Mengantarkan Nasi Hangat di Tengah Genangan

Jurnalis : Purwani Ernawati, Yuliati (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : Dok. Xie Li Pati

Relawan Tzu Chi di Komunitas Xie Li pati membagikan 851 bungkus nasi hangat kepada warga terdampak banjir di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti pada 18 Januari 2026.

Hujan lebat mengguyur Kabupaten Pati siang malam tiada henti. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai-sungai meluap ke pemukiman warga maupun lahan pertanian mereka. Kabupaten Pati pun berduka, 12 kecamatan di wilayah ini mengalami banjir salah satunya bagian Pati utara yakni Kecamatan Dukuhseti. Di kecamatan ini terdapat 12 desa yang terdampak. Desa Alasdowo menjadi desa yang paling banyak rumah yang terdampak, yakni sebanyak 980 rumah. Ketinggian air pun bervariasi, ada yang bisa mencapai 70 cm di halaman rumah, sementara di dalam rumah lebih kurang 50 cm. desa Alasdowo dilanda banjir sejak tanggal 11 Januari 2026 lalu.

“Pertama banjir terus surut, tanggal 15 (Januari) banjir lagi, belum benar-benar surut sudah ada banjir susulan lagi, dan hari ini banjir paling besar,” ungkap Muhlisin, Kepala Desa Alasdowo.

Kepala Desa Alasdowo, Muhlisin mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan relawan Tzu Chi.

Gemilang Cahya Paramita pertama kali mengikuti kegiatan penyaluran bantuan banjir. Ia merasa bersyukur sekali.

Banjir yang sudah menggenangi pemukiman selama satu minggu telah melumpuhkan aktivitas warga. Sebagian besar masyarakat Alasdowo yang bermata pencaharian sebagai petani tidak bisa bekerja karena lahan pertanian mereka terendam air. Adapula warga yang berprofesi sebagai nelayan namun juga tidak bisa berlayar karena cuaca ekstrem.

Melihat kondisi ini, relawan Xie Li Pati bersatu hati menyalurkan bantuan nasi hangat untuk untuk warga Desa Alasdowo pada Minggu (18/1/26).

“Saya mewakili desa mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, dibantu (nasi bungkus) hari ini,” ucap Muhlisin. “Dulu tahun 2014 (Yayasan) Buddha Tzu Chi juga bantu pas banjir besar di sini, saya masih jadi perangkat waktu itu,” sambungnya.

Tidak banyak warga yang mengungsi, mereka memilih tetap bertahan di rumah. “Biasanya warga itu gelar kasur di atas meja untuk mereka tidur, makanya hanya sedikit yang mau mengungsi,” kata Muhlisin.

Sukalam juga senang menerima nasi hangat dari relawan.

Relawan membagikan nasi hangat diterima dengan penuh sukacita oleh warga.

Sebanyak 20 relawan Xie Li Pati Bersatu hati menyalurkan 851 bungkus nasi hangat kepada warga terdampak banjir. Nasi hangat ini dihimpun dari para relawan dan para donatur umat vihara di Kecamatan Cluwak dan Gunungwungkal. Rata-rata setiap relawan maupun donatur menyumbangkan 10 atau 20 bungkus nasi. Berapapun diterima, tidak ada batas minimal dalam memberikan cinta kasih.

Salah satu relawan, Gemilang Cahya Paramita (17) baru pertama kali mengikuti kegiatan penyaluran bantuan untuk korban banjir. Ia merasa bersyukur bisa turut bersumbangsih dalam kegiatan ini.

"Terharu karena bisa turun langsung bertemu para korban banjir. Ini pengalaman pertama kali. Mereka (warga) juga menyambut kami dengan antusias, saya bersyukur dan bahagia," ungkap Gemilang.

Relawan yang baru bergabung setahun lalu ini menyiapkan nasi hangat sejak pagi. Bersama ibunda tercinta ia menyiapkan 20 bungkus nasi siap saji. "Semalam sudah disiapkan, diracik, dan pagi ini masak dan bungkusin bareng ibu. Jam 7 sudah selesai," ujar gadis kelas XII SMAN 1 Tayu ini tersenyum riang.

Selain kolaborasi memasak untuk para penyintas, Gemilang dan ibunya, Kriswati juga sama-sama mengikuti kegiatan pembagian nasi hangat dengan antusias. Ia memanfaatkan hari libur sekolahnya dengan bersumbangsih berbuat kebajikan. “Mumpung hari libur juga tidak tiap saat ada kesempatan melakukan kebajikan seperti ini. Jadi kenapa tidak ikut?” ungkap relawan yang tinggal di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal ini.

Riska, salah satu warga merasa senang menerima nasi hangat dari relawan.

Riska, salah satu warga Dukuh Sekrangkong Desa Alasdowo menyambut baik relawan yang datang. Ia senang ketika menerima nasi dari relawan. “Terima kasih bu,” ujarnya. “Dari kemarin air setinggi lutut, tidak surut-surut malah makin anik,” imbuhnya. Riska mengaku tidak bisa memasak karena dapur terendam dan juga kekurangan air bersih. Sumur-sumur terendam banjir, pompa juga rusak. Untuk mendapatkan air bersih dan minum, ia bersama warga lain menunggu tukang gallon air keliling. “Satu pikul galon harganya 5.000 rupiah, Bu,” ucapnya.

Tidak hanya Riska, Sukalam, salah satu warga Dukuh Krajan RT 03 RW 01 juga menerima nasi siap saji dengan antusias. "Terima kasih Bu, ini sangat membantu," ucapnya.

Melihat antusias relawan dan warga penerima bantuan, Dwi Haryanto Ketua Tzu Chi Xie Li Pati merasa bersyukur kegiatan ini membawa berkah untuk semua. “Semoga sebungkus nasi hangat ini dapat memberikan tenaga bagi warga yang terkena dampak banjir ini,” ungkap Dwi. Ia berharap semoga bencana banjir segera surut dan masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti semula.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Mengantarkan Nasi Hangat di Tengah Genangan

Mengantarkan Nasi Hangat di Tengah Genangan

23 Januari 2026

Sebanyak 851 bungkus nasi hangat diantarkan 20 relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas dari Xie Li Pati untuk warga Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati yang tengah mengalami musibah banjir pada Minggu, 18 Januari 2026.

Nasi Cinta Kasih untuk warga Duri Kosambi

Nasi Cinta Kasih untuk warga Duri Kosambi

23 Februari 2015 11 Februari 2015, merupakan tahun ke-3 bagi dapur umum yang berada di depo Duri Kosambi dan relawan Kebon Jeruk (KJ) 2 dalam menyalurkan bantuan bagi korban banjir di wilayah sekitar Duri Kosambi, Jakarta Barat.
Nasi Bungkus Vegetarian Untuk Warga Yang Membutuhkan

Nasi Bungkus Vegetarian Untuk Warga Yang Membutuhkan

09 Agustus 2021

Selama 12 hari (26 Juli–7 Agustus 2021), Tzu Chi Padang telah membagikan 3.300 nasi bungkus vegetarian. Nasi bungkus ini dibagikan kepada buruh, petugas kebersihan, pemulung, ojek online serta masyarakat lainnya.

Kesuksesan terbesar dalam kehidupan manusia adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -