Salah satu Tim Medis TIMA Indonesia, Suster Weni, memeriksa tensi darah salah satu warga yang mengikuti baksos kesehatan di Desa Golo Mendo, Kecamatan Wae Ri’I, Kabupaten Manggarai, NTT.
Dinginnya malam di Kabupaten Manggarai, NTT, tidak hanya menusuk tubuh, tetapi juga menambah berat perjuangan warga yang masih bertahan di pengungsian pascagempa. Suhu yang dapat mencapai sebelas derajat Celsius membuat sejumlah warga mulai mengalami berbagai gangguan kesehatan, mulai dari pegal-pegal, batuk, pilek, hingga tekanan darah tinggi.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan warga terdampak, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Tim Medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia kembali mengadakan bakti sosial kesehatan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Pelayanan kesehatan dilaksanakan di Desa Golo Mendo, Kecamatan Wae Ri’i, dan Kelurahan Tadong, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 197 warga mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan medis. Satu per satu warga menyampaikan keluhan kesehatan yang mereka alami selama tinggal di pengungsian.
Salah satu relawan Tzu Chi, Sudarman Lim menghibur anak-anak di Desa Golo Mendo dengan bernyanyi bersama serta memberikan hadiah biskuit kepada mereka.
Satu dokter TIMA Indonesia, dr. Ruzbih Bahtiar, SpB., memberikan resep obat setelah memeriksa pasien. Selanjutnya pasien dapat menebus obat secara gratis di bagian apoteker.
“Keluhannya adalah badannya pegal linu, adanya tensi tinggi, batuk pilek karena cuaca ekstrem di daerah Flores ini yang malam hari bisa mencapai suhu sebelas derajat selsius,” jelas salah satu dokter TIMA Indonesia, dr. Ruzbih Bahtiar, SpB.
Pelayanan yang diberikan bukan hanya untuk mengobati keluhan fisik. Relawan Tzu Chi juga hadir mendampingi dan memberikan dukungan moril kepada warga agar tetap kuat menjalani masa-masa sulit setelah bencana.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, relawan Tzu Chi juga menyerahkan santunan tunai kepada warga yang mengalami luka berat dan membutuhkan perawatan khusus. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan pengobatan dan kehidupan sehari-hari.
Salah satu relawan Tzu Chi, Mulyadi Salim, mendampingi salah satu pasien yang akan memeriksa kesehatan.
Perhatian dan kata-kata yang menenangkan menjadi bagian penting dalam membantu warga memulihkan diri. Mereka berharap masyarakat tidak kehilangan semangat untuk kembali menata kehidupan.
“Harapan kami mereka harus terus bersemangat, harus tabah, dan ini adalah cobaan Tuhan. Semoga mereka cepat bangkit kembali baik dari pikiran dan batin mereka,” harap Mulyadi Salim, salah satu relawan Tzu Chi.
Salah satu pasien yang mengikuti baksos kesehatan adalah Maria Pin (53). Pascagempa, kondisi kesehatannya menurun. Tekanan darah tinggi serta rasa sakit pada kaki dan pinggang membuatnya kesulitan beraktivitas. Rasa takut akibat gempa juga masih membayangi pikirannya.
“Sering sakit darah tinggi, habis itu sakit sampai bagian kaki kalau saya duduk setengah mati saya berdiri, habis itu pinggang itu sakit sekali. Selama gempa ini terlalu sudah, ngeri sudah, sekarang sudah parah tensi tinggi itu pikiran banyak,” tutur lirih Maria Pin.
Sebelum gempa terjadi, Maria Pin menggantungkan penghidupannya sebagai buruh tani yang menggarap sawah. Namun, bencana membuatnya takut untuk kembali bekerja. Musim kemarau yang melanda wilayah tersebut turut menghambat aktivitas pertanian dan semakin membatasi kesempatannya mencari penghasilan.
Maria Pin menceritakan keluh kesahnya kepada salah satu relawan Tzu Chi, Sudarman Koh yang dengan penuh perhatian mendengarkan cerita warga yang terdampak gempa.
Di tengah berbagai kesulitan itu, kedatangan relawan Tzu Chi membawa kehangatan tersendiri bagi Maria. Perhatian yang diterimanya membuat ia merasa tidak sendirian menghadapi bencana. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukurnya.
“Perasaan saya sangat syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, itu makanya saya menangis saya tadi terharu sekali gara-gara bapak (relawan) injak kami punya kampung di sini, terima kasih banyak. Semoga pak semuanya sehat umur panjang,” ucap syukur Maria Pin.
Melalui pelayanan kesehatan, santunan, dan pendampingan moril, relawan Tzu Chi berupaya hadir di sisi warga terdampak gempa. Bantuan yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk meringankan sakit yang dirasakan tubuh, tetapi juga untuk menumbuhkan kembali keberanian dan harapan agar warga dapat bangkit serta melanjutkan kehidupan.
Editor: Metta Wulandari