Para relawan menyambut peserta Gathering Anak Muda Bersinergi yang diadakan di Depo Pelestarian Lingkungan Pangeran Jayakarta, Jakarta Pusat.
“Setiap orang hendaknya menyadari berkah, menghargai berkah, dan menciptakan berkah kembali,” kata perenungan Master Cheng Yen.
Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Pusat mengadakan gathering dengan tema Gathering Anak Muda Bersinergi. Kegiatan gathering ini berlokasi di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Pangeran Jayakarta, Senin, 1 Juni 2026. Sebanyak 58 relawan hadir sejak pukul 13.00 WIB hingga 19.00 WIB untuk ikut belajar sekaligus berbagi pengalaman.
Acara gathering dibuka oleh pemandu acara dan dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Johan, selaku Ketua He Qi Jakarta Pusat sekaligus Pemerhati relawan muda Tunas He Qi Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Johan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempertemukan anak muda dari berbagai latar belakang agar dapat saling mengenal, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama dalam semangat kebaikan. Ia juga menekankan pentingnya budaya humanis yang mengajarkan sikap toleransi, kerendahan hati, dan penghargaan terhadap perbedaan demi terciptanya keharmonisan dalam berkarya dan menebarkan kebaikan terhadap sesama.
Johan, Ketua He Qi Jakarta Pusat sekaligus Pemerhati relawan muda Tunas He Qi Jakarta Pusat saat memberikan sambutan kepada para peserta Gathering Anak Muda Bersinergi.
Para peserta Gathering Anak Muda Bersinergi sedang bersenang-senang saat memainkan games di sesi ice breaking.
Selama kegiatan gathering berlangsung, para relawan kembang yang hadir mendapatkan cerita singkat program yang ada di Tzu Chi beserta perjalanan yang dilalui oleh teman-teman relawan Tzu Chi He Qi Jakarta Pusat. Selain itu, peserta juga diajak melakukan beberapa games seperti lomba membuat yel-yel dan mengoper balon. Sembari bermain dan makan kudapan bersama, para relawan yang hadir bisa saling berkenalan sekaligus bertukar cerita tentang pengalaman masing-masing selama menjalankan kegiatan kerelawanan.
Dalam kegiatan gathering ini, peserta juga mengikuti sesi brainstorming yang dipandu oleh Muara Mula Boy Sianturi dengan tujuan untuk membuka ruang diskusi dan pertukaran gagasan. Melalui sesi ini, relawan peserta gathering diajak untuk mengenal lebih jauh komunitas Tzu Chi He Qi Jakarta Pusat dan anak muda Tunas-nya, berbagi pengalaman, serta memberikan usulan kegiatan yang dapat melibatkan lebih banyak anak muda dalam aksi sosial dan kemanusiaan.
Cut Sin (25) saat menceritakan pengalamannya di depan relawan yang mengikuti Gathering Anak Muda Bersinergi.
Cut Sin (25) mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini untuk memperluas relasi, menambah pengetahuan, serta menemukan pengalaman baru dalam dunia kerelawanan. Sebagai seorang tenaga kesehatan yang pernah menjadi relawan bencana banjir di Aceh pada November tahun 2025, ia merasa terinspirasi oleh misi kemanusiaan Tzu Chi dan berharap dapat berkontribusi lebih aktif sebagai relawan di masa mendatang.
Andrew (32) menilai kegiatan Gathering Anak Muda Bersinergi menjadi ruang yang positif untuk bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki kepedulian sosial dan tujuan mulia yang sama. Ia berharap berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan ke depan dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Muara Sianturi selaku Koordinator Komunitas Relawan Tunas He Qi Jakarta Pusat berbagi cerita tentang program dan perjalanan yang dilakukan teman-teman relawan Tzu Chi He Qi Jakarta Pusat.
Muara Sianturi selaku Koordinator Komunitas Relawan Tunas He Qi Jakarta Pusat menyampaikan bahwa meski sebagian besar baru pertama kali bertemu, para peserta terlihat cepat membaur, baik dengan sesama relawan yang muda maupun yang tua. Antusiasme mereka juga tampak saat mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari permainan, sesi diskusi, hingga menawarkan diri untuk membantu persiapan acara. “Semoga semangat dan niat baik anak-anak muda ini dapat terus berkembang menjadi aksi nyata dalam menebarkan cinta kasih bagi masyarakat,” tuturnya.
Muara juga berharap niat-niat baik dari anak-anak muda dapat terwujud untuk menyebarkan cinta kasih dalam aksi nyata, secara bijaksana dan dilakukan dengan kesungguhan hati.
Editor: Metta Wulandari