Internasional : Menjadikan Bumi Sehat
Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
|
| ||
Para ilmuwan telah memastikan bahwa hanya dengan mengubah ke pola makan vegetarian, maka kita dapat merendahkan emisi karbon secara signifikan. Hal ini membantu melindungi lingkungan dan mencegah pemanasan global. Di masa lalu, saya mendorong orang untuk makan vegetarian, tapi saya membuatnya hanya sebagai pilihan dan saya berharap orang-orang dapat mengikuti. Tapi situasi sekarang tidak lagi sama, planet kita dalam bahaya, dan ada tekanan besar untuk melakukan apa yang kita bisa untuk merawat, atau setidaknya tidak membahayakannya. Menjadi vegetarian adalah awal yang sangat penting. Mengapa Mudah Bagi Anak-anak, tapi Sulit untuk Orang Dewasa Ada sebuah kisah nyata tentang hal ini menyangkut sejarah dari Dharma Master Lian Chi. Di Tionghoa abad kesembilan belas, ada sebuah keluarga kaya di mana sang suami adalah seorang penganut Buddha yang taat. Dia adalah seorang dermawan dan telah menjadi vegetarian untuk waktu yang lama. Istrinya sangat menyukai masakan daging dan makanan yang mewah. Suatu saat, pada hari ulang tahunnya, istrinya ingin memakan makanan mewah untuk merayakan ulang tahunnya tersebut. Pelayannya diperintahkan untuk membeli babi, kambing, ayam, itik, dan ikan yang masih hidup untuk merayakan acara ini. Ketika suaminya mengetahui hal ini, ia mencoba menghalangi istrinya dan memintanya untuk menyelamatkan kehidupan hewan-hewan tersebut. Dia menolak. Hari itu adalah hari ulang tahunnya dan dia ingin merayakannya. Malam sebelum hari ulang tahunnya, dia bermimpi. Dalam mimpi itu, ia masuk ke dapur rumahnya, di mana koki dan pelayan membuat persiapan untuk pesta ulang tahunnya. Mereka baru saja akan membantai hewan-hewan tersebut. Hewan-hewan itu menangis. Sang koki sudah siap dan sedang memegang pisau di tangannya. Ada babi yang terikat kedua kakinya , dan berjuang keras dengan memberontak dan memekik dengan keras. Tiba-tiba, ia merasa jiwanya memasuki tubuh babi. Sambil mendongak, dia melihat sang koki dan pisau mendekatinya. Dia berjuang mati-matian dan berseru dengan segenap kekuatan. Tapi, itu sia-sia. Dia merasakan pisau menusuk ke lehernya. Rasa sakit itu menyiksa. Meskipun ia mengalami perdarahan, air panas dituangkan ke tubuhnya untuk membuang rambut di atasnya. Kemudian pisau membelah tubuhnya dari tenggorokan ke perut. Rasa sakit itu sangat besar. Matanya melihat kepada kambing, dan tiba-tiba, jiwanya meninggalkan tubuh babi dan masuk ke dalam raga kambing itu. Sang koki menyembelih kambing, ia kembali mengalami pisau mengiris dan memotong tubuhnya. Rasa sakit itu di luar kata-kata. Berikutnya adalah ayam dan bebek. Seperti sebelumnya, jiwanya masuk ke tubuh mereka dan dia mengalami terbunuh berkali-kali. Ketika koki menyembelih semua hewan, seorang pelayan tua membawa ikan yang masih segar dan hidup. Salah satu pelayan dengan antusias berseru, "Nyonya kami suka makan ikan. Koki, cepat buat bola ikan dan sajikan ikan ini untuk sarapan." Dengan cepat sang koki mulai menggores dari sisik ikan, sementara ikan itu masih hidup. Pada saat itu, jiwa istri juga memasuki tubuh ikan. Dia mengalami dibukanya tubuhnya melalui sisiknya, dan dan merasakan jika hal tersebut sangat menyakitkan. Ketika dia mengalami semua ini, dia melihat pembantunya sedang berdiri, berbicara dan tertawa, dan tidak menyadari rasa sakit ikan itu dan kemudian membunuh binatang ini. | |||
Artikel Terkait
Menanamkan Nilai Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini
21 Maret 2019Memasuki pekan kedua di bulan Maret 2019, tepatnya 10 Maret 2019, komunitas He Qi Utara 2 kembali mengadakan kelas budi pekerti Tzu Chi, yang dilaksanakan di ruang Fu Hui Ting, Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Kelas budi pekerti ini diawali dengan melakukan pradaksina, bertujuan untuk melatih konsentrasi sebelum melaksanakan suatu aktifitas.
Camp 10 Tahun Tzu Ching Indonesia
13 September 2013 Perjalanan generasi muda Tzu Chi, Tzu Ching tahun ini genap menginjak usia yang ke 10 tahun. Tzu Ching Indonesia sendiri diresmikan tanggal 7 September 2003.Sepekan Berkeliling Dunia Bersama Sekolah Tzu Chi
03 November 2015Setelah empat hari menerima pemaparan informasi mengenai masing-masing wilayah, pada hari terakhir atau puncak kegiatan Pekan Gabungan Hari Perserikatan Bangsa-bangsa dan Pesta Seni Budaya, murid TK Sekolah Tzu Chi akhirnya menampilkan pertunjukkan dari wilayah yang mereka wakili. Seperti kelas K2 Kindness yang menampilkan pertunjukkan Tari Topeng dari Jakarta.








Sitemap