Merajut Kasih dan Kebersamaan dalam Perayaan Waisak di Panti Jompo

Jurnalis : Aristo (Tzu Chi Medan), Fotografer : Ena Vania, Julia Anggreani (Tzu Chi Medan)

Para relawan Tzu Chi memandu opa dan oma menjalankan setiap prosesi perayaan Waisak. Setiap prosesi dijalankan dengan penuh khidmat.

Dalam rangka merayakan Hari Raya Waisak 2026, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Petisah mengadakan perayaan Waisak di Panti Jompo Guna Budi Bakti pada Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan bersama Pengurus Panti, opa dan oma warga panti jompo, serta relawan Tzu Chi. Perayaan Waisak bersama ini menghadirkan kebersamaan bagi opa dan oma dalam merayakan Waisak bersama.

Acara yang penuh kehangatan ini dibuka dengan menonton video keindahan ajaran Buddha, diikuti dengan melantunkan Gatha Pujian bagi Buddha dan memberikan penghormatan kepada Buddha. Para relawan memandu opa dan oma mengikuti prosesi Waisak yang diawali dengan Li Fo Zu (kedua tangan menyentuh air dan bersujud di kaki Buddha), yang bermakna bersyukur atas budi luhur Buddha, merefleksikan kesalahan masa lalu, serta membersihkan noda batin dalam diri. Selanjutnya, opa dan oma mengikuti prosesi Jie Fa Xiang (kedua tangan mengambil bunga), yang bermakna tulus menerima keharuman ajaran Buddha. Setelah itu, dilaksanakan prosesi Zhu Fu Ji Xiang, yang bermakna semoga selalu dipenuhi berkah, dan berdoa bersama demi kedamaian dunia.

Rangkaian prosesi ditutup dengan pelimpahan jasa dengan melantunkan Gatha Pemandian Rupang Buddha. Setelah prosesi selesai, opa dan oma bersama-bersama menonton video ceramah Master Cheng Yen dan diakhiri dengan pemberian suvenir dan makan siang bersama.

Dalam rangka merayakan Hari Raya Waisak 2026, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Petisah mengadakan perayaan Waisak di Panti Jompo Guna Budi Bakti.

Dengan dipandu relawan Tzu Chi, salah satu oma merayakan Waisak dengan rasa syukur dan haru.

Selama rangkaian acara berlangsung dari awal sampai akhir, para relawan memperhatikan, mendampingi opa dan oma untuk memastikan mereka merasa nyaman. Para relawan juga mendengarkan cerita mereka, mengobrol santai dan menyuapi makanan kepada opa dan oma yang membutuhkan perlakuan khusus.

Selain itu, sebagian relawan juga mengunjungi opa dan oma yang tetap berada di kamar karena tidak leluasa hadir menjalani prosesi Waisak. Mereka membawakan makanan dan minuman, serta menemani berbincang agar opa dan oma tetap dapat merasakan sukacita perayaan Waisak bersama. Tidak hanya itu, relawan juga membantu melaksanakan prosesi Waisak di kamar opa dan oma masing-masing dengan menghadirkan rupang Buddha, air, dan bunga, sehingga opa dan oma tetap dapat mengikuti prosesi dengan khidmat.

Momen kebersamaan antara relawan dengan opa dan oma menjadi pengalaman yang menyentuh hati. Percakapan hangat yang terjalin seolah mengingatkan para relawan akan kasih sayang orang tua, serta kakek dan nenek di rumah. Kehangatan yang tercipta tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi opa dan oma, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang arti kebersamaan. Melalui kegiatan ini, semangat cinta kasih, kepedulian, dan welas asih dalam perayaan Waisak tidak hanya dirasakan sebagai seremoni, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa kebahagiaan bagi sesama.

Sebagai bentuk ungkapan kasih sayang, relawan Tzu Chi Medan memberikan suvenir kepada opa dan oma yang mengikuti perayaan Waisak.

Relawan Tzu Chi selaku koordinator kegiatan, Siok Leng, berharap dapat menjalin jodoh kembali dengan opa dan oma di Panti Jompo Guna Budi Bakti.

Lena, salah satu oma warga panti jompo, merasa sangat gembira dikunjungi oleh relawan Tzu Chi. “Saya sangat senang hati dan semoga para relawan Tzu Chi bisa terus mengunjungi dan melayani orang tua di panti jompo,” ungkapnya.

“Ada satu kalimat perenungan dari Master Cheng Yen: ketika kita memberikan perhatian kepada orang lain dengan cinta kasih dan penuh keakraban, maka hati yang dipenuhi cinta kasih ini akan menjadi benih untuk menciptakan keberkahan. Semoga tahun depan kita kembali memiliki jalinan jodoh untuk datang ke panti jompo ini merayakan waisak bersama opa dan oma,” tutur Siok Leng, relawan Tzu Chi selaku koordinator kegiatan.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Waisak Tzu Chi 2018: Peringatan Hari Waisak di Rumah Baru

Waisak Tzu Chi 2018: Peringatan Hari Waisak di Rumah Baru

14 Mei 2018

Tahun ini, peringatan Hari Waisak, Hari Ibu, dan Hari Tzu Chi Sedunia dirayakan serentak oleh insan Tzu Chi di seluruh dunia pada Minggu 13 Mei 2018. Yayasan Buddha Tzu Chi Batam sangat bersyukur karena untuk pertama kalinya, perayaan tiga hari besar ini diadakan di ruangan ‘Jiang Jing Tang’, lantai 5 Aula Jing Si Batam yang baru rampung.

Memaknai Mo Wang Chu Xin dalam Formasi Waisak Tzu Chi

Memaknai Mo Wang Chu Xin dalam Formasi Waisak Tzu Chi

11 Mei 2026

Perayaan Waisak Tzu Chi 2026 menampilkan formasi Mo Wang Chu Xin sebagai pengingat untuk tidak melupakan tekad awal. Formasi ribuan peserta ini menghadirkan suasana Waisak yang khusyuk dan sarat makna.

Ribuan Umat Memadati Perayaan Waisak Tzu Chi Indonesia

Ribuan Umat Memadati Perayaan Waisak Tzu Chi Indonesia

27 Mei 2024

Perayaan Tiga Hari Besar: Hari Waisak, Hari Ibu, dan Hari Tzu Chi Sedunia, kembali dirayakan di Aula Jing Si PIK, Jakarta Utara (12/05/2024). Sebanyak 2.886 peserta bersama-sama mengikuti prosesi Waisak dengan khidmat.

Kita harus bisa bersikap rendah hati, namun jangan sampai meremehkan diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -