Grateful, Respect, Love

Jurnalis : Cindy Kusuma, Fotografer : Stephen Ang (He Qi Utara)
 
 

fotoDi TK Tzu Chi, terdapat berbagai ekstrakurikuler, salah satunya adalah wushu. Di hari kelulusan ini, para siswa mempertunjukannya kepada orang tua, guru, dan teman-teman mereka.

Tanggal 8 Juni 2012 merupakan hari yang bersejarah bagi siswa-siswi K2 (TK B) TK Tzu Chi Indonesia. Di hari itu, mereka untuk pertama kalinya menjalani upacara wisuda kelulusan dari TK. Mereka adalah siswa/i tahun ajaran 2011/2012 dan merupakan lulusan pertama sejak sekolah ini diresmikan pada 10 Juli 2011. Pukul 9 pagi, lebih kurang 70 murid sudah siap di sekolah dengan memakai jubah toga lengkap dengan topinya.  Sebagian besar dari mereka datang bersama kedua orang tua atau perwakilan karena telah dipersiapkan acara khusus bagi para orang tua.

 

Siswa/i dari K2 Grateful, Respect, dan Love masing-masing mempersembahkan pertunjukkan di hadapan orang tua mereka dan para pimpinan sekolah serta yayasan. Selain pertunjukkan per kelas, ada pula pertunjukkan dari kelas ekstrakurikuler balet dan wushu.

Ilmu Pengetahuan dan Budi Pekerti
Di wajah masing-masing orang tua, terpancar sinar penuh kebanggaan dan rasa haru melihat anak-anaknya yang telah lulus dari TK Tzu Chi dengan prestasi yang baik. Tidak hanya prestasi di bidang akademik dan bakat saja, tetapi juga dalam hal budi pekerti dan tata krama.

foto    foto

Keterangan :

  • “Pohon-pohon kecil” ini adalah lulusan pertama dari TK Sekolah Tzu Chi. Selama setahun ini, benih kebajikan telah ditebarkan oleh para guru di hati mereka (kiri).
  • Pada acara yang sama, siswa-siswi TK Tzu Chi mempersembahkan teh sebagai lambang rasa syukur mereka terhadap guru-guru yang telah membimbing mereka selama setahun ini (kanan).

Sejak beberapa tahun lalu ketika Sekolah Tzu Chi belum selesai dibangun, Johan Kosasi dan Sovianti sudah berniat untuk menyekolahkan anaknya, Jennifer, di Sekolah Tzu Chi. Sejak Jennifer, siswi kelas K2 Grateful, bersekolah di Sekolah Tzu Chi, Johan dan Sovianti, merasakan kemajuan yang signifikan dalam diri Jennifer terutama kemampuan berbahasa asing (Inggris dan Mandarin). “Kalau bangun pagi bilang zao an (selamat pagi), malam mau tidur bilang wan an (selamat malam),” kata Sovianti bangga.

Tidak hanya kemajuan dalam kemampuan akademis, setiap murid juga menerima pengajaran budi pekerti yang menjadi ciri khas misi pendidikan Tzu Chi. “Itulah salah satu yang tidak ditemukan di sekolah lain,” kata Johan. Salah satu kebiasaan yang telah menjadi sebuah tradisi bagi murid-murid adalah persembahan teh kepada orang tua sebagai wujud bakti seorang anak. Di acara kelulusan ini, ritual tersebut tidak ketinggalan. Terlihat banyak orang tua murid yang tidak kuasa menahan air mata ketika putra atau putrinya berlutut di hadapan mereka sambil menghunjukkan segelas teh hangat kepada mereka.

foto   foto

Keterangan :

  • Sepasang orang tua murid memberikan kecupan hangat setelah diberikan secangkir teh oleh anaknya tercinta (kiri).
  • Para anggota board of directors dan pimpinan yayasan memberikan sertifikat serta memindahkan posisi toga para murid, menandakan mereka telah lulus dari TK Tzu Chi dan siap untuk melanjutkan ke jenjang SD (kanan).

Membawa Benih yang Baik ke Tingkat SD
Wisuda kali ini adalah sebuah tanda berakhirnya pendidikan di TK. Beberapa bulan lagi, anak-anak ini akan mulai bersekolah di jenjang SD. Para pimpinan sekolah dan para guru tentunya mempunyai harapan yang besar bagi anak-anak ini. “Semoga mereka boleh mengenyam pendidikan yang lebih baik lagi di jenjang primary (SD), meningkatkan kemampuan diri mereka dan mencapai cita-cita,” kata salah satu guru, Veilaria. Tentunya tidak hanya berprestasi meraih cita-cita, tapi juga tumbuh menjadi insan yang penuh welas asih dan berakhlak baik.

Abellera Michelle Sotelo, seorang guru berkebangsaan Filipina yang juga wali kelas K2 Respect juga mempunyai pesan istimewa kepada seluruh murid, “Semoga beruntung! Kami akan merindukan kalian! Jangan lupa untuk mengunjungi kami!” serunya penuh harap.

  
 

Artikel Terkait

Mempererat Hubungan Antar Relawan

Mempererat Hubungan Antar Relawan

01 Maret 2010
Acara yang dimulai pada pukul 10.30 ini dihadiri oleh 88 relawan Tzu Chi, yang terdiri dari komite, relawan biru-putih, abu-putih, dan juga donatur Tzu Chi.
Keindahan Dharma Tanpa Kata

Keindahan Dharma Tanpa Kata

17 Oktober 2012 Tim ini diketuai oleh Indrawati Shijie, relawan dari He Qi Utara. Kesederhanaan dan keindahan dari tata dekorasi seolah mengajarkan kita untuk bisa hidup secara sederhana, karena dalam kesederhanaan mengandung keindahan yang sulit dilukiskan.
Wujud Kasih untuk Bumi

Wujud Kasih untuk Bumi

17 Juli 2012 Setelah segala persiapan selesai pukul 6.45 pagi, masyarakat sekitar komplek mulai terlihat berdatangan ke stan. Ketua Tzu Ching Medan, Rina Tong xue pun mulai menjelaskan pada para pengunjung yang datang mengenai pelestarian lingkungan, dalam hal ini 5R + V.
Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -