Pascabanjir Jakarta: Bersyukur, Menghormati, dan Mencintai
Jurnalis : Martha Khosyahri (Tzu Ching), Fotografer : Miki Dana (Tzu Ching)|
|
| ||
Meski acara pembagian akan dimulai pada pukul 09.00, namun sedari pukul 07.00 pagi para relawan berdatangan ke sekolah untuk mempersiapkan alur pembagian sembako dan barang yang akan dibagikan. Para relawan pria dengan penuh semangat mengeluarkan beras dari ruang kelas yang dijadikan ruang logistik, dan menyusunnya dengan rapi di pos pembagian beras. Sedangkan, para relawan perempuan dengan berestafet mengeluarkan dan menyusun mie instan di pos pembagian mie instan. Semua barang yang akan dibagikan disusun dengan begitu rapi sebagai wujud menghormati para penerima bantuan. Sebelum pembukaan acara yang dihadiri oleh kapolsek Penjaringan, ketua RW, dan pemuka agama daerah Kapuk Muara ini, rintik hujan sempat turun membasahi lapangan sekolah, maka para relawan mendirikan tenda. Sekitar pukul 09.00, para warga berdatangan dan acara pun dimulai. Para penerima bantuan menunjukkan kupon yang dibagikan oleh para relawan ke rumah mereka masing-masing sehari sebelumnya. Mereka pun mengikuti alur yang telah ditentukan dengan tertib. Meski kupon yang dibagikan mencapai angka 5.130 paket, namun tidak ada adegan berdesakan ataupun berebutan. Sesama relawan juga saling memberikan perhatian dan mengingatkan untuk menggunakan budaya humanis Tzu Chi, yaitu Gan En, Zun zhong, Ai (Bersyukur, Menghormati, dan Cinta Kasih) saat berinteraksi dengan para penerima bantuan.
Keterangan :
Salah satu dari Tzu Ching adalah Miki Dana yang sering kali terlihat sambil membawa kamera di lehernya, membantu para penerima bantuan lansia atau ibu dengan anaknya membawakan barang. Ia mendapat kisah yang menyentuh tentang seorang penerima bantuan yang sangat bersyukur karena mendapat bantuan sembako ini. Lain lagi dengan Silvia yang merasa sangat bersyukur bisa bersumbangsih dan melihat begitu banyak orang yang masih membutuhkan bantuan. Matahari yang cukup terik yang menemani sepanjang acara, banyaknya jumlah paket yang dibagikan, juga persiapan yang dilakukan, memang menguras tenaga para relawan. Namun, ketika melihat senyuman lebar dari para penerima bantuan yang beranjak pulang sambil membawa sembako, rasa lelah itu pun lenyap seketika dan berganti dengan kegembiraan dan penuh rasa syukur di dalam hati. | |||
Artikel Terkait
Tzu Ching Bandung Hibur Anak-anak Penyintas Longsor Cisarua
19 Februari 2026Pascabencana longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, relawan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) Bandung hadir membawa kehangatan dan harapan melalui kegiatan trauma healing di posko pengungsian.
“Cepat Sembuh Adonâ€
30 November 2011 Saat kelahirannya sang ibu menyambut gembira kehadiran Adon. Namun saat mengetahui hal tersebut, ia pun cemas dan gelisah karena takut dan tak tega melihat buah hatinya merasa sakit terus menerus. Saat itu mereka tak memiliki biaya untuk berobat.
Lebih Dekat dengan Donatur Tzu Chi
18 Oktober 2018Pada Minggu, 14 Oktober 2018, Tzu Chi Bandung mengadakan ramah tamah dengan para donatur dan relawan. Dengan acara ini, donatur-donatur Tzu Chi dapat mengetahui dana amal yang mereka sumbangkan melalui yayasan digunakan untuk kegiatan kemanusiaan.








Sitemap