Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bogor: Menyusuri Gang Sempit, Menjemput Harapan Warga Babakan Pasar
Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand yahya, dok. Xie Li Bogor
Relawan Xie Li Bogor, Dewi Margaretha, Christiani, dan Lie Ay Ling ketika menyurvei rumah Maharani seorang ibu penjual kue. Dewi mendapati rumah yang bagian atapnya banyak yang bocor, tanpa ada kamar tidur, tanpa ada kamar mandi dan toilet.
Senyum harapan tampak di wajah warga Kampung Pulo dan Kampung Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah. Harapan itu muncul ketika 35 relawan Relawan Tzu Chi komunitas Jakarta Barat 3 (Xie Li Bogor) datang ke Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk melakukan survei rumah-rumah warga yang tidak layak huni pada Kamis, 5 Februari 2026.
Rencananya, sebanyak 60 unit rumah di Kampung Pulo dan Kampung Geulis di wilayah Kelurahan Babakan Pasar menjadi sasaran survei program renovasi rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Setelah berkoordinasi, para relawan dibagi ke dalam 12 kelompok. Didampingi pihak kelurahan, Dinas Perumahan Kota Bogor, serta ketua RT setempat, para relawan menyusuri gang-gang sempit yang memisahkan RT satu dengan lainnya. Setiap kelompok ditemani ketua RT agar lebih mudah mengenali lokasi serta warganya.

Budiman, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3 bersama relawan Xie Li Bogor bersama-sama menyurvei rumah Suratmi warga Kampung Pulo RT 05/04, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah.
“Kalau Hujan, Lantai Selalu Basah”
Maharani, warga Kampung Geulis yang menjadi salah satu calon penerima program mengungkapkan kunjungan relawan Tzu Chi terasa seperti harapan yang selama ini dinantikan. Rumah peninggalan orang tuanya (Murni) sudah lama tak pernah direnovasi sejak tahun 1980-an. Atapnya bocor, dinding mengelupas, dan lantai sering becek ketika hujan turun.
“Kalau hujan, atap di atas pada bocor, lantai basah. Plafon sudah pada keropos. Saya waktu dengar ada program renovasi rumah dari Tzu Chi, saya sekeluarga senang sekali. Saya disuruh lengkapi berkas kepemilikan rumah, dan langsung saya serahkan ke Pak RT. Kalau ada yang mau bantu memperbaiki, tentu saya sangat setuju,” ujar Maharani yang sehari-hari berjualan kue.

Relawan Tzu Chi menyusuri wilayah Kampung Pulo yang sangat padat penduduk. Para relawan di bagi dalam 12 kelompok untuk menyurvei 60 keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni.
Bagi keluarga Maharani yang terdiri dari tujuh anggota keluarga (ibu, anak, menantu, dan tiga cucu) rumah itu bukan sekadar tempat tinggal. Di sanalah mereka tumbuh dan menyimpan banyak kenangan. Namun kini, lebih dari sekadar nostalgia, mereka berharap rumah itu kembali menjadi tempat tinggal yang aman dan layak.
Rumah Tanpa Kamar Mandi
Relawan Xie Li Bogor, Dewi Margaretha, bersama Lie Ay Ling dan Christiani mendapat tugas untuk mensurvei empat rumah di RW 04, termasuk rumah Maharani. Menurut Dewi, kondisi rumah tersebut memang memprihatinkan.
“Menurut saya rumah Maharani ini layak direnovasi. Tidak ada kamar mandi dan toilet. Dapur, kamar tidur, dan ruang tamu jadi satu. Atapnya banyak yang bocor, plafon rusak dan keropos. Sangat membahayakan anggota keluarga karena bisa tertimpa. Artinya, tidak layak untuk dihuni,” jelas Dewi.

Maharani dan kondisi di dalam rumahnya yang hanya 4 x 6 m² dan dihuni 7 anggota keluarga.
Dewi juga menekankan pentingnya kesadaran warga untuk menjaga rumah jika nantinya disetujui untuk direnovasi. “Kami sampaikan kepada pemilik rumah, kalau nanti disetujui direnovasi, rumah ini dijaga dengan baik agar nyaman untuk seluruh keluarga. Anak-anak bisa tinggal lebih sehat dan nyaman, hidup lebih tenang,” tutur Dewi penuh semangat.
Lebih dari sekadar survei, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi relawan untuk melihat langsung kehidupan warga yang tinggal dalam kondisi rumah yang tidak layak.
“Kalau kita tidak turun ke lapangan, kita tidak bisa melihat bagaimana penderitaan orang yang rumahnya tidak layak. Ada yang susah sekali, ada yang masih bisa bertahan. Dari sini kita belajar bersyukur dan bisa memberi manfaat untuk orang lain,” tambah Dewi dengan haru.
Hampir Terbakar Karena Korsleting
Harapan serupa juga diutarakan Suratmi, warga Kampung Pulo, RT 05/04. Rumah yang ia tempati juga merupakan peninggalan orang tuanya. Suratmi bekerja sebagai pembantu masak di sebuah warung makan, sedangkan suaminya bekerja sebagai buruh harian di terminal dengan penghasilan yang tidak menentu.
Kondisi rumah Suratmi pun memprihatinkan. Banyak bagian atap bocor, tiang-tiang penyangga atap keropos, bahkan beberapa minggu sebelumnya rumahnya hampir terbakar akibat korsleting listrik. “Iya, Pak, kemarin hampir saja kebakaran rumah saya. Kabel dekat meteran listrik sudah berasap. Untung tetangga cepat matiin sikring. Saya sendirian di rumah, suami lagi kerja di luar,” ungkap Suratmi.

Para relawan Tzu Chi bersama staf Kelurahan Babakan Pasar dan Dinas Perumahan Kota Bogor duduk bersama untuk berkoordinasi sebelum kegiatan survei rumah tidak layak huni dilakukan.
Budiman, relawan dari Jakarta yang turut ikut survei rumah Suratmi, juga melakukan verifikasi data sekaligus melihat langsung kondisi rumah. “Ibu, kalau nanti rumah ibu lolos dan direnovasi, apakah ibu bersedia pindah sementara ke rumah saudara atau kontrakan?” tanya Budiman.
“Ya, siap Pak. Nanti saya pindah sementara di rumah saudara saya,” jawab Suratmi dengan wajah penuh harap.
Dukungan Penuh dari Kelurahan
Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni ini mendapat dukungan penuh dari Lurah Babakan Pasar, Yudha Adi Manggala. “Saya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi dan seluruh keluarga besar Buddha Tzu Chi atas bantuan yang sudah diberikan kepada warga kami. Saya berharap calon penerima bantuan ini, ketika memang lulus verifikasi, dapat memanfaatkan rumah dengan sebaik-baiknya dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungannya. Kami tegaskan, kami mendukung program ini dan pihak kelurahan tidak akan ada intervensi apa pun,” jelas Yudha.

Yudha Adi Manggala, Lurah Babakan Pasar, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor menjelaskan pihak kelurahan tidak akan ada intervensi apa pun dalam proses survei renovasi rumah yang dijalankan oleh relawan Tzu Chi.
Pihak Kelurahan Babakan Pasar tidak hanya menyediakan aula untuk pertemuan relawan dan warga, tetapi juga mendampingi relawan Tzu Chi selama survei berlangsung. Sinergi antara staf Kelurahan Babakan Pasar, Dinas Perumahan Kota Bogor, dan relawan Tzu Chi Bogor menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan perubahan yang lebih layak bagi warga Babakan Pasar, Bogor Tengah.
Dari permukiman padat Kampung Pulo dan Kampung Geulis segera tumbuh harapan baru. Harapan agar rumah-rumah dengan dinding retak dan atap bocor bisa segera berganti menjadi rumah yang layak tempat berteduh, bercengkerama, dan membangun masa depan generasi yang lebih baik.
Artikel Terkait
Dimulainya Program Renovasi Rumah Tak Layak Huni di Bandung
06 Mei 2025Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Kota Bandung mulai dilaksanakan. Sebanyak 68 rumah di Kel. Jamika siap untuk diperbaiki, dari total 500 rumah yang direncanakan direnovasi di Kota Kembang ini.
Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Hidup Lebih Bermartabat
05 Desember 2025Relawan Tzu Chi Bandung menyerahkan 11 rumah hasil renovasi di Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Bandung, Jawa Barat yang membawa harapan baru bagi 11 keluarga yang rumahnya telah direnovasi oleh Tzu Chi.
Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Surabaya: Warga Tanah Kali Kedinding Tandatangani SKB
26 Desember 2025Relawan Tzu Chi Surabaya dan warga penerima bantuan melaksanakan penandatanganan SKB di Kantor Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya yang dihadiri sebanyak 34 warga.







Sitemap