Menjawab Kebutuhan Pengobatan

Jurnalis : Teddy Lianto, Fotografer : Teddy Lianto

foto
Tanggal 26 Januari 2014, warga Menceng mengikuti baksos kesehatan Tzu Chi di SDN 16 / SDN 17, Menceng, Jakarta Barat.

Sejak tanggal 17 Januari 2014, warga Menceng, Jakarta Barat sudah terkena banjir. Ketinggian air hingga mencapai lutut orang dewasa. Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, relawan Tzu Chi He Qi Barat mengadakan pemberian bantuan nasi hangat pada warga Menceng pada tanggal 19 Januari 2014. Sembari memberikan bantuan nasi hangat, relawan bertanya pada warga bantuan apa yang sebenarnya di butuhkan oleh warga. Saat itu para warga pun menjawab jika sampai saat itu banyak warga yang menderita sakit dan belum juga mendapatkan bantuan pengobatan.

Mengetahui hal tersebut, relawan Tzu Chi He Qi Barat mulai mempersiapkan baksos kesehatan. Tempat yang dinilai tepat adalah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 16, Menceng, Jakarta Barat. "Bantuan kesehatan yang diberikan berupa pemeriksaan dan obat-obatan, dengan harapan warga yang sakit dapat segera sembuh," tutur Sely Meting, koordinator kegiatan baksos kesehatan pada tanggal 26 Januari 2014 ini. Syukurlah Kepala SDN 16 mengizinkan relawan Tzu Chi untuk meminjam ruangan kelas yang ada sebagai ruang pemeriksaan dan ruang obat. "Kita memilih sekolah ini sebagai lokasi baksos, karena warga di belakang sekolah ini rata-rata kebanjiran jadi mereka bisa langsung datang kemari tanpa harus keluar biaya lagi," sambung Sely.

Tepat Sasaran
Warga mengaku baksos kesehatan ini dirasa sangat bermanfaat. Yuningsih (28 tahun) datang bersama putrinya, Zahra untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan. Putrinya yang baru berusia 9 bulan ini terserang penyakit demam dan batuk pascabencana banjir. "Ini baru 2 hari banjir surut, pas ada baksos kesehatan Tzu Chi, ya syukur bisa langsung berobat. Pas banjir ga bisa kemana-mana. Banjirnya selutut," cerita Yuningsih. Yuningsih merasa bantuan baksos ini benar-benar tepat sasaran, karena warga yang sakit bisa langsung diobati..

foto  foto

Keterangan :

  • Sely Meting, koordinator baksos kesehatan ini, menghampiri warga yang berobat dan menuntunnya menuju pos pemeriksaan(kiri).
  • Wahyu Sri tanpa kenal lelah terus mengajak warga yang sakit untuk mengikuti kegiatan baksos kesehatan Tzu Chi (kanan).

Hal senada diungkapkan oleh Uswati, seorang nenek yang berusia 70 tahun. Ia datang untuk memeriksakan lehernya yang sering merasa nyeri pascabanjir. Begitu melihat tenda dan lambang Tzu Chi, Uswati pun tersenyum. Sebelumnya Uswati telah mengenal lambang Tzu Chi ketika menerima bantuan nasi bungkus pada minggu lalu (19 Januari 2014). "Ini yang waktu itu bagi nasi bungkus, kan? Aduh, terima kasih! sekarang dibantu periksa lagi," ujar Uswati dengan gembira kepada relawan.

Lakukan Selagi Bisa
Perasaan gembira tidak hanya dirasakan oleh warga. Relawan Tzu Chi yang terlibat di dalam kegiatan baksos kesehatan ini juga turut berbahagia karena dapat bersumbangsih untuk yang membutuhkan. Wahyu Sri, relawan Tzu Chi yang akrab disapa Sri sejak dimulainya kegiatan baksos tanpa henti menyosialisasikan acara ini kepada para warga yang melintas di depan SDN. "Ibu-ibu, bapak-bapak mampir ya, ini ada baksos kesehatan Tzu Chi. Ga usah bawa surat apa-apa cukup bawa diri saja," seru Wahyu Sri kepada setiap warga yang melintas.

foto  foto

Keterangan :

  • Yuningsih dan Zahra yang sakit pascabanjir, memeriksakan kesehatan mereka di baksos kesehatan Tzu Chi (kiri).
  • Uswati merasa sangat senang karena penyakitnya dapat segera terobati. Ia berterima kasih pada Tzu Chi yang membantu nasi bungkus, dan berlanjut dengan baksos kesehatan (kanan).

"Melihat banyak anak-anak, lansia yang menderita sakit rasanya kasihan. Coba jika kita yang terkena , rasanya bagaimana ya tidak ada yang anterin, datang sendiri. Oleh karena itu, rasanya kita harus bersyukur dan bisa bersumbangsih buat mereka (warga)," tutur Sri sambil mengantarkan warga yang ingin berobat ke bagian pendaftaran.

Dengan penuh semangat, tanpa takut lelah dan kepanasan, Sri menuntun para warga untuk berobat. "Seperti yang diujarkan oleh Master Cheng Yen dalam ceramahnya, jika waktu manusia hidup di dunia itu sangat singkat. Apalagi suami saya belum lama meninggal karena sakit. Rasanya sungguh rugi jika belum dapat berbuat sesuatu (bersumbangsih). Makanya selagi masih bisa, saya lakukan apa yang saya bisa lakukan untuk orang lain," terang Sri dengan senyum sumringah.

Lewat tengah hari pemeriksaan kesehatan masih terus berjalan. Warga dari berbagai tempat mulai berdatangan. Melihat antusiasme warga yang datang berobat, membuat para relawan Tzu Chi dan tim medis merasa senang, penuh harapan agar warga sekitar bisa mendapatkan pengobatan dengan cepat selepas banjir. Kegiatan baksos kesehatan yang dimulai pada hari ini berhasil mengobati sebanyak 889 orang.

  
 

Artikel Terkait

Jing Si Talk: Menghargai Jodoh Baik

Jing Si Talk: Menghargai Jodoh Baik

23 November 2011 Ini merupakan kesempatan yang sangat berbahagia sekali karena Hendry Zhou  membawakan Jing Si Talk dengan judul yang sangat unik sekali dan tentunya sangat menginspirasi para relawan Tzu Chi He Qi Barat.
Agam, Sum-Bar: “Kami Terasing di Sini”

Agam, Sum-Bar: “Kami Terasing di Sini”

07 Oktober 2009 Kondisi kerusakan bangunan yang terdapat di daerah Bantiang Tengah, Malalak Barat, Kabupaten Agam, Padang Pariaman, memang cukup parah. Menurut data dari Wali Nagari Malalak Barat, Darminto, terdapat lebih kurang 650 rumah dalam kondisi rusak dan tidak lagi layak huni.
Berjanji untuk Berbakti kepada Orang Tua

Berjanji untuk Berbakti kepada Orang Tua

22 Juni 2016
Pada 8 Juni 2016, SMP Dharma Loka Pekanbaru mengadakan Kamp Pembinaan Diri. Tim Pendidikan Tzu Chi Pekanbaru berkesempatan menyampaikan materi kelas budi pekerti.
Kesuksesan terbesar dalam kehidupan manusia adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -