Dari Sebuah Kanvas, Mengalir Cinta Kasih

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung) , Fotografer : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung), Dok. Pribadi

Tergerak oleh filosofi lukisannya tentang pentingnya memberi manfaat bagi sesama, Sherin Velerie Wijaya mendonasikan 100% hasil lelang karyanya untuk aksi kemanusiaan. Lewat saran seorang relawan di media sosial, seniman asal Bandung ini mantap mempercayakan seluruh hasil lelang lukisan The Withered Fig Tree kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Sebuah lukisan terkadang menyimpan cerita yang lebih dalam daripada apa yang tampak oleh mata. Di balik perpaduan warna dan goresan kuas, terselip pemikiran, perasaan, dan bahkan pesan kehidupan yang ingin disampaikan sang seniman. Begitu pula dengan karya Sherin Velerie Wijaya, seniman asal Bandung yang membuat lukisan yang berjudul The Withered Fig Tree (Pohon Ara yang Terbakar), yang kemudian menjadi jalan baginya untuk berbagi cinta kasih melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Bermula ketika Sherin mendapat kesempatan mengikuti sebuah pameran lukisan yang diadakan oleh Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Berawal dari tawaran untuk mengikuti proses kurasi, karyanya akhirnya berhasil lolos seleksi dan terpilih untuk dipamerkan. Salah satu karya yang dibawanya adalah The Withered Fig Tree.

“Saya dapat info ada pameran dan coba ikut kurasi dan akhirnya lolos, pameran ini adalah pameran pertama saya. Senang bisa masuk dan saya persipakan lukisan ini kurang lebih dua minggu ya saya bawa pohon ara ini sebagai karya saya,” kata Sherin.

Judul tersebut memiliki makna tersendiri. Pohon ara dikenal sebagai pohon yang seharusnya mampu menghasilkan buah sepanjang musim. Namun dalam karya ini pohon ara mendapatkan kutukan terbakar karena tidak berbuah.

“Pohon Ara ini dalam kitab saya pohon yang besar, berdaun lebat, batangnya besar dan harusnya berbuah sepanjang musim, namun justru pohon ara ini tidak berbuah dan tidak memberikan mamfaat bagi orang lain sehingga pohon ini mendapatkan kutukan terbakar,” terang Sherin.

Niat baik mempertemukan Sherin dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Melalui karya ini, tersimpan sebuah refleksi tentang kehidupan dan segala kemungkinan yang ada didalamnya. Bahwa setiap kehidupan memiliki potensi untuk bertumbuh dan memberi manfaat. “Artinya kita memiliki pontensi untuk membantu untuk sesama memberikan mamfaat bagi orang lain tapi kitanya tidak mau,” ujarnya.

Karya ini bukanlah karya pertama Sherin. Sebelumnnya Sherin membuat karya lukisan lainnya dan dilelang. Hasil lelangnya pun untuk diri sendiri, namun kali ini Sherin sadar bahwa potensi yang ia miliki haruslah bermafaat bagi orang lain, sejalan dengan filosopi Pohon Ara.

Sherin kemudian melelang lukisan tersebut dengan niat yang berbeda di balik keputusannya. Ia ingin seluruh hasil lelang, 100 persen, disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan. Niat baik itu telah tumbuh dalam hatinya, tetapi masih ada satu hal yang belum ia temukan ke mana hasil lelang tersebut sebaiknya disalurkan.

Sherin kemudian mengunggah lukisannya melalui media sosial. Di antara berbagai tanggapan yang diterimanya, sebuah komentar sederhana menarik perhatiannya. Seseorang menyarankan agar hasil lelang lukisan itu didonasikan melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Hasil lelang karya lukisan Sherin didonasikan ke Tzu Chi Indonesia.

“Saya mau lelang lukisan ini dan didonasikan tapi saya awalnya tidak tau mau kemana, lalu saya post di media sosial saya. Saya mau lelang lukisan ini dan hasil lelangnya akan didonasikan. Lalu ada yang berkomentar donasikan ke Tzu Chi, dan saya mencari tau tentang Tzu Chi,” kata Sherin.

Tak disangka, orang yang memberikan saran tersebut ternyata merupakan salah satu relawan Tzu Chi. Komentar singkat itu menjadi awal dari perkenalan Sherin dengan Tzu Chi. Ia pun mulai mencari tahu lebih jauh mengenai organisasi kemanusiaan ini, mengenal berbagai kegiatan sosial serta nilai-nilai cinta kasih yang dijalankan para relawannya.

Setelah mengenal lebih dekat, Sherin akhirnya memutuskan untuk mempercayakan hasil lelang lukisannya untuk didonasikan ke Tzu Chi. “Saya cari tahu tentang Tzu Chi dan kakak saya di PIK bilang ada Tzu Chi disana. Saya yakin hasil lelang ini saya donasikan ke Tzu Chi karena yayasan (Tzu Chi) benar-benar menyalurkan hasil donasinya untuk membantu tanpa ada embel-embel dibelakangnya,” ungkap Sherin, “Saat saya mau lelang, saya jelaskan bahwa hasil lelang ini akan saya donasikan kemana. Lalu salah satu kolektor yang berhasil membeli lukisan saya sangat setuju dengan niat saya. Dia bilang sangat bagus untuk didonasikan dan dia benar-benar senang.”

Dari sebuah kanvas, lahirlah kesempatan untuk berbagi. Dari sebuah karya seni, mengalir kepedulian yang menjangkau kehidupan sesama.

Dari sebuah kanvas, lahirlah kesempatan untuk berbagi. Dari sebuah karya seni, mengalir kepedulian yang menjangkau kehidupan sesama. Ada makna yang indah ketika perjalanan lukisan The Withered Fig Tree berujung pada sebuah tindakan kebaikan. Jika Pohon Ara dalam kisahnya kehilangan kesempatan untuk menghasilkan buah, Sherin justru memilih agar karya yang dihasilkannya dapat berbuah kebaikan bagi orang lain.

“Kebanyakan orang ingin lukisan yang indah pohon yang bagus berdaun, ada buahnya. Ini malah pajang pohon yang kering, layu. Saya harap Ketika pohon ara ini sudah tidak punya peran lain, ia memiliki kesempatan lain. Lukisan ini didonasikan untuk hal baik, dan saya barap yang punya lukisan ini selalu diingatkan bahwa kita punya potesi baik harus bermamfaat untuk orang lain juga,” harap Sherin.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menebarkan manfaat. Tidak selalu melalui sesuatu yang besar, tetapi bisa dimulai dari apa yang telah dimiliki. Sejalan dengan semangat Tzu Chi, setiap orang dapat menjadi ladang kebajikan bagi sesama. Ketulusan tidak diukur dari seberapa besar yang diberikan, melainkan dari niat untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel Terkait

Kamp 4in1: Kisah Inspiratif Menapaki Jalan Bodhisatwa

Kamp 4in1: Kisah Inspiratif Menapaki Jalan Bodhisatwa

18 September 2023

Dalam Pelatihan 4 in 1 yang berlangsung dua hari di Tzu Chi Center Jakarta, terdapat juga sharing inspiratif dari berbagai kota di Indonesia, di antaranya ada Kota Batam, Medan, dan Palembang.

Dari Sebuah Kanvas, Mengalir Cinta Kasih

Dari Sebuah Kanvas, Mengalir Cinta Kasih

04 November 2026
Seorang seniman asal Bandung, Sherin Velerie Wijaya mendonasikan 100% hasil lelang karyanya ke Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Dari sebuah kanvas, lahirlah kesempatan untuk berbagi. Dari sebuah karya seni, mengalir kepedulian yang menjangkau kehidupan sesama.
Sinyal Kehidupan Membawa Susi Berjodoh dengan Tzu Chi Hospital

Sinyal Kehidupan Membawa Susi Berjodoh dengan Tzu Chi Hospital

21 Oktober 2025

Di sebuah desa di pedalaman Kalimantan Barat, Sulastri Susi, menapaki jalan panjang untuk meraih cita-cita menjadi perawat. Dari kampung tanpa sinyal dan listrik yang sering padam, kini ia mampu mengabdi di Tzu Chi Hospital.

Memberikan sumbangsih tanpa mengenal lelah adalah "welas asih".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -