Perayaan Waisak di Tzu Chi Banda Aceh, Hari yang Penuh Makna

Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh), Fotografer : Ismanova (Tzu Chi Aceh)

Perayaan Hari Trisuci Waisak yang diselenggarakan oleh Tzu Chi Banda Aceh pada 18 Mei 2025.

Waktu menunjukan pukul 10.00 WIB ketika para relawan Tzu Chi dan tamu undangan mulai berkumpul di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Banda Aceh untuk merayakan Hari Trisuci Waisak. Hari Raya Trisuci Waisak sendiri memiliki makna yang mendalam bagi insan Tzu Chi yakni untuk membalas budi pada Buddha dan mengenang kembali kemenangan Buddha Sakyamuni yang mengalahkan Iblis Mara (hawa nafsu) di bawah Pohon Bodhi pada 2.500 tahun silam.

Perayaan Waisak ini dipandu oleh Huicin dan Erlin sebagai MC. setelah mendengarkan penjelasan mengenai pemandian Rupang Buddha, Insan Tzu Chi dengan tulus melantunkan Gatha Pendupaan. Setelah itu barisan persembahan yang membawa pelita, air wangi dan bunga secara perlahan dan teratur maju ke altar. Pelita melambangkan penerangan untuk semua makhluk, air wangi melambangkan kemurnian dan bunga melambangkan wanginya Dharma serta ketidakkekalan dari semua yang berwujud.

Air wangi memiliki makna untuk memurnikan batin.

Bunga melambangkan harumnya Dharma dan ketidak kekalan.

Berlanjut dengan prosesi pemandian Rupang Buddha, secara teratur relawan dan tamu undangan berbaris melakukan prosesi sambil melafalkan Nama Buddha Sakyamuni. Dengan penuh rasa hormat, mereka meletakkan tangan di mangkuk yang berisi air dan bunga melambangkan penyucian diri dari noda batin, kemudian membangkitkan ikrar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah itu mengambil satu kuncup bunga cempaka yang memiliki makna menerima harumnya Dharma dengan batin yang murni.

Setelah prosesi pemandian Rupang Buddha, relawan dan hadirin bersatu hati dengan tulus memanjatkan doa kepada Buddha dan Bodhisatwa agar hati manusia tersucikan, masyarakat damai dan harmonis serta bebas dari bencana. Seperti Kata Perenungan Master Cheng Yen pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi, Satu kebaikan menghalau seribu bencana.”

Suasana di Depo PL Tzu Chi Banda Aceh berubah menjadi suasana agung seperti persamuhan Sutra Teratai di Puncak Burung Nasar. Hal ini dirasakan oleh Yuliana “Saya baru pertama kali mengikuti acara Waisak di Tzu Chi. Suasananya sangat tenang dan menakjubkan. Hal ini belum pernah saya rasakan sebelumnya,” Ujarnya penuh takjub.

Yuliana (baju putih) merasa takjub dan tenang saat melakukan pemandian Rupang Buddha.

Erlin (kiri) dan Huicin S (kanan) memimpin acara dengan penuh khidmat.

Perayaan Hari Trisuci Waisak selesai dengan agung walaupun dengan fasilitas seadanya. Huicin selaku penanggung jawab merasa takjub atas perayaan Waisak yang sederhana tetapi sangat khusyuk. “Semoga dengan merayakan Waisak, semua orang selalu mengingat dan mengenang Buddha pernah hadir ke dunia dan mewariskan Dharma, ajaran kebenaran untuk kita semua. Semoga dengan momen Waisak ini kita senantiasa membersihkan batin diri sendiri dari kekotoran batin dan bertobat atas kesalahan dan giat mempraktikkan Dharma dalam keseharian. Karena dalam diri seseorang memiliki hakikat Kebuddhaan dan harus dibangkitkan hingga suatu masa kita akan mencapai pencerahan,” katanya sembari meneteskan air mata.

Perayaan Waisak di Tzu Chi Banda Aceh bukan hanya seremoni saja tetapi menjadi hari yang penuh makna untuk membalas budi Buddha dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi setiap harinya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Dari Batin yang Tersucikan, Doa untuk Dunia yang Damai

Dari Batin yang Tersucikan, Doa untuk Dunia yang Damai

22 Mei 2025

Komunitas Relawan Tzu Chi He Qi Pusat menggelar perayaan dan doa bersama memperingati tiga hari besar: Hari Raya Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia dalam suasana yang penuh kekhusyukan.

Mengingat Budi Luhur Buddha di Waisak 2025 Pematang Siantar

Mengingat Budi Luhur Buddha di Waisak 2025 Pematang Siantar

28 Mei 2025
Perayaan Waisak 2025 di Pematang Siantar pada Minggu, 18 Mei 2025 berlangsung khidmat dan menyentuh hati. Dihadiri lintas umat dan tokoh agama, acara diisi prosesi pemandian rupang Buddha dan doa bersama.
Waisak Tzu Chi 2025: Refleksi Spiritual dalam Meneladani Ajaran Buddha

Waisak Tzu Chi 2025: Refleksi Spiritual dalam Meneladani Ajaran Buddha

16 Mei 2025

Perayaan tiga hari besar, yakni Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia, menjadi momen penuh makna bagi Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun.

Walau berada di pihak yang benar, hendaknya tetap bersikap ramah dan bisa memaafkan orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -