Mengisi Acara MPLS di Sekolah SMK Patria Dharma

Jurnalis : Angellyka (Tzu Chi Selatpanjang), Fotografer : Candera, Hardy (Tzu Chi Selatpanjang)

Hardy Relawan Tzu Chi Selatpanjang  menjelaskan agar anak-anak di usia remaja tidak lupa untuk menjalani tata krama dan pelajaran budi pekerti di tengah masyarakat.

Relawan Tzu Chi Selatpanjang bersyukur atas undangan dari SMKS Patria Dharma yang mengizinkan untuk menyosialisasikan pembelajaran budi pekerti dan tata krama pada kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) pada 10 Juli 2024. Kehadiran enam relawan Tzu Chi ini disambut hangat wakil kepala sekolah, guru, dan murid-murid.

Hardy relawan mendapat tugas untuk menyosialisasikan pembelajaran kelas budi pekerti dan tata krama kepada siswa-siswi SMKS Patria Dharma. Hardy menjelaskan, sosialisasi kelas budi pekerti ini diberikan agar anak-anak usia remaja ini tidak lupa untuk menjalani betapa pentingnya tata krama dan pelajaran budi pekerti.

“Apakah anak pintar itu sudah pasti memiliki tata krama yang baik? Tentu tidak, tata krama tidak dinilai dari kepintaran seseorang namun dinilai dari bagaimana seseorang itu menghormati dan menghargai orang-orang di sekitarnya,” jelas Hardy.

Para siswa-siswi SMK Patria Dharma mengangkat celengan bambu yang diberikan oleh relawan Tzu Chi untuk belajar menyisihkan uang jajan mereka untuk membantu orang yang membutuhkan bantuan.

Selain meyosialisasikan kelas budi pekerti, relawan juga meyosialisasikan makna celengan bambu Tzu Chi. Relawan membagikan 60 celengan cinta kasih kepada siswa-siswi yang mengikuti MPLS. Makna celengan bambu Tzu Chi ini diperkenalkan kepada para guru dan murid-murid sekolah untuk menumbuhkan rasa kepedulian diri untuk berbuat kebajikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Berbuat baik melalui celengan bambu Tzu Chi untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. “Adanya kegiatan tersebut diharapkan anak anak memiliki jiwa dan tekad yang baik dalam bersumbangsih dan dapat belajar menyisihkan uang jajan mereka melalui celengan bambu untuk disalurkan kepada orang yang sangat membutuhkan," jelas Yanni koordinator celengan bambu Tzu Chi.

Maskinah, S.T wakil kurikulum SMK Patria Dharma berharap para siswa-siswi setelah mendapat pembelajaran kelas budi pekerti dan tata kromo dari relawan Tzu Chi dapat menjaga sikap yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. “Istilahnya anak anak dapat menghormati orang yang lebih tua, dan dalam berbahasa juga diharapkan yang baik dan sopan,” ujar Maskinah.

Dellyn senang dengan kehadiran relawan Tzu Chi yang mengajarkan budi pekerti dan makna celengan bambu untuk membantu sesama.

Harapan yang sama diungkapkan Pembina OSIS SMK Patria Dharma Nur Risky Krismon SP, S.Tr.Ak. Kelas pembelajaran budi pekerti yang diberikan oleh relawan Tzu Chi Selatpanjang ini semoga para siswa dapat lebih baik lagi dalam berperilaku dan lebih peduli terhadap sesama hingga memahami satu sama lain.

“Selama kegiatan masa MPLS sangat banyak sekali manfaat bagi siswa siswi SMK Patria Dharma yang diberikan oleh Yayasan Tzu Chi terkait materi Budi Pekerti dan Tata Krama, saya berharap agar setelah pemberian materi ini siswa siswi dapat lebih baik lagi,” ucap Nur Risky.

Dellyn salah satu siswa MPLS SMK Patria Dharma merasa sangat terharu dengan kehadiran relawan Tzu Chi yang sangat  peduli terhadap sesama dan mau memotivasi siswa-siswi menjadi orang yang lebih baik. “Saya ikut kelas ini belajar menjadi teladan bagi orang tua dan orang lain, dan berusaha menjadi salah satu bagian untuk membantu orang-orang yang memerlukan bantuan,” ucap Dellyn bertekad.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Bersumbangsih Melalui Celengan Bambu Tzu Chi dan Daur Ulang

Bersumbangsih Melalui Celengan Bambu Tzu Chi dan Daur Ulang

08 November 2022

Relawan Tzu Chi di Tanjung Batu, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun terus menghimpun cinta kasih masyarakat sekitar melalui celengan bambu. Selain mengumpulkan koin cinta kasih, pada kegiatan ini relawan juga membagikan 125 celengan bambu kepada warga.

Bersumbangsih adalah Berkah

Bersumbangsih adalah Berkah

26 Desember 2014
Di sini jugalah cikal bakal penggalangan dana melalui celengan bambu pun bermula. Adapun prinsip dasar penggalangan dana ini adalah ketulusan, kebenaran, keyakinan, kesungguhan untuk menggalang hati banyak orang berhimpun menjadi bagian dari barisan bodhisattva dunia. 
Membantu dengan Tulus Tanpa Pembeda

Membantu dengan Tulus Tanpa Pembeda

20 Oktober 2017

Delapan kali sudah karyawan Agung Sedayu Group (ASG) melakukan penuangan celengan bambu secara berkala. Untuk penuangan celengan ke-8 kalinya ini, mereka melakukannya di Gedung Harco Angung Sedayu Group (ASG) Mangga Dua, Jakarta Utara, Selasa, 17 Oktober 2017. Wajah-wajah bahagia, menyambut kedatangan relawan Tzu Chi di sana.

Jangan takut terlambat, yang seharusnya ditakuti adalah hanya diam di tempat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -