Cinta Kasih yang Mengalir di Lokasi Banjir

Jurnalis : Surya Metal (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Syanny Wijaya, Hartono Tjandra (Tzu Chi Makassar)

Relawan Tzu Chi bergerak cepat untuk turun ke lokasi banjir menyalurkan bantuan berupa beras, mi instan, dan air mineral.

Hujan yang berlangsung tiada henti sejak 23 Februari 2026 dengan puncak curah hujan tertinggi pada 25 Februari 2026 menyebabkan banyak rumah warga di Kelurahan Manggala, Kota Makassar terendam banjir dan melumpuhkan semua kegiatan masyarakat. Debit air yang tinggi membuat sebagian rumah penduduk terendam banjir mencapai 1,5 meter lebih.

Kondisi banjir juga bervariasi dengan ketinggian berbeda-beda, bahkan di beberapa titik atap seng rumah sudah tidak tampak lagi. Terjangan banjir yang menghantam Kota Makassar menyebabkan rumah-rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, sehingga sebanyak 106 Kepala Keluarga di Kecamatan Manggala harus mengungsi. Selain itu, fasilitas umum mengalami kerusakan, seperti sekolah, kantor pemerintahan, dan hancurnya beberapa area persawahan.

Mendengar kabar tersebut, relawan Tzu Chi Makassar langsung bergerak cepat untuk turun ke Lokasi banjir menyalurkan bantuan berupa beras, mi instan, dan air mineral pada 26 Februari 2026.

Tranportasi untuk menghubungkan ke tempat pengunsian yang terisolir hanya perahu karet yang ditarik secara manual dengan tali oleh petugas dibantu warga setempat.

Kegembiraan Ibu Justina selaku Ketua RW 13 mendapat bantuan langsung, karena warga di blok 10 harus berjalan untuk mendapatkan makanan di posko pengungsian, sebab distribusi bantuan tidak disaluran ke rumah-rumah.

“Kami memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan pokok mereka yaitu beras 5 kg, air mineral 1 dus, dan mi instan 1 dus,” kata Go Weng Ak, Koordinator Tanggap Darurat Yayasan Buddha Tzu Chi Perwakilan Makassar.

Akses menuju ke lokasi banjir lumpuh total. Salah satu tranportasi untuk menghubungkan ke tempat pengunsian yang terisolir hanya perahu karet yang ditarik secara manual dengan tali oleh petugas dibantu warga setempat.

Penyaluran bantuan ini merupakan wujud cinta kasih dari donatur dan relawan Tzu Chi. Masih banyak warga yang bertahan di dalam rumah dikarenakan menjaga barang-barang pribadi agar tidak terbawa arus. Kendala terbesar para warga yang terkena musibah yang dialaminya adalah sulit mendapatkan makanan sehingga warga sekitar harus berenang atau menggunakan ban untuk mendapatkan makanan di posko pengungsian

Relawan menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga terdampak banjir.

“Kendala para warga sekitar yang masih bertahan di rumahnya di blok 10 harus berenang atau menggunakan ban untuk mendapatkan makanan di posko pengungsian karena distribusi bantuan tidak disaluran ke rumah-rumah,” ungkap Justina selaku Ketua RW 13.

Dalam proses pembagian paket bantuan, para relawan Tzu Chi juga menyempatkan diri mendatangi beberapa rumah warga korban banjir yang terdampak cukup parah.

“Kami terpaksa bertahan di sini karena istri saya juga tidak bisa berjalan. Rumah kami habis dan benda-benda juga terendam semua. Kami hanya mengharapkan uluran tangan dari tetangga yang mereka berusaha memberi makanan kepada kami dengan kondisi yang terbatas,” Ungkap Ani.

Lurah Kelurahan Mangalla, Sukri bersyukur atas keberadaan relawan Tzu Chi yang turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada para korban.

Pembagian paket bantuan banjir yang dilakukan relawan Tzu Chi ini disyukuri oleh Lurah Kelurahan Mangalla, Sukri bersyukur atas keberadaan relawan Tzu Chi yang turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada para korban. Menurutnya permasalahan utama adalah ketersediaan dan distribusi makanan yang tidak mencukupi. Walaupun demikian, ia tetap bersyukur dengan adanya bantuan dari beberapa pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi yang dirasakan sangat membantu warga yang terdampak. 

Alhamdulillah, ada bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi untuk warga. Kemarin kami terisolir dan belum masuk bantuan. Kebetulan ada berkah dari Yayasan Buddha Tzu Chi berupa sembako yang diberikan ini bisa bermanfaat bagi warga,” ungkap Sukri.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Banjir Sumatera: Alat Berat Tzu Chi Buka Akses Aceh Tamiang

Banjir Sumatera: Alat Berat Tzu Chi Buka Akses Aceh Tamiang

10 Februari 2026

RelawanTzu Chi Medan terus bergerak membantu pemulihan dengan mengoperasikan alat berat dan dump truck untuk membuka akses serta menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di wilayah Kampung Kesehatan, Aceh Tamiang.

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Bantuan Tahap Pertama untuk Lima Jorong di Kabupaten Agam

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Bantuan Tahap Pertama untuk Lima Jorong di Kabupaten Agam

09 Desember 2025

Dengan menempuh waktu perjalanan 23 jam, relawan Tzu Chi Padang mengirimkan paket bantuan untuk Dusun yang minim mendapatkan bantuan akibat terputusnya sarana komunikasi.

Banjir Sumatera: Kala Cinta Kasih Menyapa Warga Desa Landuh

Banjir Sumatera: Kala Cinta Kasih Menyapa Warga Desa Landuh

24 Desember 2025

Aroma lumpur sisa banjir masih menyengat di Desa Landuh, Aceh Tamiang. Tampak warga masih membersihkan puing-puing. Di tengah keputusasaan itu, kehadiran relawan Tzu Chi dan Tim Medis menghadirkan secercah harapan.

Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -