Relawan Tzu Chi Indonesia Hadir di NTT, Membawa Kepedulian di Tengah Duka Gempa

Jurnalis : Fikhri Fathoni , Fotografer : Fikhri Fathoni

Relawan Tzu Chi memberikan perhatian dan menghibur anak-anak yang terdampak gempa di Kecamatan Lamda Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Pagi itu, langkah para relawan Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Indonesia mulai menyentuh tanah Nusa Tenggara Timur. Membawa semangat kepedulian dan harapan, mereka tiba di tengah masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores.

Di balik kerusakan yang terlihat, terdapat rasa haru keluarga yang kehilangan kenyamanan rumah, anak-anak yang harus beradaptasi dengan kondisi pengungsian, serta warga yang tetap berusaha menjalani kehidupan sehari-hari di tengah keterbatasan.

Kehadiran relawan Tzu Chi Indonesia membawa pesan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi masa pemulihan ini seorang diri. Dengan semangat cinta kasih universal, para relawan berupaya hadir untuk mendengarkan, memahami, dan memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.

Pada Senin, 24 Agustus 2026, relawan Tzu Chi melakukan koordinasi bersama Polres Manggarai untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada warga terdampak gempa di Kecamatan Cibal dan Reo, Kabupaten Manggarai, serta wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Koordinasi ini menjadi bagian penting dalam proses tanggap darurat agar bantuan yang dibawa dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan memahami kondisi lapangan dan berdiskusi bersama pihak yang berada langsung di lokasi, relawan dapat menentukan langkah penyaluran yang lebih efektif.

Relawan Tzu Chi berkoordinasi dengan Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, SIK, SH, M.Si. (kelima dari kiri), untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa agar tepat sasaran.

Relawan Tzu Chi, Winto (kiri), memberiakan obat herbal di tenda medis Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. Nantinya, relawan Tzu Chi bersama TIMA Indonesia akan melakukan baksos kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk warga.

Kehadiran relawan Tzu Chi mendapat sambutan hangat dari pihak kepolisian yang turut mendampingi proses penyaluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami tentunya mengucapkan banyak terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang berkesempatan atau menempatkan waktunya untuk membantu masyarakat Manggarai,” ungkap Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, SIK, SH, M.Si.

Koordinasi dengan pihak setempat menjadi langkah awal agar bantuan yang dibawa dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan. Tidak hanya membawa bantuan logistik, relawan juga berupaya memahami kondisi langsung masyarakat yang terdampak.

Bagi Tzu Chi, penanganan bencana tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan material. Kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk melihat kebutuhan nyata, mendengarkan pengalaman warga, serta memastikan bantuan diberikan dengan penuh perhatian dan penghormatan terhadap kondisi mereka.

“Kita berkoordinasi dengan Kapolres Manggarai untuk meminta masukan mengenai titik-titik bencana yang akan didatangi relawan Tzu Chi. Kita menuju Kecamatan Cibal dan Reo,” ungkap salah satu relawan Tzu Chi, Winto.

Selain bantuan kebutuhan sehari-hari yang akan diberikan, perhatian juga diberikan terhadap kondisi kesehatan warga terdampak. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia merencanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun tindakan medis akibat dampak gempa.

Di tengah perjalanan menuju lokasi bencana, kepedulian para relawan juga hadir melalui hal-hal sederhana. Saat melihat anak-anak di wilayah Wae Ri’I yang juga terdampak gempa, relawan secara spontan memberikan perhatian kecil yang membawa kebahagiaan bagi mereka.

Relawan Tzu Chi memberikan perhatian kepada salah satu warga yang kakinya terluka akibat gempa yang terjadi di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Pelayanan kesehatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mungkin mengalami gangguan kesehatan setelah bencana, baik akibat kondisi lingkungan, keterbatasan akses layanan kesehatan, maupun kebutuhan medis yang muncul selama masa pengungsian.

Setibanya di beberapa lokasi terdampak, relawan melihat langsung kondisi warga yang masih harus bertahan di tempat pengungsian sementara. Banyak keluarga yang tinggal di tenda dengan keterbatasan perlengkapan, terutama menghadapi udara malam yang cukup dingin.

Pemandangan tersebut menggambarkan bagaimana bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung kini harus digantikan sementara dengan tenda sederhana, sementara kebutuhan dasar seperti kehangatan dan kenyamanan menjadi hal yang sangat berarti.

“Di Kecamatan Cibal itu kita sudah melihat juga ternyata di situ banyak yang terdampak, banyak yang tinggal di tenda, sehingga kita juga bisa mengambil keputusan apakah melakukan baksos atau membagikan bantuan,” jelas Winto.

Di tengah perjalanan menuju lokasi bencana, kepedulian para relawan juga hadir melalui hal-hal sederhana. Saat melihat anak-anak di wilayah Wae Ri’I yang juga terdampak gempa, relawan secara spontan memberikan perhatian kecil yang membawa kebahagiaan bagi mereka.

“Kita sempat berhenti juga melihat anak-anak di Wae Ri’i. Jadi kita secara spontan saja kebetulan ada toko kecil (kelontong) kita beli makanan dan bagikan kepada anak-anak, mereka terlihat senang,” ungkap Winto.

Relawan Tzu Chi, Teksan Luis, menyerahkan selimut dari Taiwan kepada Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR., yang nantinya akan dibagikan kepada warga yang terdampak gempa.

Saat mengunjungi lokasi terdampak gempa, relawan memberikan berbagai kebutuhan seperti pakaian, obat herbal (tolak angin), serta melakukan serah terima selimut dari Taiwan yang sebelumnya telah dikirimkan untuk membantu masyarakat terdampak.

Selimut tersebut nantinya akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan, terutama mereka yang masih tidur di tenda pengungsian dengan kondisi udara malam Kabupaten Manggarai yang cukup dingin.

Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau masih berada di pengungsian, bantuan sederhana seperti selimut dapat menjadi kebutuhan yang sangat berarti. Terlebih ketika malam tiba dan suhu udara menurun, perlindungan terhadap kesehatan dan kenyamanan menjadi perhatian utama.

Menurut AKBP Levi Defriansyah, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi masyarakat pascagempa.

“Melihat situasi saat ini musim kemarau di mana suhu pada malam hari sangat dingin bisa kisaran antara sepuluh sampai delapan belas derajat, masyarakat sangat membutuhkan selimut, tenda, terpal, dan lain-lain saat ini,” ungkap Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah.

Selanjutnya relawan Tzu Chi akan memberikan bantuan kemanusiaan berupa tenda, kelambu, masker medis, ranjang plastik, selimut Tzu Chi, air mineral, genset, obat-obatan, terpal, mi instan, senter led, sabun dan shampoo, pembalut, pampers anak, serta biskuit kepada mereka yang saat ini masih merasakan dampak gempa.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Pengiriman Bantuan 2.600 Selimut untuk Korban Gempa di NTT

Pengiriman Bantuan 2.600 Selimut untuk Korban Gempa di NTT

18 Agustus 2026
Tzu Chi Indonesia melalui Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan bantuan berupa 2.600 pcs selimut. Bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang mengungsi dan terpaksa tidur di pengungsian atau di lokasi yang lebih aman.
Baksos Kesehatan Tzu Chi Indonesia Hadirkan Harapan dan Ketenangan bagi Warga di Tengah Dampak Gempa NTT

Baksos Kesehatan Tzu Chi Indonesia Hadirkan Harapan dan Ketenangan bagi Warga di Tengah Dampak Gempa NTT

26 Agustus 2026

Tzu Chi bersama TIMA Indonesia mengadakan baksos kesehatan bagi 421 warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, NTT.

Relawan Tzu Chi Indonesia Hadir di NTT, Membawa Kepedulian di Tengah Duka Gempa

Relawan Tzu Chi Indonesia Hadir di NTT, Membawa Kepedulian di Tengah Duka Gempa

26 Agustus 2026

Relawan Tzu Chi hadir di Nusa Tenggara Timur untuk mendampingi warga terdampak gempa di Manggarai dan Manggarai Timur. Bersama pihak setempat, relawan menyalurkan bantuan.

Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -