Deisy, Kepala Bidang DPRKPP Surabaya saat memberikan sambutan kepada warga calon penerima bantuan dan menghimbau untuk berdoa agar bisa menjadi penerima bantuan Program Bebenah Kampung.
Kelurahan Tambak Wedi menjadi saksi hangatnya kolaborasi kemanusiaan dalam kegiatan Sosialisasi Program Bebenah Kampung yang digelar bersama Yayasan Buddha Tzu Chi. Kegiatan ini dihadiri oleh 46 calon penerima bantuan yang datang dengan penuh harap, didampingi oleh para ketua RT dan RW, serta unsur pemerintah dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga dinas terkait.
Sejak pukul 09.00 WIB, halaman Kelurahan Tambak Wedi dipenuhi suasana kebersamaan. Relawan Tzu Chi disambut dengan penuh kehangatan oleh jajaran kelurahan, menandai kuatnya kesiapan dan semangat sinergi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih layak dan bermartabat bagi warga. Kebersamaan ini menjadi fondasi penting dalam menjalankan program Bebenah Kampung yang berfokus pada perbaikan hunian dan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), Cipta Karya, pihak kecamatan, serta perangkat Kelurahan Tambak Wedi. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa setiap proses, mulai dari pendataan hingga pelaksanaan renovasi, dapat berjalan dengan transparan, tepat sasaran, dan berkeadilan.
Lurah Tambak Wedi, M. Yusufian, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas hadirnya program ini di wilayah pesisir yang warganya sangat membutuhkan perhatian. “Saya berterima kasih sekali atas Program Bebenah Kampung ini, karena warga di daerah pesisir ini sangat membutuhkan rehabilitasi rumah. Saya juga berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah bersedia membantu warga kami. Semoga program ini dapat bermanfaat bagi para penerima bantuan,” ungkapnya.

Antusiasme Warga Tambak Wedi saat tanya jawab seputar syarat menjadi penerima bantuan tergambar dari senyum lebar yang terpancar.
Dalam sosialisasi tersebut, para relawan Tzu Chi menjelaskan secara menyeluruh tentang tujuan, tahapan, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar Program Bebenah Kampung. Salah satu relawan, Becky Ciang, memberikan pengenalan singkat mengenai visi dan misi Tzu Chi sebagai organisasi kemanusiaan yang menjunjung cinta kasih universal, tanpa membeda-bedakan latar belakang siapa pun. Ia juga mengedukasi warga tentang pentingnya hunian yang sehat, termasuk bahaya penggunaan asbes yang kerap masih digunakan sebagai atap rumah.
Becky menjelaskan bahwa asbes dapat menimbulkan risiko kesehatan jika seratnya terhirup dalam jangka panjang, sehingga dalam proses Bebenah Kampung, Tzu Chi berupaya mendorong penggunaan material yang lebih aman dan sehat bagi keluarga penerima bantuan. Edukasi ini disambut dengan perhatian serius dari warga yang sebagian besar tinggal di rumah-rumah tua dengan atap asbes.
Becky Ciang menyampaikan, “Kami ingin rumah yang dibenahi bukan hanya terlihat lebih baik, tetapi juga lebih aman dan sehat bagi penghuninya. Tzu Chi hadir dengan semangat cinta kasih, dan melalui Program Bebenah Kampung ini kami berharap setiap keluarga bisa tinggal di rumah yang melindungi mereka, bukan justru membahayakan kesehatan.”
Ike Maulani Utami salah satu calon penerima bantuan yang juga turut bertanya dengan antusias kepada relawan saat sesi tanya jawab.
Salah satu warga, Ike Maulani Utami, warga Tambak Wedi Baru, menyambut program ini dengan penuh sukacita. Rumah yang ia tempati selama ini kerap dilanda banjir dan kebocoran atap karena posisi rumah yang lebih rendah dari jalan dan bangunan sekitar.
“Rumah saya itu selalu kebanjiran dan bocor karena rumah saya lebih rendah dari rumah yang lain dan jalan. Saya juga terkendala masalah ekonomi untuk renovasi mandiri. Saya berterima kasih dengan program ini, mungkin bisa membantu saya melindungi anak-anak saya dari hujan karena atap yang bocor dan banjir,” tutur Ike dengan haru.
Ike juga tampak sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab terkait persyaratan program. Berbagai pertanyaannya dijawab dengan hangat dan penuh perhatian oleh Becky Ciang, sehingga membuat suasana semakin cair dan penuh semangat kebersamaan.
Ketua RT juga turut mendukung dan berkomitmen mendampingi warga dan relawan saat proses bebenah kampung dimulai hingga selesai.
Tak hanya itu, para ketua RT yang hadir pun menyatakan kesiapan mereka untuk mengawal warganya dari awal hingga akhir proses Bebenah Kampung. Bagi mereka, program ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi amanah bersama yang harus dijaga. Dengan penuh kepedulian, para RT berkomitmen untuk terus mendampingi, memastikan proses renovasi berjalan lancar, serta menjaga komunikasi antara warga, kelurahan, dan relawan Tzu Chi. Semangat gotong royong pun terasa kuat, warga siap saling membantu, mengawasi, dan menguatkan, agar setiap rumah yang dibenahi benar-benar menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
RT dan RW setempat pun turut mendampingi warganya dengan penuh kepedulian, menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan para relawan. Kebersamaan ini memperlihatkan bahwa Program Bebenah Kampung bukan hanya kerja satu pihak, melainkan gerakan bersama untuk menata kembali kehidupan warga agar lebih layak dan penuh martabat.
Acara yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB ini ditutup dengan suasana hangat dan penuh optimisme. Melalui sinergi yang semakin kuat antara Tzu Chi, pemerintah daerah, dan masyarakat, Kelurahan Tambak Wedi melangkah bersama dalam menjaring berkah dan menghadirkan perubahan nyata bagi warganya.
Editor: Metta Wulandari