banjir

03 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Medan terus menyalurkan paket bantuan dan makanan hangat kepada warga terdampak hingga waktu yang belum ditentukan.

Penuangan Celengan Bambu untuk Korban Banjir Sumatera

Penuangan Celengan Bambu untuk Korban Banjir Sumatera

12 Desember 2025

Staf dan karyawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dari berbagai divisi ikut bersumbangsih dengan melakukan penuangan celengan bambu Tzu Chi untuk membantu korban bencana alam di Sumatera pada Jumat, 12 Desember 2025.

Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -