Relawan Tzu Chi Bandung mengadakan donor darah di Universitas Sato Borromeus, sebanyak 70 kantung darah terhimpun dalam kegiatan ini.
Semangat berbagi dan menjaga bumi berpadu dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh relawan Tzu Chi Bandung di kampus Universitas Santo Borromeus (USTB), pada Selasa, 28 Juli 2026. Melalui aksi donor darah, sosialisasi relawan Tzu Ching (muda-mudi Tzu Chi) Bandung, serta gerakan pemilahan botol plastik untuk didaur ulang, kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa setiap tindakan kecil dapat memberikan manfaat besar bagi sesama maupun lingkungan.
Sejak pagi, para relawan telah menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan. Mahasiswa dan pihak kampus juga turut membantu serta berpartisipasi dalam memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik. Setelah seluruh persiapan selesai, relawan Tzu Chi menyambut setiap peserta dengan penuh keramahan, mulai dari mendampingi proses registrasi hingga pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim Palang Merah Indonesia (PMI).
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Satu per satu peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh mereka memenuhi persyaratan sebagai pendonor. Para relawan juga mendampingi peserta dan memberikan penjelasan mengenai tahapan donor darah agar mereka merasa lebih tenang dan nyaman.
Bagi Tzu Chi, donor darah bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah kesempatan untuk membantu menyelamatkan kehidupan. Satu kantong darah dapat menjadi harapan baru bagi pasien yang sedang berjuang menjalani perawatan di rumah sakit. Nilai cinta kasih yang diwujudkan melalui tindakan sederhana ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menolong tanpa memandang latar belakang.
Erti Rostikasari, salah satu relawan Tzu Chi Bandung memberikan perhatian kepada salah satu pendonor.
“Kegiatan donor darah bersama kampus selain untuk membantu persediaan darah, kita juga mengajak mahasiswa untuk mengenal Tzu Chi, apa lagi di kalangan muda bisa menjadi relawan muda dan juga mengajak menjaga buni dengan pemilahan sampah daur ulang,” ucap Erti Rostikasari, relawan Tzu Chi Bandung.
Erti Rostikasari juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan persediaan darah. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai kemanusiaan Tzu Chi kepada mahasiswa sekaligus mengajak generasi muda ikut menjaga kelestarian lingkungan.
Di sela-sela pelaksanaan donor darah, relawan Tzu Chi Bandung juga memperkenalkan relawan Tzu Chi Ching kepada para mahasiswa USTB. Melalui sesi sosialisasi yang berlangsung hangat dan interaktif, para peserta diajak mengenal empat Misi Tzu Chi, yaitu Misi Amal, Misi Kesehatan, Misi Pendidikan, dan Misi Pelestarian Lingkungan.
Para relawan muda turut berbagi pengalaman mengenai perubahan yang mereka rasakan setelah bergabung dalam kegiatan kerelawanan. Menjadi relawan tidak hanya memberikan kesempatan untuk melayani masyarakat, tetapi juga membantu membentuk karakter, menumbuhkan empati, memperluas persahabatan, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui berbagai kegiatan sosial.
"Kita juga memperkenalkan Tzu Ching kepada mahasiswa dan mengajak mereka juga agar barisan kita makin banyak relawan muda yang tergerak untuk melakukan hal baik,” ucap Reynard, relawan Tzu Ching Bandung.
Reynard berharap semakin banyak mahasiswa yang mengenal dan bergabung dalam barisan Tzu Ching. Kehadiran generasi muda sangat penting untuk melanjutkan semangat pelayanan serta menumbuhkan lebih banyak aksi kebaikan di tengah masyarakat.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat USTB, Ns. Maria Emilia Putri Parera, M.Kep., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Tzu Chi Bandung.
Selain mengajak peserta berbagi kehidupan melalui donor darah, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pemilahan sampah botol plastik. Para peserta diperkenalkan pada cara memilah botol plastik agar dapat dikumpulkan dan diproses kembali menjadi bahan yang bermanfaat.
Salah seorang mahasiswa USTB, Sarah Yovita Pricilia, terlihat bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Baginya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru karena tidak hanya dapat mengikuti donor darah untuk pertama kalinya, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pemilahan sampah serta kegiatan Tzu Ching.
“Seneng sekali aku baru pertama ikut donor darah, dan tadi ada juga pemilahan sampah seru banget. Ya kita tau cara pilah sampah yang bermanfaat, dan ada relawan muda yang sosialisasi juga, ternyata ada kunjungan gitu seru,” cerita Sarah.
Selain kegiatan donor darah, pada kesempatan ini juga relawan memperkenalkan Misi Pelestarian Lingkungan dengan mengajak peserta yang hadir untuk ikut memilah sampah botol plastik.
Melalui aksi ini, Tzu Chi ingin menanamkan pemahaman bahwa kepedulian terhadap sesama dan kepedulian terhadap bumi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Menyelamatkan kehidupan melalui donor darah dan menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan daur ulang merupakan bentuk nyata dari praktik cinta kasih universal.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat USTB, Ns. Maria Emilia Putri Parera, M.Kep., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Tzu Chi Bandung. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sehingga semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas sosial dan lingkungan.
“Walau kegiatan donor darah ini pertama kali bekerjasama dengan Tzu Chi, tapi bukan hanya donor darah saja, ada pemilahan sampah dan juga ada sosialisasi relawan muda yang merupakan hal baru bagi kami. Bisa menarik mahasiswa untuk memiliki kegiatan positif dan pengalaman wawasan mereka juga nantinya,” ucapnya.
Reynard, salah satu relawan Tzu Ching Bandung, berkesempatan memperkenalkan Tzu Ching beserta kegiatannya kepada mahasiswa USTB.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kali ini. Berbagai aktivitas kemanusiaan, pendidikan, dan pelestarian lingkungan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan wawasan sekaligus menumbuhkan kepekaan terhadap permasalahan yang ada di sekitarnya.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 70 kantong darah berhasil dihimpun. Darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasien yang membutuhkan transfusi. Setiap kantong darah menjadi bentuk kepedulian yang dapat memberikan harapan dan kesempatan hidup bagi orang lain.
Tidak hanya itu saja, sebuah botol plastik yang dipilah dapat menjadi langkah kecil dalam menjaga bumi. Sementara itu, satu hati yang tergerak menjadi relawan dapat menghadirkan perubahan bagi banyak orang. Semangat inilah yang terus dihidupkan oleh relawan Tzu Chi Bandung, yaitu menebarkan cinta kasih melalui tindakan nyata yang dimulai dari hal-hal sederhana dan dilakukan dengan penuh ketulusan.
Editor: Fikhri Fathoni