Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bogor : Tumbuhnya Harapan Baru di Rumah Hasan

Jurnalis : Nur Al Fajar Rumsari, Fotografer : Nur Al Fajar Rumsari

Pasangan suami istri Hasan dan Nengsih tampak bahagia berdiri di teras rumah mereka yang sudah direnovasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

“Jualannya dari pagi di Terminal Baranangsiang, kalau sekarang jualan buburnya cuma 2 liter, ya pendapatan buat makan sekeluarga mah ada lah,” ucap Hasan dengan penuh rasa syukur.

Sebelum fajar menyingsing, asap mulai mengepul dari dapur rumah milik Hasan (59), tanda bahwa sang pemilik rumah telah bersiap-siap untuk mengolah beras sederhana menjadi bubur yang kemudian akan ia jajakan untuk menambah penghasilan.

Bunyi lalu lalang kendaraan serta riuhnya suasana Terminal Baranangsiang, Bogor, sudah tidak asing lagi di telinganya. Selama puluhan tahun, Hasan mengais rezeki dengan berjualan bubur di tengah hiruk-pikuk terminal. Dengan penuh cekatan, ia melayani para pelanggannya dengan menyajikan semangkuk bubur hangat yang menjadi teman bagi mereka yang singgah maupun melintas.

“Jam setengah tiga udah mulai masak buburnya, jualannya ya mulai dari sebelum jam 5 saya sudah jalan jualan ke terminal,” tutur Hasan.

Hasan dan Nengsih (52) merupakan pasangan suami istri yang telah menikah hampir 35 tahun, keluarga ini merupakan warga Pulo Geulis, RT 002/RW 004, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor. Awalnya Hasan dan istri menempati rumah tersebut dengan mengontraknya. Kemudian, ketika itu, ia bertekad bahwa dengan kemampuannya ia bisa membeli rumah yang dikontraknya dengan menyicil.

“Dulunya ngontrak, cuma waktu itu yang punya lagi butuh, jadi kita bayar beberapa kali sampai Alhamdulillah kebeli ini rumah,” ujar Nengsih.

Hasan dengan penuh cekatan menyiapkan sajian bubur untuk pelanggannya di Terminal Baranangsiang.

Rumah keluarga Hasan tampak dari dalam saat sedang menjalani renovasi.

Pasangan Hasan dan Nengsih dikaruniai tiga anak dan sudah puluhan tahun tinggal di rumah dengan kondisi bangunan yang telah menua, juga atap plafonnya yang sudah lapuk termakan usia hingga mengalami kebocoran di setiap sudutnya, “Ya dulunya kondisi rumahnya itu banyak yang bocor sampai ke dapur juga kena bocor, makanya itu pada item bekas air dari loteng,”ujar Nengsih.

Kondisi tersebut tentu saja mendatangkan rasa khawatir pada Hasan apabila turun hujan, membuat ia tidak bisa fokus berjualan lantaran memikirkan anak dan istrinya di rumah. Suatu ketika, pada saat cuaca mendung dan turun hujan deras, beberapa kali pernah didatangi sang istri di tempat ia berjualan. “Pernah saat lagi dagang, tiba-tiba didatengin istri kasih tahu kalau kondisi rumah bocor. Waktu itu emang kondisi cuaca lagi hujan terus,” ucap Hasan.

Tinggal di rumah yang tidak layak bersama istri beserta anak dan cucunya, tentu sering kali membuatnya diliputi perasaan cemas. Bagi Hasan, memperbaiki rumah adalah harapan dan doanya sejak dulu. Namun, apalah daya, ia terbentur oleh kondisi ekonominya yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. “Ya, dari dulu mau banget memperbaiki rumah ini. Ya, kendalanya, pendapatannya cukup buat makan aja. Kalau sekarang kan beli bahan bangunan pada mahal-mahal,” ujar Hasan.

Terjawabnya Doa Hasan
Melalui Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Kementerian Perumahan dan Permukiman (PKP) RI di Kota Bogor. Program ini menargetkan renovasi sebanyak 250 rumah. Untuk proses tahap pertama hingga September 2026, sebanyak 33 rumah telah selesai direnovasi dan akan memasuki tahap kedua pelaksanaan program renovasi.

Keluarga Hasan merupakan salah satu penerima bantuan renovasi RTLH. Ini merupakan wujud dari doa Hasan yang selama puluhan tahun ia lantunkan, “Alhamdulillah, bersyukur banget buat orang kecil kayak saya sudah sangat layak sekarang rumahnya udah nyaman,” ucap Hasan dengan penuh syukur.

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Bogor, Teddy Christanto (kiri) dan Dewi Margaretha (tengah), sedang meninjau rumah Hasan yang sudah selesai direnovasi, dan saat ini sudah tidak lagi mengalami kebocoran di bagian dapurnya.

Kebahagiaan terpancar dari wajah Hasan dan Nengsih saat diwawancarai perihal program renovasi RTLH Tzu Chi yang mereka rasakan.

Ia dan istrinya, Nengsih, tidak menyangka mendapatkan bantuan renovasi rumah yang diselenggarakan Yayasan Tzu Chi. Pada saat dilakukan survei ke rumahnya oleh para relawan Tzu Chi, Hasan hanya bisa berdoa agar bantuan tersebut benar-benar dapat mereka terima, “Engga nyangka sama sekali, kami hanya bisa berdoa aja mudah-mudahan bener bakal direnovasi,”ucap Nengsih.

Akhirnya, doa Hasan dan Nengsih pun terjawab. Mereka dapat tinggal di rumah yang lebih layak dan aman. Hasan pun dapat berjualan dengan lebih tenang karena tak lagi khawatir rumahnya akan mengalami kebocoran saat hujan turun. Perasaan bahagia pun dirasakan Hasan. “Banyak-banyak terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Alhamdulillah, kami dapat renovasi rumah,” ujar Hasan sambil menahan air mata.

Hal itu juga dirasakan oleh salah satu relawan Tzu Chi komunitas He Qi Bogor, Teddy Christanto, yang melakukan kunjungan pada Jumat, 11 September 2026. Ia melihat kondisi rumah keluarga Hasan secara langsung, “Sekarang rumahnya jauh lebih baik, sudah tidak ada yang bocor, dan kondisi dapurnya sudah bersih, cukup aman, dan layak,” ungkap Teddy Christanto.

Selain itu, para relawan juga berharap renovasi rumah ini membawa semangat baru dan kehidupan yang jauh lebih baik bagi keluarga Hasan, “Mungkin sekarang mereka sudah lebih bahagia karena rumahnya telah direnovasi. Harapannya, semoga keluarga ini bisa merawat rumahnya dengan baik agar terus tetap nyaman untuk ditempati,” tambah Teddy.

Ketua RT 02 Kampung Pulo Geulis, Bogor, didampingi Hasan melihat kondisi rumahnya yang kini telah direnovasi dan lebih layak serta aman untuk ditinggali.

Ketua RT 02, Jalaludin, mengucapkan rasa syukurnya atas bantuan renovasi yang diberikan Tzu Chi kepada warga di kampungnya. Ia juga mengapresiasi antusiasme warga dalam menyambut program tersebut, “Saya sangat berterima kasih kepada Tzu Chi. Warga di kampung kami ini mendapat bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Alhamdulillah, warga juga sangat antusias dan bersemangat menyambut program ini,” ucap Jalaludin.

Jalaludin juga berharap warga yang menerima program renovasi RTLH dari Tzu Chi dapat menjaga dan merawat rumah yang telah direnovasi dengan sebaik-baiknya. “Saya mewakili RT 02 sangat berterima kasih kepada pihak Yayasan Buddha Tzu Chi atas bantuan renovasi rumah yang diberikan kepada warga kami. Semoga ke depannya bisa terus menjalin kolaborasi yang baik ini. Setelah mendapatkan bantuan, saya berharap rumahnya tolong dijaga, dirawat dan dipelihara dengan baik,” harap Jalaludin.

Kini, Hasan dan Nengsih dapat tertidur lebih tenang dan tidak lagi dihantui perasaan cemas setiap kali hujan turun. Rumah yang layak dan nyaman setelah direnovasi Tzu Chi telah menghadirkan rasa nyaman dan menumbuhkan semangat baru bagi keluarga mereka untuk menatap kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bogor: Relawan Tzu Chi, Survei Rutilahu di Desa Hambalang

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bogor: Relawan Tzu Chi, Survei Rutilahu di Desa Hambalang

12 Maret 2026
Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 3 dan Jakarta Barat 4 melakukan survei ke 37 rumah tidak layak huni di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bogor : Tumbuhnya Harapan Baru di Rumah Hasan

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bogor : Tumbuhnya Harapan Baru di Rumah Hasan

14 September 2026

Kini, keluarga Hasan dapat tidur lebih nyaman di rumah yang telah direnovasi Tzu Chi. Rumah yang lebih layak dan aman ini membawa harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bogor: Menyusuri Gang Sempit, Menjemput Harapan Warga Babakan Pasar

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bogor: Menyusuri Gang Sempit, Menjemput Harapan Warga Babakan Pasar

06 Februari 2026

Sebanyak 35 Relawan Tzu Chi komunitas Jakarta Barat 3 (Xie Li Bogor) menyurvei 60 RTLH di Kelurahan Babakan Pasar.

Tiga faktor utama untuk menyehatkan batin adalah: bersikap optimis, penuh pengertian, dan memiliki cinta kasih.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -