Bertahan di Tengah Keterbatasan, Tzu Chi Hadir Mengobati Keluarga Vincent

Jurnalis : Fikhri Fathoni , Fotografer : Fikhri Fathoni

Vincent dan anaknya saat diperiksa oleh Tim Dokter TIMA Indonesia. Setelah diperiksa Vincent mengalami hipertensi dan anaknya terjangkit penyakit kulit.

Teriknya matahari pada siang hari membuat udara di dalam tenda terasa menyengat. Sebaliknya, ketika malam tiba, hawa dingin menggantikan panas dan menyelimuti para penyintas yang beristirahat dengan fasilitas seadanya. Kondisi inilah yang kini harus dijalani Vincent Sismantur bersama istri dan ketiga anaknya setelah gempa merusak rumah mereka di Desa Golo Mendo, Kecamatan Wae Ri’i.

Tenda sederhana yang mereka tempati kini menjadi satu-satunya tempat berlindung. Di tengah keterbatasan sarana dan sulitnya menjaga kebersihan diri, keluarga Vincent berusaha bertahan sembari menghadapi berbagai keluhan kesehatan yang mulai muncul.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia mengadakan bakti sosial kesehatan di Desa Golo Mendo. Pelayanan kesehatan ini menjadi kesempatan bagi keluarga Vincent dan warga terdampak lainnya untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka selama tinggal di pengungsian.

Ingatan Vincent kembali pada pagi ketika gempa mengguncang rumahnya. Saat itu, sekitar pukul lima pagi, ia bersama istri dan ketiga anaknya masih tertidur. Guncangan yang datang tiba-tiba membuatnya segera mengangkat sang anak dan berlari meninggalkan rumah.

Kondisi bagian dalam rumah Vincet yang sebagian telah hancur diguncang gempa.

“Waktu itu sekitar jam lima pagi kami masih tidur, pas begitu gempa yang guncang, saya angkat saya punya anak dan lari keluar. Atapnya roboh semua, temboknya hancur, jendela juga hancur,” kenang Vincent.

Atap yang roboh, tembok yang hancur, serta jendela yang rusak membuat rumah tersebut tidak lagi aman untuk ditempati. Sejak saat itu, Vincent dan keluarganya terpaksa meninggalkan rumah serta menjalani kehidupan di tenda pengungsian.

Bagi Vincent, tinggal di dalam tenda sangat berbeda dengan berada di rumah. Keluarganya harus berhadapan langsung dengan perubahan cuaca yang cukup ekstrem. Pada siang hari, mereka terpapar panas matahari, sedangkan pada malam hari mereka harus menahan udara dingin.

“Jelas sangat berpengaruh ya, bedanya tidur di tenda adalah saat siang matahari yang sedang terik bersinar dia akan mengalami terpapar cuaca yang panas, pada saat malam dia akan kedinginan, akibatnya kondisi tubuhnya semakin melemah dan mudah terserang penyakit,” tutur salah satu dokter TIMA Indonesia, dr. Ruzbih Bahtiar, SpB.

Tenda sederhana yang mereka tempati kini menjadi satu-satunya tempat berlindung. Di tengah keterbatasan sarana dan sulitnya menjaga kebersihan diri, keluarga Vincent berusaha bertahan sembari menghadapi berbagai keluhan kesehatan yang mulai muncul.

Penyakit yang Mulai Mengintai
Hari-hari yang dijalani di pengungsian perlahan memengaruhi kondisi kesehatan keluarga Vincent. Keterbatasan fasilitas sanitasi membuat mereka tidak dapat menjaga kebersihan diri sebagaimana biasanya. Salah satu anak Vincent pun mulai mengalami gangguan kulit pada bagian kaki dan bagian tubuh lainnya.

Keluhan tersebut kemudian diperiksa oleh salah satu dokter TIMA Indonesia, dr. Ruzbih Bahtiar, SpB. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka pada kaki anak Vincent yang diduga berkaitan dengan kebersihan diri yang kurang terjaga selama berada di pengungsian.

“Setelah pasien saya periksa, saya dapatkan adanya luka di kakinya. Saya tanya tadi, sempat tidak mandi teratur karena situasi gempa juga, jadi mudah terserang penyakit kulit,” jelas dr. Ruzbih.

Tidak hanya sang anak, kondisi kesehatan Vincent juga turut menjadi perhatian tim medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darahnya cukup tinggi. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh keadaan fisik selama tinggal di tenda, tetapi juga beban pikiran yang harus ia hadapi.

Di dalam rumah yang telah rubuh diguncang gempa hanya tersisa sebagian perabot yang masih dapat digunakan.

Rumah yang telah hancur serta kekhawatiran akan terjadinya gempa susulan membuat Vincent dan keluarganya belum dapat menjalani hari-hari dengan tenang.

“Untuk tensi memang agak sedikit lebih tinggi, selain karena memikirkan rumahnya yang hancur, juga mencemaskan adanya gempa susulan yang mungkin setiap hari mereka rasakan, pasti akan menimbulkan beban pikiran,” jelasnya.

Di tengah kondisi pascagempa yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran tim medis memberikan ketenangan tersendiri bagi keluarga Vincent. Mereka dapat menyampaikan berbagai keluhan kesehatan yang muncul selama berada di pengungsian sekaligus memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang diperlukan.

Bagi Vincent, pelayanan kesehatan tersebut bukan sekadar kesempatan untuk berobat, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang menguatkan keluarganya dalam menghadapi masa sulit.

“Hari ini kami merasa bersyukur sekali karena adanya pengobatan. Selama di pengungsian ini, keluarga kami ada keluhan berbagai macam penyakit. Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan dari pak dokter,” ucap syukur Vincent.

Atap yang roboh, tembok yang hancur, serta jendela yang rusak membuat rumah tersebut tidak lagi aman untuk ditempati.

Setelah mendapat pemeriksaan dan perawatan dari Tim Dokter TIMA Indonesia, Vincent dan anaknya menerima obat yang dapat diminum sesuai anjuran dokter.

Di balik tenda sederhana yang kini menjadi tempat tinggal mereka, Vincent dan keluarganya masih menyimpan harapan untuk dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman. Sementara proses pemulihan terus berlangsung, perhatian dan pelayanan kesehatan menjadi dukungan berharga agar para penyintas tetap mampu menjaga kesehatan dan bertahan di tengah keterbatasan.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Relawan Tzu Chi Indonesia Hadir di NTT, Membawa Kepedulian di Tengah Duka Gempa

Relawan Tzu Chi Indonesia Hadir di NTT, Membawa Kepedulian di Tengah Duka Gempa

26 Agustus 2026

Relawan Tzu Chi hadir di Nusa Tenggara Timur untuk mendampingi warga terdampak gempa di Manggarai dan Manggarai Timur. Bersama pihak setempat, relawan menyalurkan bantuan.

Bertahan di Tengah Keterbatasan, Tzu Chi Hadir Mengobati Keluarga Vincent

Bertahan di Tengah Keterbatasan, Tzu Chi Hadir Mengobati Keluarga Vincent

27 Agustus 2026

Gempa membuat Vincent Sismantur, istri, dan ketiga anaknya tinggal di tenda pengungsian. Baksos Tzu Chi dan TIMA Indonesia di Desa Golo Mendo memberi pengobatan dan ketenangan.

Baksos Kesehatan Tzu Chi Indonesia Hadirkan Harapan dan Ketenangan bagi Warga di Tengah Dampak Gempa NTT

Baksos Kesehatan Tzu Chi Indonesia Hadirkan Harapan dan Ketenangan bagi Warga di Tengah Dampak Gempa NTT

26 Agustus 2026

Tzu Chi bersama TIMA Indonesia mengadakan baksos kesehatan bagi 421 warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, NTT.

Meski sebutir tetesan air nampak tidak berarti, lambat laun akan memenuhi tempat penampungan besar.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -