Seorang dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) melakukan pemeriksaan telinga kepada seorang anak dalam rangkaian bakti sosial kesehatan di RSAL Komang Makes Belawan.
Khitan merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi. Dengan kondisi yang lebih bersih, risiko terjadinya infeksi, peradangan, serta gangguan kesehatan pada area reproduksi dapat berkurang. Selain memberikan manfaat kesehatan, khitan juga menjadi bagian dari tradisi dan nilai keagamaan yang dianut banyak keluarga. Melalui khitan, orang tua berharap anak dapat tumbuh lebih sehat, percaya diri, dan siap menjalani tahap perkembangan berikutnya dengan baik. Karena itu, khitan tidak hanya memiliki nilai budaya dan spiritual, tetapi juga menjadi langkah pencegahan yang mendukung kesehatan anak dalam jangka panjang.
Pada Sabtu, 13 Juni 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Medan berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Bakti Sosial Kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Laut Komang Makes Belawan, Jalan Bengkalis No. 1, Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Bakti sosial kesehatan ini menghadirkan berbagai layanan kesehatan, meliputi poli umum, gigi, telinga hidung tenggorokan (THT), anak, kulit, mata, kebidanan, serta khitan massal. Harapannya warga dapat memanfaatkan pemeriksaan dan konsultasi di berbagai poli sehingga membantu masyarakat memperoleh akses kesehatan yang lebih mudah dijangkau sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga. Sebanyak 267 pasien memanfaatkan layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, sementara 120 anak mengikuti khitan massal.
Dokter memeriksa kondisi kesehatan gigi dan mulut seorang anak sebagai bagian dari layanan bakti sosial kesehatan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat jalinan jodoh antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, TNI Angkatan Laut, dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat kepedulian yang dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Suryati, Koordinator bidang Pengobatan He Qi Cemara membagikan kisah jalinan jodoh yang terjalin antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Rumah Sakit Angkatan Laut Komang Makes Belawan. Mulanya kondisi wilayah Medan Belawan yang kerap dilanda banjir mendorong Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk mencari lokasi yang lebih aman dan mudah diakses masyarakat dalam penyelenggaraan bakti sosial kesehatan yang rutin dilakukan. Dari kebutuhan tersebut, terjalin kolaborasi dengan Rumah Sakit Angkatan Laut Komang Makes Belawan yang kemudian menjadi mitra dalam pelaksanaan kegiatan kemanusiaan ini.
Suryati juga menyampaikan bahwa bakti sosial kesehatan kali ini memberikan perhatian khusus kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sejak dini. “Hari ini kami lebih fokus kepada anak-anak karena mereka merupakan generasi masa depan yang harus memiliki kesehatan yang baik. Oleh karena itu, kami memberikan perhatian pada pemeriksaan gigi karena kesehatan gigi sangat penting dan dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, kami juga menyediakan layanan poli mata, anak, kulit, serta poli paru khusus bagi anak-anak yang mengalami batuk lebih dari dua minggu agar dapat diperiksa lebih lanjut. Kami juga mengadakan khitan massal sebagai bagian dari pelayanan kesehatan bagi anak-anak,” ujarnya.
Bakti sosial kesehatan yang digelar di RSAL Komang Makes Belawan menghadirkan berbagai layanan medis untuk membantu masyarakat memperoleh akses kesehatan yang lebih mudah dan berkualitas.
Kegiatan khitan massal diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan. Acara ini diikuti oleh anak dari wilayah sekitar Belawan yang hadir bersama orang tua atau wali mereka. Sejak pagi hari, suasana kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme, didampingi oleh relawan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman dan nyaman.
Para orang tua dengan penuh perhatian mengantar putra-putra mereka untuk mengikuti bakti sosial khitan massal. Saat anak-anak memasuki ruang tindakan, para relawan Tzu Chi hadir mendampingi dan memberikan dukungan selama proses berlangsung. Setiap anak menunjukkan respons yang berbeda. Ada yang tampak tenang dan berani, ada pula yang merasa gugup hingga meneteskan air mata.
Dengan sikap yang ramah dan penuh kepedulian, para relawan terus memberikan semangat agar anak-anak merasa lebih nyaman dan percaya diri. Pendampingan yang tulus dari para relawan membantu menciptakan suasana yang hangat dan menenangkan. Kebahagiaan pun terpancar dari wajah anak-anak saat kembali bertemu dengan orang tua mereka. Senyum lega dan bahagia yang terlihat dari anak-anak serta keluarga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para relawan dalam menjalankan pelayanan kemanusiaan.

Proses khitan berlangsung dengan penuh perhatian. Relawan Tzu Chi setia mendampingi dan memberikan dukungan kepada peserta sehingga anak-anak merasa lebih tenang dan percaya diri.
Dokter Wilson Arthur Zein, selaku Koordinator TIMA dalam Baksos Kesehatan di Medan, mengaku terkesan dengan antusiasme warga yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyampaikan, “Awalnya kami menargetkan sekitar 100 anak sekolah di wilayah Belawan. Namun, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga banyak warga yang meminta penambahan kuota. Kebetulan kegiatan ini juga bertepatan dengan masa liburan sekolah, sehingga pelaksanaan sunat massal tidak mengganggu aktivitas belajar mereka. Ini merupakan jalinan jodoh yang sangat baik.”
Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya manfaat dan kebutuhan akan layanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Tzu Chi. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mempererat hubungan baik antara relawan Tzu Chi dan warga sekitar.
Muhammad Yazid Riski (11), salah satu peserta khitanan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Tzu Chi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Khitan pada usia sekarang membuat saya lebih percaya diri karena kalau dilakukan setelah lulus SMP, saya merasa akan lebih malu,” ungkapnya. Dengan dukungan dari orang tua dan para relawan, Muhammad Yazid Riski berhasil menjalani proses khitan dengan baik. Ia pun merasa senang setelah seluruh rangkaian proses khitan selesai dilaksanakan.
Ibunda dari Nauwal Amandha, salah satu peserta khitanan, turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan RSAL Komang Makes Belawan yang telah membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dengan lebih mudah. “Semoga selalu ada bakti sosial bagi kami yang tidak mampu. Terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia,” ungkapnya.
Pemeriksaan kesehatan umum dilakukan oleh dokter untuk mengetahui kondisi peserta sekaligus memberikan edukasi dan penanganan sesuai kebutuhan.
Senada dengan rasa syukur yang disampaikan para peserta dan keluarga, dukungan juga datang dari jajaran RSAL Komang Makes Belawan sebagai mitra pelaksana kegiatan. Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan, selaku Kepala Dinas Penerangan Komando Daerah Angkatan Laut I (Kadispen Koarmada I), menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih. Tentunya ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk bersama-sama mewujudkan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Belawan. Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut sehingga bersama-sama kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan.
Semangat untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berlandaskan kepedulian dan kebersamaan tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang senantiasa dipraktikkan oleh Tzu Chi Indonesia. Nilai inilah yang menjadi landasan dalam setiap aksi nyata yang dilakukan demi menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Seperti yang pernah disampaikan oleh Master Cheng Yen, “Misi kesehatan adalah menyelamatkan kehidupan dan melindungi kesehatan dengan cinta kasih.”
Semangat inilah yang tercermin dalam pelaksanaan bakti sosial khitan massal di Belawan. Melalui kerja sama para relawan, tenaga medis, dan seluruh pihak yang terlibat, anak-anak tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga pendampingan yang penuh kehangatan dan perhatian.
Editor: Metta Wulandari