Suasana reflektif kembali hadir melalui penampilan isyarat tangan Shou Yu Mo Wang. Gerakan lembut yang dibawakan menumbuhkan harapan akan lahirnya generasi baru dalam tim isyarat tangan, sekaligus menjadi ajakan agar semakin banyak relawan tergerak berjalan bersama dalam barisan kebajikan.
Suasana hangat dan penuh syukur menyelimuti kegiatan Pemberkahan Awal Tahun 2026 pada Minggu, 22 Februari 2026, di Ruang Guo Yi Ting, Gedung Aula Jing Si, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Pemberkahan Awal Tahun 2026 ini dihadiri 330 tamu undangan bersama 90 relawan HE QI Jakarta Barat 1 dalam kebersamaan. Momen ini menjadi kesempatan untuk menautkan hati, memanjatkan doa syukur, menerima berkah awal tahun, serta meneguhkan langkah menyongsong tahun baru dengan semangat cinta kasih dan kebajikan.
Booth Nymphae menampilkan tas dan pouch daur ulang karya Anak Teratai He Qi Jakarta Barat 1. Berawal dari ide alumni, karya ini berkembang hingga meraih juara 1 Teratai Cup 2024, membawa pesan kepedulian lingkungan dan semangat kebajikan anak-anak.
Para peserta yang hadir dapat mengunjungi berbagai stan yang berada di lantai 1 Aula Jing Si. Dari berbagai stan tersebut, Nymphae, produk kreatif karya Anak Teratai He Qi Jakarta Barat 1, hadir dengan menampilkan berbagai tas, handbag, dan pouch berbahan daur ulang.
Ray, salah satu personel tim yang bertugas di booth, menyampaikan bahwa ide awal Nymphae berasal dari Frangky, alumni Anak Teratai, yang ingin mengolah bahan daur ulang menjadi produk bernilai guna. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan dan diikutsertakan dalam Teratai Cup 2024 hingga berhasil meraih juara pertama.
Hingga kini, Nymphae terus berkembang dengan menghasilkan beragam item dan desain unik, sekaligus membawa pesan kepedulian lingkungan, kemandirian, dan semangat kebajikan yang tumbuh dari proses belajar anak-anak.
Penampilan isyarat tangan celengan bambu dari anak-anak Sekolah Cinta Kasih menghadirkan kehangatan dan pengingat bahwa kebajikan dapat dimulai dari hal sederhana. Ketulusan kecil yang dilakukan dengan konsisten mampu menumbuhkan perubahan besar bagi banyak kehidupan.
Di awal acara, peserta disajikan penampilan tambur dari anggota TIMA (Tzu Chi International Medical Association). Dentuman yang selaras menghadirkan semangat sekaligus kekhidmatan, seakan mengingatkan kembali pada tekad awal dalam menapaki jalan kebajikan.
Makna kebersamaan semakin kuat ketika setiap dentuman tambur menggambarkan bahwa semakin banyak relawan dan donatur yang bergabung, semakin besar pula kekuatan cinta kasih yang dapat dihimpun untuk membantu sesama. Semangat welas asih ini sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh Yayasan Tzu Chi, di mana langkah kecil yang dilakukan bersama mampu memberi manfaat luas dan berkesinambungan.
Kehangatan berlanjut dengan penampilan isyarat tangan anak-anak Sekolah Cinta Kasih berjudul Celengan Bambu. Penampilan ini mengingatkan bahwa kebajikan dapat dimulai dari hal sederhana, dan ketulusan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menghadirkan perubahan besar bagi banyak kehidupan.

Kisah Abelia menghadirkan momen haru dan perenungan tentang kekuatan harapan serta jalinan cinta kasih. Dengan pendampingan relawan dan keteguhan keluarga, Abelia kini dapat kembali bermain ceria.
Abelia (12), gadis penerima bantuan pemasangan alat pacu jantung, hadir mencurahkan rasa terima kasihnya kepada Yayasan Tzu Chi dan para relawan yang selalu mendampingi selama pengobatan. Suasana perlahan menjadi hening dan haru, menyadarkan bahwa di balik setiap bantuan terdapat doa, perhatian, dan kebersamaan yang saling menguatkan.
Suhermin Kusuma, relawan pendamping, berbagi pengalaman kepada tamu yang hadir. “Sikap optimis orang tua Abelia menjadi sumber semangat bagi saya untuk terus mendampingi,” ungkap Suhermin. Kini Abelia sudah dapat kembali bermain ceria bersama teman-temannya.
Para tamu juga disuguhkan tayangan video tentang bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada para korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera dan Aceh. Tayangan ini mengajak peserta untuk membuka hati, menumbuhkan empati, serta menyadari bahwa kebahagiaan hari ini patut disertai rasa syukur dan semangat berbagi.
Semangat cinta tanah air ditampilkan melalui isyarat tangan Ibu Pertiwi oleh anak-anak kelas budi pekerti. Penampilan ini menggambarkan rasa syukur atas tanah air sekaligus pentingnya menanamkan karakter baik sejak usia dini.
Robert, Ketua He Qi Jakarta Barat 1, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para donatur atas dukungan tulus tanpa pamrih. “Setiap kebaikan telah menjadi jembatan harapan bagi penerima manfaat,” ujarnya, sekaligus mengajak para donatur untuk turut melangkah dalam barisan Tzu Chi agar jodoh kebajikan terus bertumbuh.
Sjafini, koordinator kegiatan, turut menyampaikan harapan agar komunitas Jakarta Barat 1 senantiasa menjaga kekompakan dan kehangatan dalam merangkul relawan baru. “Kegiatan ini menjadi jembatan pengenalan nilai-nilai cinta kasih sehingga semakin banyak hati yang tersentuh dan bersedia menapaki jalan kebajikan bersama,” ungkap Sjafini.
Acara Pemberkahan Awal Tahun 2026 ini diakhiri dengan tarian harmoni dari muda-mudi Vihara Dhamma Ratna yang penuh keceriaan dan persatuan. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi pengingat bahwa pemberkahan sejati tumbuh dari hati yang bersyukur, peduli, dan bertekad menebarkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Anand Yahya