dr. Helen Suryana memberikan penjelasan kepada warga yang bertanya mengenai dampak dugaan pencemaran lingkungan terhadap kesehatan unggas peliharaan. Edukasi ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bahaya limbah yang berlangsung di Kantor Desa Sukamurni, Kabupaten Bekasi.
Keresahan warga Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, terhadap dugaan pencemaran lingkungan mendorong pentingnya edukasi mengenai bahaya limbah. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak limbah terhadap kesehatan dan lingkungan, relawan Tzu Chi Komunitas Cikarang mengadakan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Kantor Desa Sukamurni.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan pemahaman tentang bahaya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), tumpukan sampah, serta limbah pertanian. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi dengan pihak puskesmas dan Dinas Lingkungan Hidup.
Sebelumnya, warga mengungkapkan keresahan atas dugaan pembuangan limbah B3 oleh sebuah perusahaan ke wilayah desa mereka. Limbah yang diduga dibuang ke aliran kali itu menimbulkan kekhawatiran karena warga melaporkan adanya ikan di kolam peternakan dan hewan ternak yang mati, serta lahan persawahan yang terdampak.
Selain dampak terhadap lingkungan, sejumlah warga juga mengalami gangguan kesehatan, seperti gangguan pernapasan dan pencernaan. Bahkan, beberapa warga dilaporkan harus menjalani perawatan. Kondisi ini membuat edukasi mengenai bahaya limbah dan upaya menjaga kesehatan menjadi semakin penting bagi masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup Cikarang menyosialisasikan penyuluhan kesehatan mengenai bahaya limbah di ruangan Kantor Desa Sukamurni. Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00–12.00 WIB pada 6 Oktober 2026 ini diikuti oleh 45 peserta untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak limbah berbahaya terhadap kesehatan dan lingkungan.
Salah satu warga memanfaatkan kesempatan untuk bertanya mengenai kondisi kesehatan anaknya. Melalui kegiatan sosialisasi yang diikuti 45 peserta di Kantor Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, warga memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi dan mendapatkan informasi kesehatan.
Menanggapi situasi tersebut, relawan Tzu Chi Cikarang berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan edukasi kepada warga. Tim medis Tzu Chi (TIMA) turut mendampingi kegiatan dengan menyediakan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang membutuhkan, bekerja sama dengan Puskesmas Sukaindah.
“Tim medis Tzu Chi (TIMA) juga turut mendampingi kegiatan untuk memberikan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang membutuhkan, bekerja sama dengan Puskesmas Sukaindah,” ujar dr. Helen Suryana selaku koordinator kegiatan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00–12.00 WIB ini dihadiri oleh Iwan Setiawan, Kepala Desa Sukamurni; H. Nunung, Kepala Puskesmas Desa Sukamurni; delapan relawan Tzu Chi Cikarang; serta empat relawan medis. Kehadiran para relawan dan tenaga medis menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan lingkungan.
Relawan medis Tzu Chi dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) memberikan konsultasi kesehatan kepada warga yang mengikuti sosialisasi bahaya limbah. Kegiatan ini bekerja sama dengan Puskesmas Sukaindah.
Dalam penyuluhan tersebut, warga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis limbah, dampak yang dapat ditimbulkan apabila limbah tidak dikelola dengan baik, serta pentingnya pengelolaan dan pembuangan limbah secara tepat. Masyarakat juga diingatkan agar tidak membuang limbah B3 sembarangan. Beberapa contoh limbah yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain oli bekas, sisa insektisida, baterai bekas, dan lampu bekas.
Sepanjang kegiatan, warga terlihat aktif mengajukan pertanyaan mengenai dampak limbah terhadap kesehatan keluarga dan lingkungan tempat tinggal mereka. Mereka juga ingin mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi limbah berbahaya. Antusiasme tersebut menunjukkan kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan sekaligus keinginan untuk melindungi kesehatan keluarga.
Dalam sambutannya, Iwan Setiawan, Kepala Desa Sukamurni, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, para relawan, serta tim medis yang telah hadir untuk memberikan edukasi, konsultasi, dan pemeriksaan kesehatan bagi warga. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan melalui pengelolaan limbah yang baik.
Relawan Tzu Chi, tim medis, dan warga berfoto bersama seusai kegiatan sosialisasi bahaya limbah dan penyuluhan kesehatan di Kantor Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.
Sementara itu, dr. Helen Suryana, yang juga merupakan anggota Tzu Chi International Medical Association (TIMA), menilai bahwa pemahaman masyarakat mengenai limbah B3 masih perlu ditingkatkan. Edukasi secara langsung dinilai penting agar warga dapat mengenali jenis limbah berbahaya dan memahami risiko yang mungkin ditimbulkannya.
“Ternyata masyarakat di desa masih awam sekali tentang apa itu limbah B3 dan kita harus lebih sering turun ke desa-desa untuk memberikan arahan dan pengarahan,” ungkap dr. Helen.
Melalui sosialisasi dan penyuluhan kesehatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahaya limbah serta pentingnya pengelolaan yang tepat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong warga untuk lebih peduli, mengambil langkah yang sesuai ketika menghadapi limbah berbahaya, dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih, aman, dan sehat.
Editor: Anand Yahya