Berbagi Kebahagian dengan Gan En Hu

Jurnalis : Relawan Tzu Ching Singkawang, Fotografer : Relawan Tzu Ching Singkawang
 
 

foto
Tidak seperti bulan-bulan lalu, pada bulan Juni ini, seluruh Gan En Hu diundang untuk menghadiri pertemuan di Kantor Penghubung Tzu Chi Singkawang.

Hari Minggu tanggal 10 Juni 2012 pagi, tepatnya pukul 09.30, Kantor Penghubung Tzu Chi Singkawang  kembali mengadakan kegiatan pertemuan Gan En Hu, kegiatan rutin bulanan yang selalu dilaksanakan pada hari Minggu pertama setiap bulannya. Kegiatan pertemuan Gan En Hu kali ini berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, di mana relawan-relawan Tzu Chi yang mendatangi rumah mereka. Kali ini para Gan En Hu diundang secara langsung untuk pulang ke rumah Tzu Chi. Selain menerima bantuan bulanan, mereka juga diberi pemahaman lebih dalam mengenai Tzu Chi.

Seperti yang dituturkan oleh Teh Cin Lin (56), “Ketika kebakaran terjadi, saya tidak ada di rumah, hanya ada suami dan anak-anak saya. Ketika saya sampai rumah, rumah dah rata. Semua ludes kebakar.”

Kegiatan Gan En Hu yang semulanya hanya dilakukan oleh Shixiong-Shijie dan Shibo-Shigu sekarang semakin lengkap dengan kehadiran Tzu Ching yang ikut membantu selama kegiatan. Ini kedua kalinya Tzu Ching ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Shibo-Shigu setelah Tzu Ching Singkawang terbentuk.

Kegiatan ini dimulai dengan sambutan hangat dari Ajung Shibo. Setelah itu dilanjutkan oleh teman-teman Tzu Ching yang membawakan isyarat tangan yang berjudul “Wo De Ming Zi Jiao Yong Gan”. Inti acara dibawakan oleh Ajung Shibo dengan memberikan pemahaman tentang Tzu Chi kepada sekitar 40 Gan En Hu. Selanjutnya para shigu membawakan isyarat tangan “Ni Da Kai Wo De Yan Jing”. Terakhir, beberapa Gan En Hu membagikan kisah jalinan jodoh mereka dengan Tzu Chi. Dari pertama mengenal sampai dibantu Tzu Chi.

foto   foto

Keterangan :

  • Selain untuk membina tali keakraban, para Gan En Hu juga mendapatkan penjelasan mengenai Tzu Chi dari Ajung Shibo (kiri).
  • Di akhir acara, seluruh Gan En Hu menyanyikan dan memeragakan isyarat tangan “Satu Keluarga” (kanan).

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam  ini ditutup dengan isyarat tangan “Satu Keluarga” yang dibawakan oleh semua relawan Tzu Chi bersama para Gan En Hu.  Setelah acara selesai, para relawan memberikan paket kepada para Gan En Hu. Beberapa relawan Tzu Ching juga ikut menyerahkan paket kepada para Gan En Hu secara bersamaan dan mengantar mereka pulang ke rumah masing-masing.

kunjungan kasih
Setelah acara di kantor Tzu Chi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan kunjungan kasih ke daerah Sakkok. Di sini, ada seorang bernama Santi yang mengalami depresi meski baru berumur 20 tahun. Ia telah menderita penyakit ini selama hampir 2 tahun. Sewaktu dikunjungi di kediamannya, Santi sedang berada di toilet dan tidak mau keluar. Ia terus tidur di toilet dengan beralaskan beberapa papan. Karena Santi sedang tidak bisa didekati, maka kami hanya melihat dari luar sambil melihat shibo dan shigu menenangkan Santi. Melihat hebatnya penderitaan Santi, para Tzu Ching mendapat pelajaran berharga untuk lebih menghargai hidup dan mensyukuri apa yang ada.

  
 

Artikel Terkait

Tidak Mudah Menyerah

Tidak Mudah Menyerah

26 Oktober 2016

Kelas budi pekerti yang diadakan sebulan sekali dibagi menjadi dua kelas sesuai dengan rentang usia mereka. Kelas kecil belajar tentang tidak mudah menyerah sementara kelas besar bagaimana membangun kepedulian terhadap sesama. Kelas budi pekerti yang diadakan pada tanggal 23 Oktober 2016 diikuti sebanyak 61 anak.

"Jangan Berhenti Mencapai Mimpi"

03 September 2020

Berkat kegigihan dan semangat belajar, 7 siswa SMA Cinta Kasih Tzu Chi berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) unggulan di tahun ajaran 2019/2020. 

Bantuan Penanganan Covid-19 di Lapas Kelas IIA Pekanbaru

Bantuan Penanganan Covid-19 di Lapas Kelas IIA Pekanbaru

26 November 2020

Pada Senin, 09 November 2020, Tzu Chi Pekanbaru kembali mengunjungi Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Kedatangan kali ini untuk memberikan bantuan berupa Vitamin C dan obat herbal Lianhua Qingwen untuk penanganan Covid-19 di Lapas tersebut.

Kita sendiri harus bersumbangsih terlebih dahulu, baru dapat menggerakkan orang lain untuk berperan serta.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -