Dari Sampah Menjadi Cinta Kasih, Menjaga Bumi Tetap Asri

Jurnalis : Liani (Tzu Chi Medan), Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan)

Relawan Tzu Chi, Iwan Chandra, menjelaskan Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi melalui konsep 5R sekaligus memperkenalkan selimut Tzu Chi yang dibuat dari bahan daur ulang sebagai salah satu contohnya.

“Upaya menyayangi bumi harus dimulai dari tindakan nyata dari setiap orang”
Kata perenungan Master Cheng Yen

​Semangat kepedulian terhadap kelestarian bumi kembali diwujudkan oleh para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Pada hari Minggu, 20 September 2026, sebanyak 29 relawan Komunitas Hu Ai Titi Kuning Medan menggelar kegiatan pengenalan dan sosialisasi program Titik Pilah Pelestarian Lingkungan di Club House Kompleks Medan Resort City (Mercy), Jalan Kompleks Karya Jaya, Deli Tua.

​Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini dihadiri oleh 9 orang perwakilan pengurus dan warga setempat, sehingga total peserta yang berkumpul mencapai 38 orang. Melalui sosialisasi ini, relawan Tzu Chi mengajak warga untuk mulai memilah sampah rumah tangga sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi.

​Mengenal Tzu Chi dan Misi Pelestarian Lingkungan
​Mengawali rangkaian acara, selaku relawan dan Wakorbid Fungsionaris Misi Pelestarian Lingkungan Komunitas Hu Ai Titi Kuning, Jumin, memaparkan sejarah singkat serta visi-misi Yayasan Buddha Tzu Chi.

​"Tzu Chi adalah organisasi sosial yang didirikan oleh Master Cheng Yen pada tahun 1966 di Hualien, Taiwan. Tepat tahun ini, Tzu Chi menginjak usia yang ke-60 tahun dan jejak cinta kasihnya telah menyebar ke lebih dari 130 negara," jelas Jumin. Ia juga menambahkan bahwa Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia telah hadir sejak tahun 1993 dan kini memiliki lebih dari 17 kantor cabang di berbagai wilayah Indonesia, Dalam menjalankan misinya, Tzu Chi membawa Empat Misi Utama dan Delapan Jejak Langkah, salah satunya adalah Misi Pelestarian Lingkungan.

Dengan penuh cinta kasih para relawan mengunjungi Club House perumahan Mercy untuk menjelaskan program titik pilah barang daur ulang kepada para staf pengurus.

Salah satu relawan Tzu Chi, Jumin, menjelaskan sejarah Tzu Chi, Visi dan Misi Tzu Chi kepada warga kompleks perumahan Mercy.

​Pada sesi kedua, materi dibawakan oleh Iwan Chandra, ia mengajak warga mendalami konsep 5R Tzu Chi, yaitu Rethink (memikirkan kembali), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Repair (memperbaiki), dan Recycle (daur ulang).

​Iwan mengimbau warga untuk selalu mempertimbangkan antara kebutuhan dan keinginan sebelum membeli barang guna mengurangi konsumsi sumber daya. Ia juga memperlihatkan contoh nyata hasil daur ulang, salah satunya adalah selimut Tzu Chi berbahan dasar botol plastik yang biasa dibagikan saat bantuan bencana alam.

​"Ayo mari kita sama-sama melestarikan lingkungan. Mulai dari memilah sampah di rumah dan sekolah, membawa termos air, membawa kotak makan, serta menggunakan tas ramah lingkungan saat berbelanja. Seperti motto kita: Mengubah sampah menjadi emas, emas menjadi cinta kasih," ajak Iwan.

​Sinergi dan Komitmen Bersama ​Lestarikan Lingkungan
​Kompleks Medan Resort City merupakan salah satu kawasan hunian terbesar di wilayah Titi Kuning–Deli Tua, Medan, dengan populasi sekitar 1.000 Kepala Keluarga (KK). Menyadari potensi besar tersebut, relawan Tzu Chi sebelumnya telah melakukan survei dan menjajaki kerja sama dengan pihak pengelola perumahan.

​Titik Pilah di Kompleks Mercy ini direncanakan akan beroperasi secara rutin setiap bulan pada minggu ketiga, pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, berlokasi di area strategis dekat pintu masuk kompleks.

Pengurus perumahan kompleks Mercy, Rayanto juga memberikan sambutan dan rasa syukurnya atas pelaksaan Pelestarian Lingkungan bagi warga di sekitar komplek.

​Pihak pengelola perumahan yang diwakili oleh Rayanto, juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif ini.

​"Kami sangat bersyukur dan mendukung kegiatan ini. Ini merupakan pendidikan yang sangat penting untuk anak-anak kita agar cita-cita memelihara bumi bisa terlaksana dengan baik. Kami sudah menyediakan tempatnya dan berharap para relawan tidak pernah putus asa untuk terus memberikan pengajaran kepada warga kami," ucap Rayanto.

​Selain itu, pesan mendalam juga disampaikan relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jati dalam Misi Pelestarian Lingkungan, Tony Honkley, dalam pesan cinta kasihnya, ia menekankan pentingnya kesadaran diri dalam mengelola sampah harian yang dihasilkan oleh setiap individu.

​"Rata-rata setiap orang menghasilkan 2,5 kg sampah per hari. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Saya yakin, orang yang mau menurunkan egonya dan membungkukkan badan untuk memungut barang daur ulang adalah orang-orang yang luar biasa. Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar mengolah sampah, melainkan mewariskan lingkungan yang bersih bagi anak cucu kita kelak," tegas Tony.

​Kehadiran program ini langsung memetik respons positif dari warga. Bryan, salah satu penghuni Kompleks Mercy yang hadir, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dan bertekad untuk langsung menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

​"Saya belajar bahwa sampah bukan sekadar dibuang, tapi bisa diolah menjadi keberkahan. Setelah acara ini, saya berkomitmen mengurangi plastik sekali pakai dengan membawa botol minum sendiri, kantong belanja ramah lingkungan, serta mulai memilah sampah plastik di rumah untuk disalurkan ke Tzu Chi," ungkap Bryan.

Isyarat tangan dengan lagu Wariskan Dunia yang Asri dibawakan relawan Tzu Chi dengan penuh semangat kebersamaan untuk lestarikan bumi yang asri.

​Sosialisasi ditutup dengan penampilan budaya humanis Tzu Chi  dari relawan yaitu isyarat tangan dengan lagu berjudul Wariskan dunia yang asri dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Dengan nuansa pelestarian lingkungan, yang kemudian disusul sesi tanya jawab interaktif bersama warga.

​Melindungi bumi bukanlah tugas satu atau dua orang, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui langkah kecil yang dimulai dari sekelompok warga, benih-benih cinta kasih dan kepedulian lingkungan diharapkan dapat terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat luas demi mewariskan dunia yang bersih dan asri bagi generasi mendatang.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Hari Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Hospital

Hari Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Hospital

24 Juni 2022

Hari Pelestarian Lingkungan perdana Tzu Chi Hospital dilaksanakan pada hari ini, Jumat, 24 Juni 2022. Para karyawan membawa barang daur ulang dari rumah dan mengantarnya ke Green Point yang ada di Tzu Chi Hospital.

Pelestarian Lingkungan di Pematang Siantar

Pelestarian Lingkungan di Pematang Siantar

27 Desember 2013 Mereka berkumpul karena pada hari itu, mereka akan melakukan kegiatan pelestarian lingkungan dan bersih-bersih di sepanjang pinggir jalan.
Bukit Plastik Menjadi Bukit Intan

Bukit Plastik Menjadi Bukit Intan

20 September 2017

Teriknya matahari tak menghalangi semangat para relawan mengumpulkan botol plastik dari satu rumah ke rumah lainnya di pondok-pondok warga. Tidak sampai di sini saja, setelah plastik terkumpul, relawan langsung memilah dan membersihkan botol-botol itu bersama-sama.

Berbicaralah secukupnya sesuai dengan apa yang perlu disampaikan. Bila ditambah atau dikurangi, semuanya tidak bermanfaat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -