Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Dari Sasag Anyaman Kini Tumbuh Harapan Baru

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung) , Fotografer : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung)

Sae’an dan Lilis berdiri di halaman teras rumah mereka yang telah di renovasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Sae’an (53) warga Kel. Warung Muncang, Kec. Bandung Kulon, kota bandung setiap hari menyusun rangkaian plastik untuk diayam. Anyaman tersebut bernama sasag, alat berupa anyaman (alas atau cetakan) yang digunakan dalam proses pembuatan tahu untuk alas cetakan atau tempat mendinginkan tahu.

Tangan Terampil Sae’an bukan hanya sekedar mengayam Sasag namun dari sinilah Sae’an bersama Istrinya Lilis Safaah (50) menganyam kehidupan mereka. Bertahahun-tahun mereka menggantungkan hidupnya dari Sasag demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“kalau ada pekerjaan dikerjakan sama-sama kita kerjakan, tetapi saya kalau sekarang semenjak sakit nggak terlalu banyak aktifitas. Paling suami saya sama anak-anak buat sasag  alat-alat tahu atau kain salingan untuk bikin tahu. Ya, alhamdulillah dicukup-cukupin itu gimana pendapatan nggak jualan ya nggak tentu” lirih Lilis Safaah.

Sae’an tampak tarampil dan teliti saat membuat sasag anyaman.

Kondisi rumah tidak layak yang ditinggali oleh Sae’an dan Lilis sebelum di renovasi Tzu Chi.

Awalnya Sae’an bekerja di sebuah pabrik namun karena usia tidak muda lagi Sae’an harus berhenti bekerja dan mencari sumber pengahasilan lain. Sebagai pengrajin sasag penghasilannya hanya cukup menyambung kebutuhan hariannya.

Kondisi ekomomi yang serba kekurangan tak mampu untuk memperbaiki rumahnya yang telah usang dimakan waktu. Keadaan rumah yang jauh dari kata layak dan nyaman harus mereka tempati. Hanya harapan dan doa yang selalu mereka panjatkan untuk memilki tempat tinggal yang lebih baik.

“Hampir roboh terus atapnya juga bolong-bolong,  kalau hujan, itu pasti bocor. Terus teboknya rusaklah itu. Yang saya lakukan kalau hujan saya harus ngambil ember hingga terus ada dalam keadaan seperti itu, saya ada niat untuk memperbaiki.  Tapi harus ngumpulin dulu, gitu, ya,” ceita Lilis.

Hingga akhirnya, kabar baik datang dari relawan Tzu Chi ketika memberi tahu bahwa Rumah Sae’an dan Lilis akan di renovasi. Hal itu, menjadi jawaban bagi doa  yang mereka harapankan untuk memilki rumah yang nyaman. Kebahagiaan pun tak bisa lagi mereka bendung, rasa syukur terpilih menjadi penerima bantuan dari Program Renovasi 500 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) dari Tzu Chi Indonesia yang bekerjasama dengan Kemeterian Perumahan dan Kawasan Pemukiman di Kota Bandung.

Salah satu relawa Tzu Chi, menyurvei kondisi rumah Sae’an sebelum dilakukannya renovasi.

Kondisi rumah Sae’an dan Lilis yang telah selesai di renovasi Tzu Chi kini tampak lebih bersih dan nyaman.

“Sekarang jadi terasa nyaman, ya. Kalau di rumah dulu, kan takut runtuh. Sekarang engga mengkhawatirkan, kalau hujan dulu suka khawatir. Sekarang sudah aman. Dulu hujan nampung air cari ember sekarang engga lagi. Kalau dulu juga engga ada cahaya. Sekarang kan ada pencahayaan, semenjak direnovasi. Sekarang itu matahari lebih masuk jadi hangat di rumah,” ucap Lilis dengan penuh haru.

Pasangan Sae’an dan Lilis juga ketiga anak Laki-lakinya, kini menempati rumah yang telah direnovasi dengan kondisi yang jauh lebih baik. Tak ada lagi rasa cemas saat hujan turun karena atap bocor, atau kesibukan Lilis menampung air yang merembes dari kebocoran. Saat ini sirkulasi udara di dalam rumah mereka juga menjadi lebih baik yang dulunya pengap telah hilang sudah.

Di balik angka ratusan rumah yang direnovasi terdapat cerita dari tiap masing-masing keluarga. Ada rasa lelah, keterbatasan, kekhawatiran, tetapi juga harapan yang perlahan tumbuh ketika rumah yang selama ini ditempati mulai berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Lilis Safaah (kanan) tampak bersyukur saat mendapatkan perhatian dari relawan Tzu Chi Bandung.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Hidup Lebih Bermartabat

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Hidup Lebih Bermartabat

05 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Bandung menyerahkan 11 rumah hasil renovasi di Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Bandung, Jawa Barat yang membawa harapan baru bagi 11 keluarga yang rumahnya telah direnovasi oleh Tzu Chi. 

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Penandatanganan SKB untuk Lanjutkan Komitmen

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Penandatanganan SKB untuk Lanjutkan Komitmen

16 April 2026

Sebanyak 52 warga di Kelurahan Babakan, Kota Bandung, menandatangani Surat Kesepakatan Bersama (SKB) program renovasi rumah sebagai tanda komitmen Tzu Chi Indonesia.

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Dari Sasag Anyaman Kini Tumbuh Harapan Baru

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Dari Sasag Anyaman Kini Tumbuh Harapan Baru

04 September 2026

Sae’an bertahun-tahun tinggal di rumah tidak layak dan bekerja sebagai pembuat sasag. Kini, rumahnya direnovasi Tzu Chi dan membawa harapan baru bagi keluarganya.

Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -