Becky Ciang bersama relawan Tzu Chi lainnya, saat sesi sharing dan penjelasan program renovasi rumah agar nantinya program ini berjalan dengan lancar.
Mentari pagi mulai menghangatkan Kota Surabaya, Kamis, 9 Juli 2026. Sejak pukul 07.30 WIB, sebanyak 12 relawan Tzu Chi Surabaya telah berkumpul di Aula Kelurahan Pakis. Mereka menata berkas, membagi tugas, dan mempersiapkan kegiatan penandatanganan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) untuk Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni.
Bagi para relawan, setiap lembar SKB bukan sekadar dokumen, melainkan awal dari harapan baru bagi keluarga yang mendambakan rumah layak huni.
Para Tzu Ching (muda-mudi) Tzu Chi Surabaya, juga turut membantu. Bersama relawan senior, mereka mengecek berkas, menyusun dokumen, dan mendampingi warga selama kegiatan. Pelayanan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar menumbuhkan ketulusan dan kepedulian kepada sesama.
kegiatanpun dimulai, acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Sawahan, Kanti Budiarti; Lurah Pakis, Novi Tri Hartatiningsih; Kepala Bidang DPRKPP Surabaya, Deisy Puspitarini; para tokoh masyarakat; serta 19 warga penerima bantuan.
Sebelum sampai pada tahap penandatanganan, para penerima bantuan telah melalui proses pendataan, survei lapangan, dan penilaian. Dari 60 warga yang diajukan, sebanyak 19 orang dinyatakan berhak menerima bantuan.
Camat Sawahan, Kanti Budiarti juga memberikan sambutan dan arahan untuk warganya agar proses renovasi berjalan dengan lancar.
Salah satu relawan Tzu Chi, Supini, dengan penuh cinta kasih mendampingi penerima bantuan dari registrasi hingga penjelasan renovasi rumah yang akan dijalankan.
Suasana hangat terasa sejak warga memasuki aula. Para relawan menyambut mereka, membantu proses registrasi, membagikan nomor dada, dan menjelaskan alur kegiatan dengan sabar.
Lurah Pakis, Novi Tri Hartatiningsih, mengungkapkan rasa syukurnya atas hadirnya Program Bebenah Kampung di wilayahnya.
"Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya karena telah membantu warga saya, terutama 19 orang yang hadir pada hari ini. Saya juga berharap para Ketua RT dan RW dapat terus memberikan dukungan selama proses renovasi berlangsung, sehingga seluruh tahapan Program Bebenah Kampung dapat berjalan dengan lancar," ujarnya dengan penuh suka cita.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang DPRKPP Surabaya, Deisy Puspitarini mengingatkan penerima bantuan untuk menjaga rumah setelah direnovasi.
"Bapak dan Ibu, selamat karena telah menjadi penerima bantuan Program Bebenah Kampung. Setelah rumah direnovasi nanti, mohon dijaga dengan sebaik-baiknya. Bantuan ini lahir dari begitu banyak tangan yang mengulurkan cinta kasih, bukan hanya dari para dermawan, tetapi juga dari masyarakat serta para penerima bantuan di kecamatan sebelumnya yang turut berbagi. Semoga rumah yang telah diperbaiki menjadi tempat bertumbuhnya kebahagiaan dan membawa berkah bagi seluruh keluarga," tuturnya dengan penuh kasih.
Pesan tersebut menegaskan bahwa Program Bebenah Kampung bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian.
Agus Basuki (Baju Kuning) dengan khidmat mendengarkan penjelasan dan pembacaaan bersama isi Surat Kesepakatan Bersama oleh perwakilan dari relawan Tzu Chi, yaitu Becky Ciang.
Selanjutnya relawan Tzu Chi, Becky Ciang, menjelaskan bahwa proses renovasi membutuhkan kerja sama semua pihak. Ia juga membagikan pengalaman dari pelaksanaan program di kecamatan sebelumnya agar kendala selama proses renovasi dapat diminimalkan.
Setelah membaca isi kesepakatan bersama, satu per satu penerima bantuan membubuhkan tanda tangan. Goresan tinta tersebut menjadi awal dari harapan baru bagi setiap keluarga.
Agus Basuki, warga Kembang Kuning Mulyo 4, merasa bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selama ini, kondisi rumahnya terus mengalami kerusakan dan membuat keluarganya khawatir saat musim hujan.
"Terima kasih kepada Tzu Chi Surabaya atas bantuan yang diberikan. Semoga semua yang telah membantu selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang berlimpah sehingga semakin banyak orang dapat merasakan manfaat seperti saya," tuturnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Rasa syukur juga dirasakan Suharyono. Kondisi rumahnya sudah sangat rapuh dan dikhawatirkan dapat ambruk sewaktu-waktu.
"Saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Rumah kami sudah tinggal menunggu waktu untuk ambruk. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi keluarga kami untuk memiliki rumah yang lebih aman dan nyaman," ungkapnya.
Salah satu penerima bantuan renovasi rumah, Suharyono, saat dijelaskan mengenai renovasi rumah miliknya oleh relawan kembang dan Tzu Ching Surabaya.
Camat Sawahan, Kanti Budiarti, turut menyampaikan apresiasinya kepada Tzu Chi Surabaya.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Tzu Chi Surabaya karena telah memberikan kesempatan bagi warga saya untuk merasakan rumah layak huni. Warga yang hadir hari ini adalah orang-orang terpilih yang menerima berkah melalui Program Bebenah Kampung Tzu Chi Surabaya. Harapan saya, semoga berkah ini kembali kepada seluruh pihak yang telah memberikan," ujarnya dengan senyum penuh syukur.
Sebuah rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga tempat tumbuhnya kasih sayang, harapan, dan masa depan keluarga. Penandatanganan SKB hari itu menjadi awal perjalanan untuk menghadirkan rumah yang lebih aman dan kehidupan yang lebih bermartabat.
Editor: Fikhri Fathoni