Keceriaan Opa dan Oma

Jurnalis : Henny Laurence (Tzu Chi Makassar) , Fotografer : Eddy Go (Tzu Chi Makassar)

fotoRelawan yang mempunyai keterampilan menggunting rambut membantu para opa oma untuk menata rambutnya sehingga terlihat lebih rapi dan sehat.

Pada hari Minggu, 11 Maret 2012, relawan Tzu Chi Makassar melakukan kunjungan kasih ke Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji yang terletak di Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa. Setibanya di panti sekitar jam 10.30 siang, para relawan disambut dengan sukacita oleh ketua panti, Drs. Budiamin Abbas dan para opa-oma yang tinggal di panti.

 

 

 

Selain relawan, turut pula seorang dokter yaitu dr. Zulfikli Saibir. Dalam kunjungan ini, relawan melakukan gunting kuku, rambut, dan pemeriksaan kesehatan dan mata. Ternyata, kesehatan para opa-oma baik-baik saja, mereka hanya mengeluhkan penglihatan yang kurang baik. Relawan juga membagi-bagikan kacamata sesuai dengan ukuran masing-masing.

Acara juga diselingi dengan nyanyi bersama, pertunjukan isyarat tangan dan kuis gerakan isyarat tangan. Opa dan oma merasa sangat gembira dan berebutan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Helena Shijie, relawan Tzu Chi Makassar.

Di panti yang dihuni oleh sekitar 110 orang ini, relawan membagi-bagikan bingkisan berupa obat gosok, sandal, odol, sikat gigi, sarung, dan lain-lain. Sesungguhnya, bukan barang-barang ini yang mereka harapkan karena semua sudah disiapkan di panti. Yang lebih mereka butuhkan adalah perhatian dan cinta kasih agar mereka merasa tetap dibutuhkan dan diperhatikan.

foto   foto

Keterangan :

  • Para relawan dengan penuh cinta kasih dan kesabaran merawat kebersihan dan kesehatan tubuh (kuku) opa dan oma (kiri).
  • Para relawan membagikan kacamata baca untuk setiap orang dan buletin untuk bahan bacaan di waktu senggang (kanan).

Pelayanan seperti inilah yang ditunggu-tunggu oleh opa dan oma karena di saat-saat seperti ini mereka bisa bersenda gurau, berbincang-bincang dan bernyanyi dengan gembira bersama para relawan yang memberi pelayanan dengan penuh kasih dan kesabaran.

Kegiatan ini sangat bagus untuk kita sebagai cermin untuk melihat diri kita sendiri dan bagaimana kita memperlakukan orang tua seperti petunjuk Master Cheng Yen yang selalu mengimbau kita untuk berbakti kepada orang tua.

Tidak terasa waktu telah menunjukkan jam 2 siang, relawan pun bersiap-siap untuk berpamitan dan bersalaman dengan opa dan oma. Para opa-oma mengucapkan selamat jalan dan berharap agar relawan bisa segera berkunjung lagi.

  
 

Artikel Terkait

Baksos Jayapura: Bersyukur Ada Tzu Chi

Baksos Jayapura: Bersyukur Ada Tzu Chi

16 Juni 2011
Yudha yang baru berusia 6 tahun itu menderita katarak yang disebabkan oleh tusukan benda tajam. kejadiannya sekitar satu setengah tahun yang lalu, ketika Yudha yang sedang asyik menembakkan anak panah, tiba-tiba anak panah itu memantul di lantai lalu menancap di matanya.
Makin Semangat Setelah Dibantu Tzu Chi

Makin Semangat Setelah Dibantu Tzu Chi

15 September 2022

Semangat Hanifah (37) mengantar kedua anaknya berobat ke Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) bertambah sejak mendapat bantuan dari Tzu Chi Indonesia hampir setahun ini. Bantuan itu berupa biaya transportasi berobat serta biaya pengobatan yang tak di-cover layanan BPJS.

Keras Melawan Keterbatasan Alam (Bag. 1)

Keras Melawan Keterbatasan Alam (Bag. 1)

24 Agustus 2010 Kini setelah ratusan bahkan ribuan tahun berlalu, Gunung Kidul telah berkembang menjadi daerah pedesaan yang mayoritas masyarakatnya berpenghasilan dari bercocok tanam.
Menggunakan kekerasan hanya akan membesarkan masalah. Hati yang tenang dan sikap yang ramah baru benar-benar dapat menyelesaikan masalah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -